Sunday, October 31, 2010

Padang Bai

Berkas:Padangbai White Sand Beach 2.jpg

Pelabuhan Padang Bai terletak di Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Dari kota Denpasar pelabuhan Padangbai berjarak ± 53 Km atau sekitar 3 Km dari kota Amlapura. Lokasi Padang Bai terletak di pantai jalan jurusan Klungkung-Karangasem belok ke arah kanan. Di desa Padang Bai juga terdapat Pura Silayukti yang merupakan salah satu Pura Sada Kahyangan di Bali. Lokasi Pura ini dapat juga sebagai obyek wisata karena dari areal Pura terdapat pemandangan indah teluk Padang Bai. Di dekat Pura juga terdapat tempat meditasi dan semedi yang terletak tepat di pinggir laut. Untuk melakukan meditasi disini perlu ada ijin dari pemangku setempat.
Berkas:Padangbai Secret Beach 1.jpg

Pelabuhan Padang Bai merupakan penghubung jalan ke Pulau lombok yang dapat ditermpuh dengan kapal ferry dengan waktu tempuh sekitar 4 s/d 5 jam tergantung besar ombak di selat lombok. Selat lombok ini merupakan lautan palung terdalam didunia. Beberapa waktu lalu, di Bali muncul sebuah wacana tentang pemindahan pelabuhan Padang Bai ke lokasi baru yang secara geografis dianggap lebih strategis dan menguntungkan secara ekonomis. Dan sampai sekarang perdebatan tentang rencana relokasi pelabuhan tersebut masih terus berlanjut.

Yang menarik dari obyek ini adalah tempatnya terlindung di suatu Teluk dengan batu karangnya yang hitam kokoh sehingga kehidupan bawah airnya aman. Di bagian Timur dari Pantai Padang Bai pasirnya berwarna putih bersih dan tebal sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang di laut atau berjemur di pantai.
Berkas:Padangbai White Sand Beach 1.jpg

Laut di sebelah Timur bukit Padang Bai sangat baik untuk kegiatan Diving maupun snorkling bagi wisatawan. Di laut tersebut terdapat banyak ikan hias tropis dengan karang-karangnya yang indah. Padang Bai juga merupakan tempat mendaratnya para wisatawan yang berkunjung ke Bali melalui jalur laut yang diangkut oleh kapal-kapal pesiar besar.
Berkas:Padangbai White Sand Beach 3.jpg

Di Padang Bai telah banyak terdapat penginapan maupun rumah makan bagi para wisatawan yang menikmati liburannya di sana, maupun para wisatawan yang akan pergi ke Lombok atau yang baru datang dari Lombok. Untuk keperluan penyeberangan ke Lombok tersedia kapal ferry yang siap melayani wisatawan atau orang-orang yang pergi ke Lombok.

sumber: http://alambali.wordpress.com
photo: http://id.wikipedia.org

Pulau Cubadak

Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini. Cubadak merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas pantai Sumatra Barat.
Sebenarnya ada banyak pulau kecil yang berpotensi besar di kawasan ini. Diantaranya Mentawai, Sipagang, Sikuai, Pasumpahan, Sirandah, Penyu, dan lain-lain. Sayangnya baru Cubadak dan Mentawai yang sudah digarap dan dipromosikan dengan baik.

Pulau Cubadak yang namanya telah mendunia dan menjadi ikon Kabupaten Pesisir Selatan ini memiliki luas wilayah 5.749 km persegi dan berada 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan posisi memanjang dari utara ke selatan di bagian barat Sumatra Barat, Pesisir yang memiliki 218 km panjang pantai memang memiliki potensi di bidang pariwisata.


Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini.
Panjang pantainya lebih 1,5 km dan lahan yang dikuasai pengelola Cubadak adalah sekitar tujuh hektar. Jika Mentawai adalah surga para peselancar, maka Cubadak adalah surga para penyelam karena dasar laut yang mengelilingi pulau ini ditumbuhi terumbu-terumbu karang yang indah dan ikan hias warna-warni.


Di antara wisatawan Eropa lainnya, orang Jerman termasuk yang cukup antusias berkunjung ke pulau yang dijuluki Paradiso Village ini. Semua itu tak lepas dari promosi gencar dari sejumlah media di Jerman tujuh tahun yang lalu. Saat itu, satu tim TV Bavarian datang ke Cubadak untuk menggarap sebuah film dokumenter. Mereka melakukan pengambilan gambar dari berbagai sudut untuk menggambarkan keindahan Cubadak.

Setelah diputar di Jerman, film berdurasi 30 menit itu mendapat sambutan yang luas dan mampu menjadi magnit bagi orang Jerman untuk datang ke Cubadak. Ratusan telepon pun masuk ke stasiun TV tersebut. Mereka umumnya menanyakan bagaimana perjalanan ke Sumatra Barat, Indonesia. Sebab selama ini mereka hanya mengenal Bali atau Lombok.
 
Selain itu, sejumlah media cetak saat itu juga menulis artikel panjang soal pulau “surga” ini. Majalah wanita Bild de Rau misalnya, memuat tulisan berjudul “Pulau Tersenyap di Dunia” dan koran Munchener Abendpost menulis “Bagaimana Mencapai Pulau Cubadak”.

Menurut Tom Plummer, pengelola kapal pesiar berkebangsaan Australia yang sudah lama berdomisili di Padang, banyak sekali wisatawan asing yang awalnya tidak menyangka keistimewaan Pulau Cubadak. Bahkan tak jarang para wisatawan yang datang ke Sumatra Barat pada awalnya mengeluhkan perjalanan dari Bandara Tabing ke Carocok yang lumayan melelahkan karena jalannya berbelok-belok dan banyak tikungan. “Tapi begitu sampai di Pulau Cubadak, mereka akan kaget betapa indahnya pulau ini dan sama sekali tidak menyesal pernah ke sana,” ujar Tom.

Tom yang kini juga mengelola sebuah toko olahraga di Jalan Hiligoo Padang bahkan berani mengatakan bahwa orang yang datang ke Cubadak pasti akan terkesan. Paduan olahraga air sambil menikmati kesenyapan pulau ini bakal menimbulkan kerinduan yang akan membuat pengunjung ingin kembali lagi ke sini. Nah untuk membuktikannya rasanya Anda mesti berkunjung ke sana sendiri.

Penulis : Budi Putra
Sumber : Tempo News Room

Pulau Rubiah ,Sabang

 dermaga di pulau rubiah

Pulau Weh mempunyai keunikan dan keindahan akan kecantikan alami dan tempat-tempat sejarah. Selain daripada meriam-meriam dan benteng-benteng kuno, masih banyak lagi obyek masa lalu yang menarik. Beberapa tempat menarik adalah sebagai berikut.

Bagi anda yang pertama kali datang ke Banda Aceh dan ingin menggunakan jalur perairan, anda bisa menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue. Setiap harinya, dua kali feri cepat dan sekali feri lambat berangkat dari Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Feri kapal cepat berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Untuk feri lambat, menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan jam keberangkatan 10.30 WIB. Untuk jalur darat, anda bisa menggunakan minibus umum untuk menuju ke Pantai Iboih sekitar 1 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Setelah itu, anda bisa menyewa boat ke Rubiah dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Informasi jadwal speedboat :
Berangkat dari Balohan jam 08.30 dan dari Ulee Lhue jam 15.00
Harga tiket sekarang sudah naik Rp.10.000,- dari semula :
Ekonomi dari Rp.40.000,- menjadi Rp. 50.000,-
Executive dari Rp. 50.000,- menjadi Rp. 60.000,-
VIP dari Rp.70.000 menjadi Rp.80.000,-
Berangkat dari Ulee Lhue jam 09.30 dan 16.00

Lokasi pelabuhan di Banda Aceh terdapat di Ulee lhue dan di krueng Raya(khusus kapal barang)


Pulau Rubiah di Sabang, Aceh

Pulau yang luas perairannya mencapai 2.600 ha ini menawarkan indahnya alam bawah laut dan wisata bahari yang masih alami. Pulau ini dikenal sebagai surganya taman laut karena bentuknya yang seperti akuarium raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai macam jenis ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, dan masih banyak lainnya. Terumbu karang disini terdiri dari berbagai jenis, bentuk dan warna yang membentuk gugusan karang yang menarik. Untuk menuju ke kawasan ini, bisa menempuh jalan darat atau perairan menggunakan perahu nelayan. Jika menggunakan perahu, anda bisa menumpang kapal yang sudah disediakan (disewakan) oleh warga setempat.

Kapal yang disediakan berupa speedbot atau kapal yang telah dilengkapi dengan kaca untuk melihat keindahan isi laut di sekitar Pulau Rubiah. Harga sewa boat mulai dari Rp 250.000 – 300.000 hingga kembali ke daratan di Iboih. Jika berkelompok, tentu ongkos sewa boat tidak terlalu berat. Tiap boat bisa menampung 10 orang penumpang.

penginapan di kawasan pulau rubiah

Taman Laut Rubiah
Taman Laut Rubiah terletak sekitar 23,5 km sebelah barat kota Sabang, dapat dicapai melalui darat, atau sekitar 7 km dengan menggunakan perahu boat, dan terletak bersebelahan dengan desa Iboih. Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini, sekitar 2600 hektar sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature reserve. Terletak di teluk Sabang, dimana air disini relatif tenang dan sangat jernih (25 m visibility) laut disini diisi oleh bermacam trumbu karang dan ikan bermacam warna. Dapat ditemukan gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish, sea fans, dan banyak lagi.

pesona bawah air

penghuni terumbu karang


spot diving dan snorkling

Wednesday, October 27, 2010

Situs Perahu Batu

Desa Sangliat Dol, salah satu desa dengan warisan adat yang masih sangat kental dan menarik.

Berlokasi 42 kilometer dari kota Saumlaki, ibukota Kepulauan Tanimbar yang terletak tepatnya di pesisir timur Pulau Yamdena.

Disinilah dapat kita temui peninggalan sejarah Perahu Batu dan Tangga Batu.

Entah sejak kapan Perahu Batu dan Tangga Batu ini dibuat. Bahkan orang-orang tua disini pun tidak ada yang dapat menjelaskannya. Sangat disayangkan karena penyebaran warisan di desa kami hanya melalui cerita turun temurun. Tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah." Demikian jelas Kepala Desa Sangliat Dol ketika dikonfirmasi mengenai kapan tepatnya situs ini dibuat.

Namun berdasarkan penjelasan beliau pula, diketahui bahwa sudah sangat banyak ilmuwan dari mancanegara yang sangat tertarik mengenai sejarah desa ini. Diperkirakan situs tersebut sudah ada sejak 400-500 tahun yang lalu, dengan fungsi awal yang belum terlalu jelas. Kini Perahu Batu digunakan sebagai pusat desa dimana warga akan selalu melakukan rapat-rapat desa yang penting seperti pemilihan Kepala Desa yang baru atau pembukaan lahan baru.

Terdiri dari 4 soa (marga), Ayo Wembun, Sorluri, Aryesam dan Masriat, pola pembangunan pemukiman di desa ini mengikuti pola dari Perahu Batu tersebut. Soa Aryesam dipercaya untuk duduk di kemudi kanan Perahu Batu, maka pemukiman mereka terletak pada bagian kanan belakang desa. Soa Masriat selaku tuan tanah desa duduk di kemudi kiri dan bermukim pada bagian kiri belakang desa. Demikian juga dengan Soa Ayo Wembun yang dipercaya sebagai manusia pertama yang mendarat dan bermukim di desa tersebut.

Selain Perahu Batu dan Tangga Batu yang terletak di tengah desa, ternyata masih ditemukan satu lagi situs Perahu Batu yang terletak di tepi pantai, di bawah Desa Sangliat Dol. Apa yang menarik dari Perahu Batu kedua ini karena terdapat sumur sebagai sumber mata air desa yang di anggap keramat, terletak di tengah Perahu Batu tersebut. Sangat mencengangkan melihat air tawar yang sangat bening muncul di pinggiran yang sangat dekat ke arah pantai.

Budaya Katolik berbaur animisme, kepercayaan asli suku ini. Agama Katolik masuk sekitar tahun 1920-an dibawa oleh Bangsa Portugis, sehingga dalam pelaksanaan upacara adat diawali tata cara Budaya Animisme dan diakhiri dengan doa secara Katolik.

Namun sangat disayangkan, bagian kepala perahu yang terletak di haluan telah dicuri sekitar tahun 2002 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya, sehingga beberapa patung yang ada di situs ini disimpan di rumah tua, yaitu rumah yang ditinggali tetua adat suku ini.

Setelah selesai mengelilingi Situs Perahu Batu dan Tangga Batu ini dan menggali ini iformasinya perjalanan dilanjutkan ke obyek wisata selanjutnya. Ikuti cerita perjalanan selanjutnya.

Gunung Dempo Keindahan Alam yang Tersembunyi di Pagaralam






Gunung Dempo merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Sumatera, Indonesia. Gunung Dempo mempunyai ketinggian setinggi 3,195 meter.

Gunung Dempo mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, salah satunya dengan menggunakan bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.

Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi barisan pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari. Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen atau motel, berkisar Rp20 ribu semalam. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar. Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.

Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking ria. gunung ini memang cukup tinggi tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah kali kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.

Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama puncak api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali kelembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir disini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.
Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana. Disini juga memproduksi teh hitam alami.




Saturday, October 23, 2010

Pulau Sempu dan Segara Anakan

Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau jawa Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa TimurSaat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.

Di pulau ini terdapat telaga yang disebut Segara Anakan. Dimana air yang terdapat di telaga ini berasal dari air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke Segara Anakan melalui karang yang berlubang besar di tengahnya.
Bila kita mendaki karang, kita bisa melihat Laut Selatan yang terbentang luas sampai di kaki cakrawala. Saat pagi menjelang, matahari pagi bersinar hangat dan ramah, tidak terlalu panas. Saat malam datangpun udara terasa begitu sejuk, karena di sekitar pantai merupakan hutan yang cukup rimbun.
 
Pantai ini terletak di pinggir pulau Sempu dengan dikelilingi karang-karang tinggi sehingga seperti sebuah danau. Tetapi ada ombak yang datang dari sebuah celah besar diantara karang yang membuat pemandangan pantai kecil ini menjadi begitu indah.

Selain berenang di kolam raksasa ini, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai. Bagi yang menyukai suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri.

Walaupun jarang wisatawan yang mau menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke pantai ini, tetapi dijamin aman deh. Perlengkapan yang paling penting adalah makanan dan air bersih (tawar) karena di pantai ini tidak ada penjual makanan dan minuman dan tidak ada persediaan air tawar. Jadi anda harus membawa persediaan dari pantai Sendangbiru di seberang.
(jelajah indonesia : sempu island) 


Bantimurung, Kawasan Wisata yang Menakjubkan

Tempat wisata Bantimurung terletak di Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Sekitar 40 km dengan waktu tempuh 1 jam dari Kota Makassar. Tempat wisata ini sangat populer bagi wisatawan, tak pernah sepi dari pengunjung. Itu karena keindahan alamnya, sensasi air terjunnya, letaknya yang mudah dijangkau dari makassar dan harga masuk yang murah.

Air terjun Bantimurung memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya jernih dan mengalir sepanjang tahun, sangat menggoda untuk mandi dan bermain air . Air terjun ini memang aman untuk mandi, karena pada aliran sungai didepan air terjun terdapat batu yang keras dan tidak tajam ,telah terkikis oleh aliran air. Kedalaman air sungai berkisar 20 cm sampai 50 cm.Hampir seluruh pengunjung akan tergoda untuk mandi dan merasakan sejuknya air pegunungan ini. Biasanya para pengunjung akan melepass stresnya dengan merasakan guyuran air terjun sambil bersenda gurau. Terkadang ada yang antrian masuk di ceruk tebing di belakang air terjun, ceruk ini ukuranya hanya cocok untuk duduk bersila. Menurut beberapa orang, tempat itu dulunya tempat bertapa.


Aktifitas lain yang bisa dilakukan adalah menyusuri sungai diatas air terjun. kita harus menaiki tangga setinggi 15 meter disamping air terjun kemudian menyusuri setapak di sisi sungai dan tebing. Suasana hutan tropis yang sejuk dan nyaman akan sangat terasa. Setapak ini jauhnya sekitar 1 km, sampai kita menemukan gua dan bagian sungai yang seperti danau. Sangat tidak disarankan untuk berenang ditempat tersebut karena sudah banyak korban yang meninggal. Jika tertarik masuk gua, ada pemandu dengan lampunya yang akan mengantarkan memasuki gua ini, tentu saja harus dibayar. Biasanya sekitar 20-30 rb, tapi sebaiknya di negosiasikan dulu.


Jika tertarik untuk melihat stalaktit dan stalakmit gua karst yang indah, Silahkan menyusuri goa mimpi. Goa mimpi berada di sisi kanan air terjun. Namun dibutuhkan fisik yang cukup, untuk menyusuri gua yang sepanjang 1,4 km ini kita harus mendaki gunung sekitar 500 m dengan kondisi cukup terjal. Pemandu akan mengantar menyusuri gua, sebelumnya kita harus menyewakan senter .Pemandu cukup tahu letak - letak stalakti dan stalakmit yang aneh dan cantik. Dijamin rasa penat akan terbalas dengan pemandangan alam yang indah dan stalaktit stalakmit yang menakjubkan.

Di Bantimurung, kita juga dapat menikmati keindahan aneka jenis kupu- kupu. Alfred Russel Wallace (1823-1913) seorang naturalis Inggris memberi gelar Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu. Setidaknya ada 125 jenis kupu-kupu dari sekitar 400 jenis yang pernah ada. Kupu - kupu ini dilindungi, namun ada penangkaran kupu- kupu yang dilakukan sehingga beberapa jenis kupu- kupu dapat diawetkan dan dijadikan oleh-oleh.


Perlu diketahui bahwa di Bantimurung, atau lebih tepatnya di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan luas 43.750 hektar terdapat sedikitnya 268 buah gua. Terdapat Kawasan Karst yang berbentuk menara (tower karst) terbesar dan terindah kedua di dunia setelah kawasan karst di Cina. Beberapa gua memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah. Beberapa gua menjadi tempat berlindung manusia prasejarah dengan bukti lukisan dan alat prasejarah. Gua terpanjang dan terdalam di indonesia pun ada dikawasan Taman nasional Bantimurung Bulusaraung ini.Selain itu terdapat satwa langka dan endemik di kawasan ini seperti monyet hitam (macaca maura) dan kupu-kupu serta satwa unik penghuni goa. info selengkapnya bisa lihat disini. :http://www.facebook.com/pages/Taman-Nasional-Bantimurung-Bulusaraung

Pada tahun 1993 UNESCO mendesak pemerintah indonesia untuk melindungi ekosistem karst ini dan diusulkan menjadi Situs warisan dunia. Menteri Negara Lingkungan Hidup saat berkunjung kebantimurung mengatakan optimistis kawasan Karst Bantimurung Bulusaraung yang membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep masuk dalam Unesco Word Heritage. Tujuh cagar budaya yang ada di Indonesia yang telah masuk kategori itu, masing-masing, Hutan Hujan Tropis Sumatera, Taman Nasional Ujung Kulon, Sangiran, Candi Prambanan, Candi Borobudur,Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Lorentz. (lihat http://www.tribun-timur.com/read/artikel/64880)

Jika ada waktu dan kesempatan berkunjung ke Makassar, sungguh tak lengkap jika belum merasakan guyuran air terjun yang sejuk dikawasan yang menakjubkan ini.