Showing posts with label Sulawesi Selatan. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Selatan. Show all posts

Saturday, October 23, 2010

Bantimurung, Kawasan Wisata yang Menakjubkan

Tempat wisata Bantimurung terletak di Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Sekitar 40 km dengan waktu tempuh 1 jam dari Kota Makassar. Tempat wisata ini sangat populer bagi wisatawan, tak pernah sepi dari pengunjung. Itu karena keindahan alamnya, sensasi air terjunnya, letaknya yang mudah dijangkau dari makassar dan harga masuk yang murah.

Air terjun Bantimurung memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter. Airnya jernih dan mengalir sepanjang tahun, sangat menggoda untuk mandi dan bermain air . Air terjun ini memang aman untuk mandi, karena pada aliran sungai didepan air terjun terdapat batu yang keras dan tidak tajam ,telah terkikis oleh aliran air. Kedalaman air sungai berkisar 20 cm sampai 50 cm.Hampir seluruh pengunjung akan tergoda untuk mandi dan merasakan sejuknya air pegunungan ini. Biasanya para pengunjung akan melepass stresnya dengan merasakan guyuran air terjun sambil bersenda gurau. Terkadang ada yang antrian masuk di ceruk tebing di belakang air terjun, ceruk ini ukuranya hanya cocok untuk duduk bersila. Menurut beberapa orang, tempat itu dulunya tempat bertapa.


Aktifitas lain yang bisa dilakukan adalah menyusuri sungai diatas air terjun. kita harus menaiki tangga setinggi 15 meter disamping air terjun kemudian menyusuri setapak di sisi sungai dan tebing. Suasana hutan tropis yang sejuk dan nyaman akan sangat terasa. Setapak ini jauhnya sekitar 1 km, sampai kita menemukan gua dan bagian sungai yang seperti danau. Sangat tidak disarankan untuk berenang ditempat tersebut karena sudah banyak korban yang meninggal. Jika tertarik masuk gua, ada pemandu dengan lampunya yang akan mengantarkan memasuki gua ini, tentu saja harus dibayar. Biasanya sekitar 20-30 rb, tapi sebaiknya di negosiasikan dulu.


Jika tertarik untuk melihat stalaktit dan stalakmit gua karst yang indah, Silahkan menyusuri goa mimpi. Goa mimpi berada di sisi kanan air terjun. Namun dibutuhkan fisik yang cukup, untuk menyusuri gua yang sepanjang 1,4 km ini kita harus mendaki gunung sekitar 500 m dengan kondisi cukup terjal. Pemandu akan mengantar menyusuri gua, sebelumnya kita harus menyewakan senter .Pemandu cukup tahu letak - letak stalakti dan stalakmit yang aneh dan cantik. Dijamin rasa penat akan terbalas dengan pemandangan alam yang indah dan stalaktit stalakmit yang menakjubkan.

Di Bantimurung, kita juga dapat menikmati keindahan aneka jenis kupu- kupu. Alfred Russel Wallace (1823-1913) seorang naturalis Inggris memberi gelar Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu. Setidaknya ada 125 jenis kupu-kupu dari sekitar 400 jenis yang pernah ada. Kupu - kupu ini dilindungi, namun ada penangkaran kupu- kupu yang dilakukan sehingga beberapa jenis kupu- kupu dapat diawetkan dan dijadikan oleh-oleh.


Perlu diketahui bahwa di Bantimurung, atau lebih tepatnya di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan luas 43.750 hektar terdapat sedikitnya 268 buah gua. Terdapat Kawasan Karst yang berbentuk menara (tower karst) terbesar dan terindah kedua di dunia setelah kawasan karst di Cina. Beberapa gua memiliki stalaktit dan stalakmit yang indah. Beberapa gua menjadi tempat berlindung manusia prasejarah dengan bukti lukisan dan alat prasejarah. Gua terpanjang dan terdalam di indonesia pun ada dikawasan Taman nasional Bantimurung Bulusaraung ini.Selain itu terdapat satwa langka dan endemik di kawasan ini seperti monyet hitam (macaca maura) dan kupu-kupu serta satwa unik penghuni goa. info selengkapnya bisa lihat disini. :http://www.facebook.com/pages/Taman-Nasional-Bantimurung-Bulusaraung

Pada tahun 1993 UNESCO mendesak pemerintah indonesia untuk melindungi ekosistem karst ini dan diusulkan menjadi Situs warisan dunia. Menteri Negara Lingkungan Hidup saat berkunjung kebantimurung mengatakan optimistis kawasan Karst Bantimurung Bulusaraung yang membentang dari Kabupaten Maros hingga Pangkep masuk dalam Unesco Word Heritage. Tujuh cagar budaya yang ada di Indonesia yang telah masuk kategori itu, masing-masing, Hutan Hujan Tropis Sumatera, Taman Nasional Ujung Kulon, Sangiran, Candi Prambanan, Candi Borobudur,Taman Nasional Komodo, dan Taman Nasional Lorentz. (lihat http://www.tribun-timur.com/read/artikel/64880)

Jika ada waktu dan kesempatan berkunjung ke Makassar, sungguh tak lengkap jika belum merasakan guyuran air terjun yang sejuk dikawasan yang menakjubkan ini.

Thursday, October 14, 2010

Tanah Toraja - Andalan Wisata Sulawesi Selatan

tongkonan - rumah adat orang torajaTanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.

 
Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.

Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.

 
Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.

Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.

Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.
kuburan batu londa di tanah toraja
Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja

Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.

Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.

pesta rambu solo' di tanah toraja
pesta rambu solo' orang toraja
Pesta Rambu Solo’ atau pesta/ritual acara penguburan

Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak pesona wisata yang ditawarkan oleh tana toraja sebagai daerah tujuan wisata andalan sulawesi selatan. Bagaimana? Tertarik melihat keunikan wisata budaya ini?

Tuesday, October 12, 2010

Tanjung Bira

Tanjung bira terkenal dengan pantai pasir putihnya yang cantik dan menyenangkan. Airnya jernih, baik untuk tempat berenang dan berjemur. Disini kita dapat menikmati matahari terbit dan terbenam dengan cahayanya yang berkilau nenbersit pada hamparan pasir putih sepanjang puluhan kilometer.

Pantai bira yang sudah terkenal hingga mancanegara, kini sudah ditata secara apik menjadi kawasan wisata yang patutu di andalkan. Berbagai sarana sudah tersedia, seperti perhotelan, restoran, serta sarana telekomunikasi, pantai bira berlokasi sekitar 41 km kearah timur dari kota bulukumba. dengan pelabuhan penyeberangan fery yang menghubungkan daratan Sulawesi Selatan dengan pulau selayar.

Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih yang cukup terkenal di Sulawesi Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang bersih, tertata rapi, dan air lautnya jernih. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke mancanegara. Turis-turis asing dari berbagai negara banyak yang berkunjung ke tempat ini untuk berlibur.

Pantai Tanjung Bira sangat indah dan memukau dengan pasir putihnya yang lembut seperti tepung terigu. Di lokasi, para pengunjung dapat berenang, berjemur, diving dan snorkling. Para pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbit dan terbenam di satu posisi yang sama, serta dapat menikmati keindahan dua pulau yang ada di depan pantai ini, yaitu Pulau Liukang dan Pulau Kambing.

Tanjung Bira terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Tanjung Bira terletak sekitar 40 km dari Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar ke Kota Bulukumba dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum berupa mobil Kijang, Panther atau Innova dengan tarif sebesar Rp. 35.000,-. Selanjutnya, dari Kota Bulukumba ke Tanjung Bira dapat ditempuh dengan menggunakan mobil pete-pete (mikrolet) dengan tarif berkisar antara Rp. 8.000,- sampai – Rp. 10.000,-. Total waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 – 3,5 jam.

Jika pengunjung berangkat dari Bandara Hasanuddin, langsung menuju ke terminal Malengkeri (Kota Makassar) dengan menggunakan taksi yang tarifnya sekitar Rp. 40.000,-. Di terminal ini kemudian naik bus tujuan Bulukumba atau yang langsung ke Tanjung Bira.

Di kawasan wisata Tanjung Bira, angkutan umum beroperasi hanya sampai sore hari. Jika pengunjung harus kembali ke Kota Makassar pada sore itu juga, di sana tersedia mobil carteran (sewaan) dengan tarif Rp. 500.000,-. Biaya tiket masuk ke lokasi Pantai Tanjung Bira sebesar Rp. 5.000,-.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti restoran, penginapan, villa, bungalow, dan hotel dengan tarif mulai dari Rp. 100.000,- hingga Rp. 600.000,- per hari. Di tempat ini juga terdapat persewaan perlengkapan diving dan snorkling dengan tarif Rp. 30.000,-.

Bagi pengunjung yang selesai berenang di pantai, disediakan kamar mandi umum dan air tawar untuk membersihkan pasir dan air laut yang masih lengket di badan. Bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitar pantai, tersedia persewaan motor dengan tarif Rp. 65.000,-. Di kawasan pantai juga terdapat pelabuhan kapal ferry yang siap mengantarkan pengunjung yang ingin berwisata selam ke Pulau Selayar.

Sumber : sulsel.go.id/liburan.info
Foto : mhomank, potlot-adventure, panoramio, besatu