Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Sunday, October 31, 2010

Pulau Cubadak

Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini. Cubadak merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil di lepas pantai Sumatra Barat.
Sebenarnya ada banyak pulau kecil yang berpotensi besar di kawasan ini. Diantaranya Mentawai, Sipagang, Sikuai, Pasumpahan, Sirandah, Penyu, dan lain-lain. Sayangnya baru Cubadak dan Mentawai yang sudah digarap dan dipromosikan dengan baik.

Pulau Cubadak yang namanya telah mendunia dan menjadi ikon Kabupaten Pesisir Selatan ini memiliki luas wilayah 5.749 km persegi dan berada 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan posisi memanjang dari utara ke selatan di bagian barat Sumatra Barat, Pesisir yang memiliki 218 km panjang pantai memang memiliki potensi di bidang pariwisata.


Kawasan Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini.
Panjang pantainya lebih 1,5 km dan lahan yang dikuasai pengelola Cubadak adalah sekitar tujuh hektar. Jika Mentawai adalah surga para peselancar, maka Cubadak adalah surga para penyelam karena dasar laut yang mengelilingi pulau ini ditumbuhi terumbu-terumbu karang yang indah dan ikan hias warna-warni.


Di antara wisatawan Eropa lainnya, orang Jerman termasuk yang cukup antusias berkunjung ke pulau yang dijuluki Paradiso Village ini. Semua itu tak lepas dari promosi gencar dari sejumlah media di Jerman tujuh tahun yang lalu. Saat itu, satu tim TV Bavarian datang ke Cubadak untuk menggarap sebuah film dokumenter. Mereka melakukan pengambilan gambar dari berbagai sudut untuk menggambarkan keindahan Cubadak.

Setelah diputar di Jerman, film berdurasi 30 menit itu mendapat sambutan yang luas dan mampu menjadi magnit bagi orang Jerman untuk datang ke Cubadak. Ratusan telepon pun masuk ke stasiun TV tersebut. Mereka umumnya menanyakan bagaimana perjalanan ke Sumatra Barat, Indonesia. Sebab selama ini mereka hanya mengenal Bali atau Lombok.
 
Selain itu, sejumlah media cetak saat itu juga menulis artikel panjang soal pulau “surga” ini. Majalah wanita Bild de Rau misalnya, memuat tulisan berjudul “Pulau Tersenyap di Dunia” dan koran Munchener Abendpost menulis “Bagaimana Mencapai Pulau Cubadak”.

Menurut Tom Plummer, pengelola kapal pesiar berkebangsaan Australia yang sudah lama berdomisili di Padang, banyak sekali wisatawan asing yang awalnya tidak menyangka keistimewaan Pulau Cubadak. Bahkan tak jarang para wisatawan yang datang ke Sumatra Barat pada awalnya mengeluhkan perjalanan dari Bandara Tabing ke Carocok yang lumayan melelahkan karena jalannya berbelok-belok dan banyak tikungan. “Tapi begitu sampai di Pulau Cubadak, mereka akan kaget betapa indahnya pulau ini dan sama sekali tidak menyesal pernah ke sana,” ujar Tom.

Tom yang kini juga mengelola sebuah toko olahraga di Jalan Hiligoo Padang bahkan berani mengatakan bahwa orang yang datang ke Cubadak pasti akan terkesan. Paduan olahraga air sambil menikmati kesenyapan pulau ini bakal menimbulkan kerinduan yang akan membuat pengunjung ingin kembali lagi ke sini. Nah untuk membuktikannya rasanya Anda mesti berkunjung ke sana sendiri.

Penulis : Budi Putra
Sumber : Tempo News Room

Tuesday, October 5, 2010

Indahnya Pantai Nyiur Melambai

Pantai Nyiur Melambai

Pantai berpasir putih ini terletak di kawasan bukit taratak,kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan berjarak kira-kira 25 km dari Painan atau sekitar 100 km dari Padang. Pantai ini merupakan pantai berpasir putih yang hampir tidak ada karangnya.Disini angin yang berembus agak sedikit kencang di karenakan Pantai ini merupakan pantai lepas yang lansung berhadapan dengan Samudera Indonesia tanpa ada pulau yang menghalangi di depannya. Di Pantai Nyiur Melambai ini juga ada air terjunnya yang dapat digunakan untuk mandi sesudah puas bermain air laut.

Pantai Teluk Tempurung dari kejauhan

Saat yang paling indah di pantai ini adalah disaat matahari hampir tenggelam.Sunset yang berwarna merah kekuning-kuningan membias diatas permukaan air laut,suasana yang sangat romantis ini akan selalu mengingatkan para wisatawan pada Pantai di Bukit Taratak ini.

Untuk menuju lokasi seandainya wisatawan datang dari arah Painan.Wisatawan terus menuju keselatan arah ke Batang Kapas terus menuju arah ke Surantih,sesampai di Pendakian Bukit taratak anda turun kebawah yang telah ada jalannya. Pantai yang banyak ditumbuhi pohon kelapa ini memang sudah terkenal sejak dahulunya di kabupaten Pesisir Selatan. Jika wisatawan sedang beruntung wisatawan dapat menjumpai nelayan yang sedang menarik pukat di pantai ini (cara tradisional menangkap ikan yang sudah mulai sulit di jumpai di Pesisir Selatan) Jika kita arahkan pandang ke arah utara wisatawan dapat melihan keindahan pantai nagari Taluk Limpaso Batang Kapas.

Pantai Nagari Taluk Limpaso Batang Kapas

Disini andapun dapat ikut serta pula menarik pukat tersebut,kegiatan ini mungkin akan menjadi kenangan tersendiri bagi para wisatawan. Beranjak ke atasnya di Bukit Taratak ini telah ada tempat wisata Taratak Resort,di tempat ini telah tersedia bermacam-macam permainan untuk anak-anak yang disediakan oleh pengelolahnya. Nah kalau penasaran untuk melihat keindahan pantai Nyiur Melambai,segeralah berkunjung.ke pantai rang taratak ini.

Oleh Efni Dewita (wiwik)

Lembah Harau


Lembah Harau.. dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Dari mulai saat memasuki

Lembah Harau , kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan . Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926.

Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa.


Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau ter terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan
yang acap terlihat di kawasan ini.

Kawasan Obyek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan : Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang . Pada resort Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bisa memantulkan suara (echo). Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya.


Resort Sarasah Bunta terletak disebelah timur Aka Barayun, memeliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri. Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan "Sarasah Bunta”. Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan "Sarasah Murai ". Pada Sarasah Aie Angek belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari "Sarasah Murai”.Pada Resort Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2009 belum berkembang karena direncanakan untuk Taman Safari.

Fasilitas
1. Pondok Wisata
2. Kolam Renang
3. Taman satwa Anak
4. Taman bermain anak
5. Sepeda Air 6. Gazebo
7. Areal parkir
8. Rumah Makan/warung
9. Toilet/kamar ganti
10. Souvenir Shop

Lokasi
Nagari Harau dan Nagari Tarantang, Kecamatan Harau

Kegiatan yang bisa dilakukan
Berenang, panjat Tebing, Berkemah, Melihat Binatang dan Bunga-bungaan

Atraksi pada objek wisata
Pagelaran Kesenian Tradisional, Menyaksikan Keindahan alam.


Monday, July 5, 2010

Sikuai island


Pulau Sikuai menawarkan kenyamanan dan keindahan dunia bahari karena dipulau ini telah berdiri sebuah resort yang memiliki fasilitas lengkap dengan pelayanan yang memuaskan.Sikuai Island Resort dikelilingi pohon pohon tropis yang hijau serta pasir putih yang berbaur dengan birunya laut. Dari pulau tersebut juga dapat dinikmati beberapa pulau kecil yang hijau serta pemandangan dunia bawah laut yang sangat indah. Kexotisan serta pelayanan yang ditawarkan oleh Sikuai Island Resort membuat para wisatawan seakan berada di pulau pribadi sehingga slogan "the dream become reality " sangat cocok diperuntukkan bagi resort ini.

Selain menikmati suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kota, para pengunjung dapat memulai hari – harinya di Sikuai Island Resort dengan melakukan beberapa kegiatan seperti, jogging bersama keluarga mengelilingi pulau. Tidak hanya menyehatkan, dengan berjogging pengunjung dapat melihat beberapa jenis hewan tropis seperti burung, biawak serta monyet. Snorkelling adalah alternatif kegiatan yang dapat dilakukan sambil menikmati serunya ikan laut yang berkejaran diantara terumbu karang yang berwarna-warni. Aktivitas yang melelahkan disiang hari dapat terobati dengan relaksasi di kolam renang yang terdapat dipuncak pulau sikuai sambil menikmati sun set.


Terletak di Teluk Bungus, 23 Km arah ke selatan Kota Padang. Teluk Bungus dapat dicapai dengan taxi atau angkot jurusan Bungus berhenti di Dermaga Teluk Kabung kemudian dilanjutkan dengan motor boat menyeberangi laut selama 20 menit menuju Pulau Sikuai. Selain itu perjalanan ke Pulau Sikuai juga dapat di awali dari dermaga Wisata Bahari Jalan Batang Harau.



Saturday, November 14, 2009

Rumah Adat Karo

Rumah adat di Tanah Karo menjadi obyek wisata yang sering dikunjungi turis khususnya wisatawan asing, namun sebagaimana umumnya rumah adat tua, kondisinya kini sudah mulai terancam karena tidak terawat. Banyak masyarakat Karo setempat yang pindah dari rumah adat dan membangun rumah biasa dengan pertimbangan lebih praktis. Saat ini masih terdapat sekitar 425 rumah tradisional Karo yang tersisa, tersebar di sejumlah desa antara lain di Lingga, Barusjahe, Dokan, Cingkes, Seberaya dan Suka. Seluruhnya masih dihuni, meski kondisinya sudah mulai banyak rusak dimakan usia. Jika tertarik dengan kebudayaan masyarakat Batak Karo maka dapat mengunjungi sejumlah rumah adat Karo yang terdapat di sekitar Brastagi. Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat rumat adat Batak Karo adalah Desa Lingga yang terletak di barat daya Brastagi dan hanya beberapa kilometer barat laut Kabanjahe. Anda dapat menumpang kendaraan umum dari Kabanjahe menuju Lingga.

Monday, October 5, 2009

NGARAI SIANOK

Ngarai Sianok... Sebuah obyek wisata utama di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Ngarai Sianok memiliki dua dinding bukit yang hampir tegak lurus dan berdiri berhadapan yang membentuk semacam lembah curam atau jurang dengan kedalaman sekitar 100m, lebar sekitar 200m dan panjang kurang lebih 15km. Di dasar jurang terbentang persawahan dan sungai yang berliku-liku dengan panorama yang begitu indah. Tempat yang paling populer untuk melihat keindahan Ngarai Sianok adalah Taman Panorama, Taman ini menyajikan pemandangan langsung menghadap ke Ngarai Sianok, selain itu kita juga bisa mengunjungi Goa Jepang yang di gunakan tentara Jepang sebagai tempat perlindungan selama Perang Dunia ke II. Untuk mengunjunginya sebaiknya anda menggunakan jasa Pemandu.

Akses
Ngarai Sianok terletak di kota Bukittinggi, Sumatera Barat atau kurang lebih sekitar 1 km dari pusat kota Bukittinggi. Anda bisa menggunakan mobil pribadi, atau kendaraan umum dari Bukittinggi.

Fasilitas
Bila ingin menginap anda bisa mencari hotel atau tempat penginapan di Bukittinggi, di kawasan Ngarai Sianok juga terdapat toko atau kios yang menjual cindera mata seperti kaos, tas, kerajinan tangan, dan juga lukisan pemandangan Ngarai Sianok.

Lainnya
Ngarai Sianok sangat mempesona untuk di pandang, banyak turis lokal maupun asing yang mengunjungi tempat ini, selain itu banyak fotografer dan para seniman lukis yang datang untuk mengabadikan pemandangan sekitar Ngarai Sianok. Waktu yang tepat untuk menikmati pemandangan Ngarai Sianok adalah pada pagi hari dan sore hari karena pengunjung dapat melihat keindahan alam Ngarai Sianok di padukan dengan keindahan matahari terbit di pagi hari dan matahari terbenam di sore hari.

DANAU MANINJAU


Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik dengan ketinggian sekitar 461 meter di atas permukaan laut yang mempunyai udara sejuk. Danau Maninjau dikelilingi perbukitan hijau, sawah yang membentang luas, dan rumah-rumah tradisional Minang milik penduduk, semua itu membuat pemandangan danau menjadi sangat indah untuk di pandang.

Akses
Danau Maninjau terletak di kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, terletak kurang lebih sekitar 36 km sebelah barat kota Bukittinggi, dan sekitar 140 km dari kota Padang.
Untuk menuju Danau Maninjau  anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil, menggunakan travel, atau menggunakan kendaraan umum dari kota Bukittinggi atau dari kota Padang. Bila anda menuju Danau Maninjau melalui Bukittinggi maka anda akan melewati 44 kelokan tajam yang biasa disebut kelok 44.

Fasilitas
Tempat menginap seperti Hotel, rumah-rumah penduduk yang biasa di jadikan tempat penginapan dan tentunya dengan harga murah, terdapat juga warung makan, dan restoran di sepanjang pinggir danau.

Kegiatan yang dapat dilakukan
Di Danau Maninjau anda dapat jalan-jalan di Pemukiman penduduk untuk menikmati budaya Minang yang masih kental di kalangan penduduk sekitar, berjalan menyusuri pinggiran danau atau menyewa perahu untuk memandang panorama Danau Maninjau yang indah dan menikmati udara sekitar danau yang sejuk dan menyegarkan, anda juga bisa membeli oleh-oleh seperti songket, tas, hiasan dan lainnya.