Showing posts with label Maluku. Show all posts
Showing posts with label Maluku. Show all posts

Wednesday, October 27, 2010

Situs Perahu Batu

Desa Sangliat Dol, salah satu desa dengan warisan adat yang masih sangat kental dan menarik.

Berlokasi 42 kilometer dari kota Saumlaki, ibukota Kepulauan Tanimbar yang terletak tepatnya di pesisir timur Pulau Yamdena.

Disinilah dapat kita temui peninggalan sejarah Perahu Batu dan Tangga Batu.

Entah sejak kapan Perahu Batu dan Tangga Batu ini dibuat. Bahkan orang-orang tua disini pun tidak ada yang dapat menjelaskannya. Sangat disayangkan karena penyebaran warisan di desa kami hanya melalui cerita turun temurun. Tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah." Demikian jelas Kepala Desa Sangliat Dol ketika dikonfirmasi mengenai kapan tepatnya situs ini dibuat.

Namun berdasarkan penjelasan beliau pula, diketahui bahwa sudah sangat banyak ilmuwan dari mancanegara yang sangat tertarik mengenai sejarah desa ini. Diperkirakan situs tersebut sudah ada sejak 400-500 tahun yang lalu, dengan fungsi awal yang belum terlalu jelas. Kini Perahu Batu digunakan sebagai pusat desa dimana warga akan selalu melakukan rapat-rapat desa yang penting seperti pemilihan Kepala Desa yang baru atau pembukaan lahan baru.

Terdiri dari 4 soa (marga), Ayo Wembun, Sorluri, Aryesam dan Masriat, pola pembangunan pemukiman di desa ini mengikuti pola dari Perahu Batu tersebut. Soa Aryesam dipercaya untuk duduk di kemudi kanan Perahu Batu, maka pemukiman mereka terletak pada bagian kanan belakang desa. Soa Masriat selaku tuan tanah desa duduk di kemudi kiri dan bermukim pada bagian kiri belakang desa. Demikian juga dengan Soa Ayo Wembun yang dipercaya sebagai manusia pertama yang mendarat dan bermukim di desa tersebut.

Selain Perahu Batu dan Tangga Batu yang terletak di tengah desa, ternyata masih ditemukan satu lagi situs Perahu Batu yang terletak di tepi pantai, di bawah Desa Sangliat Dol. Apa yang menarik dari Perahu Batu kedua ini karena terdapat sumur sebagai sumber mata air desa yang di anggap keramat, terletak di tengah Perahu Batu tersebut. Sangat mencengangkan melihat air tawar yang sangat bening muncul di pinggiran yang sangat dekat ke arah pantai.

Budaya Katolik berbaur animisme, kepercayaan asli suku ini. Agama Katolik masuk sekitar tahun 1920-an dibawa oleh Bangsa Portugis, sehingga dalam pelaksanaan upacara adat diawali tata cara Budaya Animisme dan diakhiri dengan doa secara Katolik.

Namun sangat disayangkan, bagian kepala perahu yang terletak di haluan telah dicuri sekitar tahun 2002 dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya, sehingga beberapa patung yang ada di situs ini disimpan di rumah tua, yaitu rumah yang ditinggali tetua adat suku ini.

Setelah selesai mengelilingi Situs Perahu Batu dan Tangga Batu ini dan menggali ini iformasinya perjalanan dilanjutkan ke obyek wisata selanjutnya. Ikuti cerita perjalanan selanjutnya.

Wednesday, September 15, 2010

Kepulauan Banda

Aku jatuh cinta dengan Kepulauan Banda, kepulauan yang terdiri dari 10 pulau-pulau vulkanik yang subur di Indonesia, ketika saya mengunjungi tempat tersebut beberapa tahun yang lalu. Aku berlayar ke sana dengan perahu layar dengan layar persegi panjang - dan menemukan bagian dari dunia yang langka yang benar-benar murni dan tenang.

Kepulauan itu dulu dijajah oleh Belanda, yang menanam pala di sana, dan untuk waktu yang lama Kepulauan Banda hampir menjadi satu-satunya sumber rempah-rempah di dunia. Diperkirakan bahwa Belanda menjual pala tersebut senilai lebih dari satu juta gulden yang didapat dari semua pulau-pulau kecil ini.



Sebagai Kepulauan hasil jajahan Belanda, pulau-pulau yang indah ini dihiasi dengan rumah-rumah kolonial Belanda, banyak di antaranya telah selamat dari jajahan berkat lokasi pulau terpencil. Terlebih lagi, mereka diberkati dengan pemandangan yang paling menakjubkan, terutama gunung berapi yang disebut Gunung Api (Fire Mountain), yang memiliki interior laguna yang indah.


Saya juga pergi ke pulau-pulau di sebuah tempat kecil bernama Ambon dan melakukan perjalanan melalui kepulauan sebagai bagian dari ekspedisi yang terdiri dari 5 orang. Kami memasak dan tidur di perahu. Namun, jika Anda mencari akomodasi, saya dapat merekomendasikan Hotel Maulana (0062 910 21022). Masakan lokalnya sangat baik. Cukup nikmat, ikan-ikan yang lezat dan buah-buahan tropis - pisang, durian, mangga yang lezat.


Cuaca yang paling bagus untuk berkinjung adalah dari bulan September sampai April, ketika laut tenang, dan di saat beberapa bagian di timur jauh sana mempunyai reputasi sebagai wilayah yg mudah utuk tindakan pembajakan, menurut pengalaman saya Kepulauan Banda cukup aman.

Jika Anda pergi berlayar di sekitar pulau,anda akan mengagumi dan melihat betapa mengagumkannya satwa liar setempat, dapat mengunjungi perkebunan pala dan pergi menyelam - menikmati karang-karang yang paling indah, belum lagi air yang paling jernih di mana Anda bisa mandi.


Menuju kesana mungkin membutuhkan perencanaan yg matang, namun tempat ini benar-benar surga dunia. Disini hanya akan terdapat beberapa turis saja, dan ini merupakan salah satu tempat dramatis, dan terindah di planet ini. Oleh: Tim Severin

Sumber: http://www.telegraph.co.uk/travel/ce...a-Islands.html