Showing posts with label Pulau. Show all posts
Showing posts with label Pulau. Show all posts

Wednesday, October 10, 2012

Tidung Island


Mungkin tidak banyak yang tahu keberadaan pulau Tidung Besar yang berada di bagian Selatan Kepulauan Seribu. Dibanding pulau lainnya seperti Ayer, Sepa, Umang, Bidadari, Kaliage Kecil atau Kotok yang masuk kategori pulau pariwisata, pulau Tidung jelas kalah populer.

Di pulau ini tidak ada resort atau hotel berbintang yang berdiri mentereng. Tapi keindahan pemandangan dan laut Tidung Besar tidak kalah cantik. Karang laut yang tersembunyi di bawah laut yang biru mampu membuat Anda lupa dengan kepenatan kota besar.

Suasana pedesaan yang tenang dan penduduk yang ramah menyapa membuat Anda merasa seperti pulang ke kampung sendiri. It’s like your own secret gateway.

Perjalanan menuju pulau Tidung dimulai dari dermaga Muara Karang. Setiap hari, pukul 7 pagi, kapal berlayar menuju pulau Tidung. Membawa penduduk yang membeli keperluan sehari-hari dan turis lokal yang tertarik mengunjungi pulau ini.


Selama 3,5 jam, Anda dibawa mengarungi lautan dengan menggunakan kapal berkapasitas 30-50 orang. Ukurannya tidak terlalu besar. Hentakan ombak terasa menghantam tubuh kapal.

Begitu sampai di dermaga pulau Tidung Besar, Anda bisa mencium udara yang segar. Tidak sumpek dan bau. Di depan dermaga ada beberapa tukang becak yang ramah menawarkan diri mengantar ke losmen. Urban Style sudah ditunggu Pak Haji Abdul Hamid. Di tangannya terselip kertas yang berisi nama calon pengisi losmen Lima Saudara yang dikelolanya.

“Jalannya tidak jauh. Paling 200 meter dari sini. Ada di samping kiri. Barang bawaannya ditaruh di becak saja,” ungkapnya.

Sesampainya di penginapan, Pak Hamid langsung menunjukkan di mana Anda bisa memesan makanan dan perahu untuk snorkeling atau diving. Ada 4 keluarga yang menyediakan katering untuk makan Anda. Ada Pak Maskur, Pak Wardi, Pak Asep dan Pak Oong. Masing-masing memiliki kelebihan.

Kami mencicipi makan siang dari katering Pak Maskur. Kami sangat penasaran saat ditawari Ayam Percikan. “Ayam digoreng dan diberi bumbu,” ungkap staf Pak Maskur mencoba mendeskripsikan menu.
Penjelasan dari staf Pak Maskur tidak membuat kami mengerti maksudnya. Setelah masakan yang dipesan datang, kami hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Ternyata Ayam Percikan yang dimaksud tak lain Ayam yang digoreng dengan menggunakan bumbu fried chicken.

Katering Pak Wardi menyediakan makanan khas pulau Tidung. Sate Odol, salah satu menu yang wajib Anda coba. Duri dan daging ikan dikeluarkan dan dipisahkan dari kulitnya. Daging ikan kemudian dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, cabai merah, garam, dan parutan kelapa muda. Dicampur dan dimasukkan kembali ke tubuh ikan lalu dibakar. Dicocol dengan sambal, muantappppp. 

Menu Ikan Garam Asam juga terasa unik. Kuahnya sedikit aneh buat lidah orang kota tapi kesegaran ikannya tidak tertandingi. Rahasia masakan ini ada pada ikan yang segar. Pagi dapat, langsung dimasak. Tidak boleh diinapkan. Ikan yang digunakan bisa apa saja. Tapi orang pulau biasanya pakai ikan tongkol. Saya punya banyak tamu yang alergi makan tongkol di Jakarta.

Tapi di sini mereka bisa makan tongkol tanpa alergi. Ikannya berbeda. Lebih segar,” papar Pak Wardi.
Jika memesan makanan dari katering, Anda tidak perlu pusing mencari mana yang paling murah. Harga yang ditetapkan sama. Lima belas ribu per orang untuk sekali makan.

Kecuali jika Anda memesan tambahan makanan. Ingin merasakan barbeque di belakang penginapan sambil menikmati angin pantai? Tinggal minta mereka menyiapkan ikan yang Anda inginkan. Jangan lupa sebutkan secara rinci apa yang Anda inginkan dan kapan Anda mau barang dikirim ke penginapan.

Snorkeling dan Mengelilingi Pulau Tetangga
Jika Anda ingin mengelilingi pulau Tidung dan snorkeling di kawasan pulau, harga sewa kapal hanya 300 ribu rupiah. Peralatan snorkeling untuk satu orang dipatok dengan harga 35 ribu rupiah. Tapi jika Anda berniat menjelajahi pulau di sekitar Tidung Besar, harga sewa kapal biasanya bertambah.
 

“Jarak ke pulau lainnya cukup jauh. Jadi BBM-nya butuh ekstra. Harga yang kami tawarkan masih wajar kok,” ungkap Amsir yang mengelola penyewaan kapal dan perlengkapan snorkeling dan diving bersama karang taruna Pulau Tidung Besar.

Amsir menyediakan pemandu yang membuat Anda betah snorkeling, meskipun Anda tergolong pemula. Mulyadi, pemandu dan nahkoda yang menemani Urban Style membuat perjalanan terasa mengasyikkan. Pria yang juga berprofesi sebagai nelayan ini tidak ubahnya Deni Si Manusia Ikan. Lautan luas seperti tempat bermainnya.

“Saya lahir di pulau ini. Sejak umur 3 tahun sudah berenang di laut. Saya dan 7 orang teman pernah terombang-ambing selama 8 hari di laut Karimun Jawa. Untung kami semua selamat,” ceritanya.

Bersama Mulyadi, kami mengelilingi titik-titik snorkeling. Ada keceriaan tersendiri saat mata memandang dari dekat ikan berwarna-warni yang berenang di sela-sela karang. Di sini, Anda lebih sering melihat ikan Napoleon.

Puas bermain di pulau Tidung Besar, kami berkunjung ke pulau Payung. Di pulau ini hanya ada 40 kepala keluarga. Ada sekolah dasar yang berdiri di tengah pulau.

“Satu kelas isinya paling 6 orang. Untuk SMP, biasanya sekolahnya di Tidung Besar dan kos di sana,” papar Mulyadi yang juga memiliki kerabat di pulau ini.

Di pulau ini, kami mendapati kelompok wanita yang mengolah sukun menjadi keripik dan dipasarkan ke Tidung Besar dan sampai ke Muara Angke. Iseng mencicipi keripik sukun, berakhir dengan memborong satu kardus keripik yang renyah dan enak.

Di sini kami juga mencicipi kerang mata tujuh dan udang zebra. Tidak hanya warna yang membuat udang zebra ini berbeda dengan udang galah. Udang ini punya capit yang bisa melumpuhkan musuh dan kaki yang berbentuk sirip. Rasa daging udang manis dan gurih.

Pernah lihat ikan Batu? Di sini kami ditunjukkan ikan yang berwarna dan bertekstur seperti batu. Jika tidak tahu mengolahnya, Anda bisa keracunan. Sehari tubuh Anda tak mampu bergerak. Menurut cerita orang pulau, jangan sampai Anda keracunan ikan batu dan bertemu dengan wanita yang sedang hamil. Bisa-bisa sakit Anda makin bertambah parah. Ikan Batu banyak diminati pembeli dari Jakarta.

Di sini juga ada ikan balon, sejenis fugu yang juga beracun jika tidak bisa mengolahnya.

Selain pulau Payung, Anda yang gemar berwisata air juga wajib singgah di pulau Karang Beras yang berjarak kurang lebih 30-45 menit dari Tidung Besar. Pemandangan dan spot untuk snorkeling atau diving di pulau tersebut tidak mengecewakan.

Bersepeda ke Tidung Kecil
Menikmati keindahan pulau Tidung Besar paling enak dilakukan dengan menyewa sepeda. Jalanan yang luasnya tidak lebih dari 3 meter memang paling nyaman buat pengendara sepeda. Jalanan sebagian besar beralaskan paving block, jadi Anda tidak perlu menguasai teknik bersepeda off road. Rasakan kesejukkan angin sore saat kaki mulai mengayuh sepeda.


Selain rumah penduduk, Anda bisa melihat pantai dan pohon kelapa di sisi kiri dan kanan jalan. Segar rasanya. Harga sewa sepeda per hari hanya 15 ribu rupiah. Tapi, pastikan Anda memeriksa remnya terlebih dulu.

Kurang lebih tiga kilometer, kami sampai di jembatan kayu yang menyambungkan pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil. Pulau Tidung Kecil tidak berpenghuni.


Pemandangan dari atas jembatan sangat indah. Menunggu sunset dari tempat ini sambil menonton warga setempat memancing pasti menjadi pengalaman unik.
(DwiHapsari.A.M.-UrbanStyle /gur)

           http://www.flickr.com

Monday, October 18, 2010

Pulau Hoga


Pulau Hoga adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan WAKATOBI wilayah Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara , Indonesia, yang juga merupakan pulau wisata bawah laut terindah di Dunia. Pulau ini terletak di timur Pulau Kaledupa.
 
Mendengar namanya, orang berpikir tiga hal itu ada kaitannya dengan Jepang. Padahal, ini tentang keindahan Indonesia di Sulawesi Tenggara. 

Mendarat di Hoga, tampak bangunan-bangunan kayu yang sederhana namun kokoh. Sejumlah bule berseliweran di ruang makan berkapasitas 60-80 orang yang dipenuhi jadwal dan instruksi berbahasa Inggris. Suasana hiruk-pikuk dengan senda gurau dalam bahasa Inggris. Padahal, itu di kepulauan Wakatobi, di ujung tenggara Pulau Sulawesi yang dari Jakarta bisa ditempuh dua hari.

Memang, orang asing itu bukan sekadar turis. Mereka rata-rata mahasiswa dan profesor peneliti program Operation Wallacea (Opwall), lembaga ekspedisi riset dan konservasi yang berbasis di Inggris.

Keindahan yang tak ternilai dari tempat ini adalah lokasinya yang terpencil, kata John Coop Direktur-Expedisi Logistik Opwall di Pulau Hoga.

Menurut John, mereka datang pada musim liburan universitas di Eropa: Maret dan Juni-September. Tiap musim jumlah mahasiswa dan relawan mencapai 400 orang sementara profesor 8-10 orang.

Kepulauan Wakatobi memang menyimpan banyak keindahan. Dulu dikenal sebagai kepulauan Tukang Besi, terdiri dari kelompok empat pulau utama yang menjadi nama Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.


Kawasan dengan luas 1.390.000 hektare yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan besar, jajaran atol dan laguna karang tersebut terkenal kepadatan habitat terumbu karang dan ikanya yang beragam. Paus dan lumba-lumba pun kerap dapat ditemui di sekitar Wangi-Wangi.

Pencinta penyu dapat meneliti di Pulau Runduma, sebelah utara Pulau Kaledupa. Di pulau yang sulit ditempuh karena jalur pelayarannya rawan gelombang, penyu-penyu hijau (Chelonia mydas) selalu turun bertelur.


Maka Opwall yang beroperasi sejak 1995 menyiapkan fasilitas tak tanggung-tanggung. Di Pulau Hoga, Opwall menyewa satu bangunan rumah panggung milik Pemerintah Daerah Wakatobi dan difungsikan sebagai kantor, ruang kelas, area belajar, perpustakaan mini, ruang komputer, laboratorium basah, restoran, bar, dan klinik pertolongan pertama. Opwall juga berkerja sama dengan operator dan lembaga kursus menyelam PADI.

Banyaknya peneliti asing membuat masyarakat di Wakatobi, juga Suku Bajo di Sampela, mengira pengunjung lokal yang berkulit kuning langsat pun sebagai orang asing.

Warga juga sangat terbiasa diwawancara. Bahkan sebagian mengaku bosan, letih. Para peneliti asing itu kadang tidak datang berkelompok tapi sendiri-sendiri. Lalu kami diminta berkumpul. Setiap orang dapat pertanyaan panjang dan banyak. Sering kami jadi tidak melaut, keluh La Diy (42) warga Desa Sembano.

Buntutnya saat mengetahui jadi obyek penelitian, mereka menjadi kritis dan mempertanyakan dampak langsung penelitian bagi masyarakat.

Padahal, umumnya para peneliti asing ini meneliti di Wakatobi untuk satu kurun waktu tertentu demi disertasi akademik mereka. Pada sisi ini masyarakat memang sekadar menjadi obyek penelitian. Namun di sisi lain, keberadaan Opwall telah membuka alternatif penghasilan dan lapangan pekerjaan baru buat masyarakat, khususnya di Hoga dan Kaledupa.

Di Hoga, saat ini terdapat 200 homestay milik masyarakat yang pasokan tamunya sebagian besar dari Opwall. Transaksi penyewaan kapal untuk penyelaman, arus pesanan sayur-mayur, menjadi tambahan penghasilan di musim ramai penelitian. Opwall juga melibatkan 81 persen staf lokal sebagai pekerja operasional. Dampak tak langsung lain adalah lancar berbahasa Inggris.

Kepulauan Wakatobi sejak 31 Juli 1996 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 393/KTps-VI/1996 ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional Laut dengan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Dengan penetapan itu, tahun 1997 Wakatobi dibagi menjadi lima zona: Zona Inti (683.500 ha), Zona Pelindung (160.500 ha), Zona Pemanfaatan (70.000 ha), Zona Pemanfaatan Tradisional (300.500 ha), dan Zona Rehabilitasi (175.000 ha).

Pembagian ini penting mengingat taman laut Wakatobi (1.390.000 ha) merupakan taman laut kedua terbesar di Indonesia, setelah Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih di Papua. Tingkat keragaman terumbu dan spesies ikan di Wakatobi juga termasuk berkepadatan tinggi, sama seperti di Taman Nasional Laut di Bunaken, Teluk Cendrawasih, dan Komodo.


Berdasarkan kajian ekologi The Nature Conservation (TNC) Indonesia Marine Program dan WWF Indonesia Marine Program 2003, di Wakatobi terdapat 396 jenis karang batu penyusun terumbu karang dan 590 jenis ikan. Ini karena ada Laguna Karang Kaledupa, laguna terluas dan terpanjang di Indonesia.

Di laguna karang ini komunitas karang yang tidak umum dan spesies ikan berada pada keragaman yang paling tinggi. Keindahan dapat dinikmati di 27 titik lokasi penyelaman di mana terumbu karang secara umum dalam kondisi sehat. 
 
 
Tak heran bila Wakatobi dikenal sebagai salah satu lokasi impian penyelaman. Namun, penyelam lokal biasanya jadi minder begitu penyelam asing bercerita.

Begitulah. Para penyelam mancanegara rupanya lebih mengerti bahwa Indonesia memiliki dunia bawah laut yang amat indah.


Akses
bagi  yang ingin kesana bisa mencapai Pulau Hoga dapat ditempuh lewat perjalanan laut dengan beberapa alternatif, yaitu:
  • Kendari ke Pulau Hoga via P. Wangi-Wangi (Wanci), dengan kapal kayu yang berangkat dari pelabuhan Kendari 2 kali seminggu. Waktu tempuh ± 15 jam.
  • Kendari ke Bau-Bau (Buton) via Raha (Muna) dengan kapal cepat (± 4 jam) dilanjutkan dengan naik kapal ke Wanci dengan kapal kayu (± 3 jam) atau speed boat carteran (± 4 jam langsung ke P. Hoga).

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5275888

Sunday, October 17, 2010

Eksotika Pulau Sabang


Pulau Weh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pulau Sabang terletak di kawasan paling barat di Indonesia. Terletak di sebelah utara pantai barat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kurang lebih 35 mil dari ibukota provinsi, Banda Aceh. Penduduk pulau ini berjumlah kurang lebih 24 ribu jiwa. Mata pencaharian mayoritas penduduk setempat adalah nelayan dan pegawai negeri. Beberapa tempat tujuan pariwisata di pulau ini antara lain adalah Iboih, Keuneukai, Gapang, Ujong Kareung dan tempat pemandian air hangat Anoi Itam serta pantai sumur tiga. Taman laut di pulau ini memiliki terumbu karang yang mengelilingi pulau kecil bernama Rubiah. 


Taman rekreasi Iboih terletak di pantai barat pulau Weh. Taman tersebut memiliki hutan pantai dan hutan tropis dataran rendah. Di daerah Ukong Murong (daerah sekitar Iboih), terdapat sebuah gunung berapi kecil, air terjun dan gua yang dihuni oleh burung, kelelawar dan ular. Selain Keindahan bahari, Pulau Weh memiliki tugu NOL Kilometer. Titik kilometer nol yang terdapat di pulau Weh ini sebenarnya bukanlah merupakan titik paling barat Indonesia. Pulau yang terletak di ujung paling barat Indonesia adalah Pulau Rondo. Namun dikarenakan pulau Rondo tidak berpenghuni, maka tugu kilometer nol dibangun di pulau Weh.


Kota Sabang terletak di pulau ini. Di pulau ini juga terdapat tugu kilometer nol sebagai tanda kilometer nol sebagai hasil pengukuran dari Badang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tugu ini terletak di ujung barat pulau Weh dan diresmikan Wakil Presiden Try Sutrisno pada tanggal 9 September 1997. Posisi tugu berada di atas bukit yang tubirnya berada persis di tepi laut, 29 km dari pusat kota Sabang. Atau tepatnya, tugu itu berada di desa Iboih, kecamatan Sukakarya Ujung Ba'u. Dari titik kilometer nol ini, seseorang bisa langsung melihat ke laut lepas. 


Dapat dilihat juga tiga buah pulau kecil yang sebelum tsunami merupakan satu kesatuan. Pada tahun 1970-an, pemerintah menetapkan Sabang sebagai salah satu pelabuhan bebas bea (free trade zone) di Indonesia dan hal ini sempat membuka kegiatan di Sabang menjadi marak kembali. Namun pada tahun 1986 status Sabang sebagai pelabuhan bebas bea dihapuskan dan kota ini kembali menjadi kota nelayan. Sesuai dengan informasi yang saya terima dari penduduksekitar satu-satunya kegiatan ekonomi, selain penangkapan ikan (nelayan), yang terdapat di Pulau Weh adalah kerajinan perabotan dari rotan.


Untuk menuju Pulau Sabang, di tempuh dengan jarak ± 45 Menit dari Dermaga Ule Lheu Kota Banda Aceh, dengan menggunakan Kapal Cepat dengan ,jam keberangkatan adalah jam 09.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif Ekonomi : Rp.60.000 dan VIP Rp. 75.000. Atau bisa juga dengan Kapal Lambat KMP BRR dengan Biaya 25.000 Untuk kelas Ekonomi dan 40.000 Kelas VIP. kalau saya milih yang ekonomi, lebih murah dan bisa di Dak Kapal. Lebih asik menikmati suasana perjalanan. Dengan KMP BRR perjalanan di Tempuh sekitar 2 Jam. Setiba di Balohan (Dermaga Pulau Sabang), sudah menunggu beberapa angkutan umum seperti taxi dan ompengan lain, untuk menuju kota sabang, perorang akan di pungut biaya sebesar Rp. 30.000 kita akan diantar ke lokasi yang akan kita tuju. 

Untuk yang baru pertama kali ke pulau ini, tidak usah kuatir, pengendara akan mengantar anda ke Hotel di pusat kota atau tempat lain sesuai dengan keinginan kita. Tentu akan ada renegosiasi ulang untuk ongkos antarnya.


Tuesday, September 21, 2010

PULAU BOBALE

 foto: Aderius Sero
Pulau Bobale adalah sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh di depan Desa Daru Kecamatan Kao. Pulau dengan hamparan pasir putih luas ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata favorit para penyelam oleh karena taman lautnya yang menawan. Terumbu karang dan beragam biota laut dengan kedalaman 2-10 meter dapat ditemukan di perairan sekitar pulau ini.

Tercatat ada lebih dari satu titik selam yang berada di sekitar perairan pulau ini. Air laut di perairan Bobale sangat jernih sehingga sampai pada kedalaman 2 meter anda masih dapat melihat dasar laut dengan jelas.

Di Pulau Bobale juga banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan Jepang semasa Perang Dunia II. Bunker 3 ruangan berukuran sedang yang terletak di tebing pantai dapat dijumpai di pulau ini.
Bagaimana transportasi ke sana?
Desa Daru di wilayah Kao (± 57 Km selatan Tobelo) adalah akses masuk ke Bobale. Dari pelabuhan Daru, Pulau Dodola hanya sekitar 20 menit dengan menyewa speedboat dari penduduk setempat.

Penting untuk diperhatikan!
Anda diminta untuk tidak berpijak di atas bunga karang apabila sedang menyelam. Apabila harus berpijak, carilah dasar pijakan yang tidak menyebabkan kerusakan pada bunga karang.
Untuk kegiatan snorkeling dan menyelam anda harus membawa perlengkapan sendiri.
Official Website of  North Halmahera Tourism: http://www.halmaherautara.com

Wednesday, September 15, 2010

Kepulauan Banda

Aku jatuh cinta dengan Kepulauan Banda, kepulauan yang terdiri dari 10 pulau-pulau vulkanik yang subur di Indonesia, ketika saya mengunjungi tempat tersebut beberapa tahun yang lalu. Aku berlayar ke sana dengan perahu layar dengan layar persegi panjang - dan menemukan bagian dari dunia yang langka yang benar-benar murni dan tenang.

Kepulauan itu dulu dijajah oleh Belanda, yang menanam pala di sana, dan untuk waktu yang lama Kepulauan Banda hampir menjadi satu-satunya sumber rempah-rempah di dunia. Diperkirakan bahwa Belanda menjual pala tersebut senilai lebih dari satu juta gulden yang didapat dari semua pulau-pulau kecil ini.



Sebagai Kepulauan hasil jajahan Belanda, pulau-pulau yang indah ini dihiasi dengan rumah-rumah kolonial Belanda, banyak di antaranya telah selamat dari jajahan berkat lokasi pulau terpencil. Terlebih lagi, mereka diberkati dengan pemandangan yang paling menakjubkan, terutama gunung berapi yang disebut Gunung Api (Fire Mountain), yang memiliki interior laguna yang indah.


Saya juga pergi ke pulau-pulau di sebuah tempat kecil bernama Ambon dan melakukan perjalanan melalui kepulauan sebagai bagian dari ekspedisi yang terdiri dari 5 orang. Kami memasak dan tidur di perahu. Namun, jika Anda mencari akomodasi, saya dapat merekomendasikan Hotel Maulana (0062 910 21022). Masakan lokalnya sangat baik. Cukup nikmat, ikan-ikan yang lezat dan buah-buahan tropis - pisang, durian, mangga yang lezat.


Cuaca yang paling bagus untuk berkinjung adalah dari bulan September sampai April, ketika laut tenang, dan di saat beberapa bagian di timur jauh sana mempunyai reputasi sebagai wilayah yg mudah utuk tindakan pembajakan, menurut pengalaman saya Kepulauan Banda cukup aman.

Jika Anda pergi berlayar di sekitar pulau,anda akan mengagumi dan melihat betapa mengagumkannya satwa liar setempat, dapat mengunjungi perkebunan pala dan pergi menyelam - menikmati karang-karang yang paling indah, belum lagi air yang paling jernih di mana Anda bisa mandi.


Menuju kesana mungkin membutuhkan perencanaan yg matang, namun tempat ini benar-benar surga dunia. Disini hanya akan terdapat beberapa turis saja, dan ini merupakan salah satu tempat dramatis, dan terindah di planet ini. Oleh: Tim Severin

Sumber: http://www.telegraph.co.uk/travel/ce...a-Islands.html

Monday, July 5, 2010

Sikuai island


Pulau Sikuai menawarkan kenyamanan dan keindahan dunia bahari karena dipulau ini telah berdiri sebuah resort yang memiliki fasilitas lengkap dengan pelayanan yang memuaskan.Sikuai Island Resort dikelilingi pohon pohon tropis yang hijau serta pasir putih yang berbaur dengan birunya laut. Dari pulau tersebut juga dapat dinikmati beberapa pulau kecil yang hijau serta pemandangan dunia bawah laut yang sangat indah. Kexotisan serta pelayanan yang ditawarkan oleh Sikuai Island Resort membuat para wisatawan seakan berada di pulau pribadi sehingga slogan "the dream become reality " sangat cocok diperuntukkan bagi resort ini.

Selain menikmati suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kota, para pengunjung dapat memulai hari – harinya di Sikuai Island Resort dengan melakukan beberapa kegiatan seperti, jogging bersama keluarga mengelilingi pulau. Tidak hanya menyehatkan, dengan berjogging pengunjung dapat melihat beberapa jenis hewan tropis seperti burung, biawak serta monyet. Snorkelling adalah alternatif kegiatan yang dapat dilakukan sambil menikmati serunya ikan laut yang berkejaran diantara terumbu karang yang berwarna-warni. Aktivitas yang melelahkan disiang hari dapat terobati dengan relaksasi di kolam renang yang terdapat dipuncak pulau sikuai sambil menikmati sun set.


Terletak di Teluk Bungus, 23 Km arah ke selatan Kota Padang. Teluk Bungus dapat dicapai dengan taxi atau angkot jurusan Bungus berhenti di Dermaga Teluk Kabung kemudian dilanjutkan dengan motor boat menyeberangi laut selama 20 menit menuju Pulau Sikuai. Selain itu perjalanan ke Pulau Sikuai juga dapat di awali dari dermaga Wisata Bahari Jalan Batang Harau.



Sunday, November 8, 2009

Pulau Umang

Ingin berlibur di pulau berpasir putih dan nyaman? Pulau Umang mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Pulau ini terletak di sebelah selatan Ujungkulon, Banten. Untuk mencapai pulau ini Anda harus naik perahu yang telah disediakan. Perjalanan menggunakan perahu ini hanya sekitar 5 menit karena jaraknya yang memang tidak jauh. Pulau ini menyajikan hal-hal yang menarik untuk liburan kita.

Sambil menyusuri dermaga menuju pulau, kita akan melihat pasirnya yang putih dan birunya laut. Pemandangan pantai yang indah, sehingga tempat ini juga bisa dipakai dalam foto prewedding. Ketika sampai di lobby, Anda akan langsung disambut dengan minuman selamat datang yang berupa juice dan handuk basah yang segar. Sangat menyegarkan setelah harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam dari Jakarta. Pengelola juga menyediakan transportasi dari Jakarta bila kita enggan menggunakan kendaraan sendiri.

Di pulau ini terdapat resort atau villa. Suite tempat bermalam sangat nyaman. Setiap villa terbagi 2 sama besar dengan pintu sebagai penghubung. Ruang tamu yang dilengkapi sofa membuat kita dapat lebih menikmati saat berkumpul di ruangan ini. Kamar mandi bergaya pedesaan, dengan hiasan dari tanah liat yang berkesan alami. Pada lantai atas, terdapat tempat tidur yang sangat romantis dengan bagian atas dari kaca, sehingga kita dapat memandang bintang pada malam hari.

Pulau ini memang tidak besar, hanya seluas 5 hektar, tapi fasilitas yang tersedia cukup lengkap Bagi yang senang bermain air dan olahraga, Anda dapat bermain jet ski, banana boat, atau snorkeling. Ada juga kolam renang yang berbatasan dengan pantai, jadi sambil berenang kita juga bisa menikmati indahnya pantai. Selesai berenang, tersedia jacuzzi untuk memijat tubuh yang pegal. Bila Anda senang untuk bermalas-malasan, ada juga paket spa, dimana kita dapat menikmati pijat dengan aromaterapi disertai suara deburan ombak.

Perairan di pulau ini masih banyak terdapat ikan. Di dekat dermaga, kita dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Ini dapat menjadi tempat untuk Anda yang mempunyai hobby memancing. Untuk anak-anak, ada juga berbagai permainan untuk anak seperti ayunan, trombolin, dll.

Kita juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan masing-masing suites tempat kita menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset. Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam cafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.

Dekat dengan pulau Umang, terdapat pulau Oar. Pulau ini belum terlalu dikelola dan masih sangat alami. Berbagai jenis kerang-kerangan masih banyak di tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kapal nelayan yang disediakan dari Pulau Umang.

Sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan, terdapat juga toko yang menjual berbagai souvenir berupa kaos atau topi yang berlogo Pulau Umang. Ada juga pajangan dari kerang dan gantungan kunci. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, jadi tidak akan menguras kantong kita.

Pulau Umang memang tempat yang cocok untuk honeymoon, liburan bersama keluarga atau outing. Hanya saja, perjalanan menuju pulau ini yang dirasa masih kurang nyaman. Selain jaraknya yang jauh, jalan yang harus dilewati berkelok-kelok dan naik turun. Jalanan juga masih sepi dan hanya untuk 2 kendaraan. Jadi Anda harus berhati-hati dalam perjalanan.

sumber: kumpulan.info/wisata.htm

Monday, October 5, 2009

PULAU SAMOSIR

Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatra Utara. Sebuah pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis, Pulau samosir menyajikan pemandangan Danu Toba yang indah serta alam pegunungan yang masih asri, terdapat juga banyak  wisata sejarah dan wisata budaya yang unik dan menarik untuk di kunjungi.

TUK TUK
Hampir semua wilayah di kabupaten Toba Samosir ini memiliki daya tarik wisata. Tuk Tuk merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Pulau samosir. Tuktuk adalah pusat konsentrasi turis di Pulau Samosir. Di Tuk Tuk yang terletak berhadapan langsung dengan Parapat di seberang danau berderet hotel dan restoran didirikan di tepi danau di sepanjang jalan yang mengelilingi semenanjung. Di Tuk Tuk anda dapat menikmati keindahan alam baharinya yang masih asri, menikmati kesejukan pegunungan yang masih hijau, dan menikmati kesegaran udara dingin serta birunya Danau Toba.

Akses
Tuk Tuk berada di kabupaten Toba Samosir, terletak di Pulau Samosir, dan berada di seberang kota Parapat
Dari kota Medan dapat menyewa mobil atau menggunakan kendaraan umum menuju Parapat yang memakan waktu 4 jam. Dari Parapat, Tuktuk dapat di capai dengan feri penyeberangan dalam waktu 1 jam. Selain perhubungan air, Pulau Samosir juga dapat dicapai lewat jalan darat melalui Pangururan yang menjadi tempat di mana Pulau Samosir dan Pulau Sumatera berhubungan.

Fasilitas
Hotel, Rumah-rumah Penginapan, Restoran dan Rumah makan, Toko Souvenir yang menjual kain tenun ulos serta ukiran-ukiran dan lainnya, tempat penyewaan sepeda maupun sepeda motor untuk berkeliling Pulau samosir dengan harga terjangkau, kendaraan umum, ada juga ojek yang dapat disewa untuk berkeliling Pulau Samosir.

Kegiatan yang dapat dilakukan
Dari Tuk Tuk anda dapat menyewa sepeda maupun sepeda motor, bisa juga  menggunakan ojek atau dapat manaiki kendaraan umum untuk berkeliling mengunjungi tempat-tempat wisata yang berada di Pulau Samosir.

AMBARITA
Ambarita yang terletak beberapa kilometer di sebelah utara Tuk Tuk terdapat Desa Siallagan. Disini dapat dijumpai rumah-rumah adat masyarakat Batak yang masih asli terdapat juga kursi dan meja persidangan masyarakat zaman dulu yang terbuat dari batu dan telah berusia tua yang  diletakkan secara melingkar. Dahulu tempat ini adalah tempat pertemuan antara pemuka desa dimana berbagai masalah dibicarakan dan diselesaikan. Serta menjadi tempat untuk mengadili orang yang bersalah untuk menerima hukuman.

TOMOK
Di Tomok yang berjarak beberapa kilometer di selatan Tuk Tuk terdapat sejumlah rumah tradisonal Batak dan makam-makam tua yang terbuat dari batu, seperti makam Raja Sidabutar penguasa kawasan Tomok pada masa itu. Disini juga dapat ditemui peti mati dari batu yang dihias dengan berbagai ukiran.

Sunday, October 4, 2009

KEPULAUAN SERIBU

Kepulauan Seribu terletak di laut utara Jakarta dan merupakan tujuan wisata yang populer untuk di kunjungi di sekitar Jakarta. Kepulauan Seribu menyimpan sejuta keindahan untuk di telusuri, mulai dari kawasan pantainya yang begitu indah seperti pantai-pantai yang terdapat di Bali, lautnya yang jernih, serta kawasan hutan yang menakjubkan. Pulau-pulau yang merupakan tujuan wisata di kawasan Kepuluan Seribu seperti Pulau Bidadari, Pulau Ayer, Pulau Cipir, Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Putri, Pulau Pramuka, Pulau Kotok. Dan pulau yang sering di kunjungi adalah Pulau Bidadari yang mempunyai berbagai fasilitas yang lengkap.

Akses
Kepulauan Seribu berada di laut utara Jakarta. Untuk menuju ke Pulau terdekat anda dapat berangkat dari Marina Ancol menggunakan speedboat kurang lebih memakan waktu sekitar 45 menit. Selain itu terdapat juga transportasi dengan biaya murah yang biasa beroprasi dari Muara Angke, Kamal dan Dadap.

Fasilitas
Hotel atau Resort, restoran, jet sky, paraselling, banana boat, sepeda sewaan, dll.

Kegiatan yang dapat dilakukan
Kepulauan Seribu memliki keindahan laut dan alam yang menakjubkan. Di Kepulauan Seribu pengunjung dapat berkeliling menikmati keindahan pulau, berenang di lautan yang jernih, memancing, bermain jetski, bananaboat, atau bisa juga menyelam(diving) atau snorkling. Selain itu pengunjung bisa mengunjungi pulau-pulau lainnya menggunakan kapal dengan biaya yang terjangkau. Bila ingin melihat pelestarian penyu sisik, anda bisa mengunjungi Pulau Pramuka. Kepulauan Seribu juga menjadi tempat pelestarian satwa burung elang dan Muncak, budi daya ikan kerapu, karang hias, dan budi daya kelautan lainnya. Kepulauan Seribu merupakan surga alam yang menakjubkan.


PULAU BIDADARI

Menikmati liburan nyaman dengan suasana pulau dan pantai yang asli, tak perlu jauh-jauh ke Bali. Karena di Pulau Bidadari semuanya tersedia.

Pulau yang terletak di kawasan Pulau Seribu ini menawarkan banyak kejutan. Selain suasana yang tenang jauh dari kebisingan, keasrian alam dengan banyaknya pepohonan, juga kenyamanan tempat peristirahatan. Pulau ini bisa di capai 45 menit melalui Pantai Ancol, Jakarta Utara.

Di Pulau Bidadari telah banyak fasilitas pendukung liburan. Mulai dari restoran, tempat penginapan, hingga fasilitas permainan menarik seperti jet sky, paraselling, banana boat. Bahkan untuk pengunjung yang enggan berkeliling pulau dengan berjalan kaki telah di sediakan sepeda sewaan. Selain itu anda bisa mengunjungi benteng peninggalan zaman Belanda atau melihat pohon yang telah berusia ratusan tahun.

Berbagai fasilitas yang di bangun di tempat itu tentu saja tidak mengubah keaslian dan keasrian alam pulau. Pulau Bidadari juga banyak di kunjungi para pasangan yang ingin mengabadikan foto preweeding. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Bali jika di dekat Jakarta ada pulau yang hampir sama keindahannya dengan Pulau Bali.