Showing posts with label Banten. Show all posts
Showing posts with label Banten. Show all posts

Tuesday, November 1, 2011

Masjid Pintu Seribu

Nama aslinya Masjid Nurul Yakin. Lokasinya di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Cukup mudah dijangkau dengan mobil. Hanya beberapa menit dari pusat Kota Tangerang. Disebut Masjid Pintu Seribu karena memiliki begitu banyak pintu. Bahkan, pengelola masjid pun tidak tahu persis berapa jumlah pintu yang ada. Karena mereka tidak pernah menghitung jumlah pintu yang ada di masjid itu.

Dari segi usia, masjid ini tergolong muda. Didirikan sekitar tahun 1978. Pendirinya seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan Al-Faqir. Semua pembiayaan ia tanggung sendiri. Sebagai penghormatan, warga sekitar memberinya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam. Kabarnya, Al-Faqir juga sedang membangun masjid serupa di Karawang, Madiun, dan beberapa kota lain di Indonesia.
 
Pembangunan masjid ini bahkan tidak memakai gambar rancang. Tidak ada disain dasar yang bisa menampilkan corak arsitektur tertentu. Ada pintu-pintu gerbang yang sangat ornamental mengikuti ciri arsitektur zaman Baroque, tetapi ada juga yang bahkan sangat mirip dengan arsitektur Maya dan Aztec.
Sekarang, bangunan mesjid ini sudah mencapai luas sekitar satu hektar. Diharapkan akan semakin banyak warga kampung mewakafkan tanahnya untuk memperluas bangunan mesjid di masa datang. Di beberapa pintu, tampak ornamen dengan angka 999. Menurut Pak Karim, salah seorang pengurus, angka itu merupakan simbolisasi asma Allah.

Di antara pintu-pintu masjid terdapat banyak lorong sempit dan gelap yang menyerupai labirin. Di ujung lorong ada beberapa ruang berukuran sekitar 4 kali 3 meter persegi. Ruang-ruang diberi nama, antara lain, Fathulqorib, Tanbihul-Algofilin, Safinatul-Jannah, Fatimah, dan lain-lain.

Salah satu ruang bawah tanah itu ada yang agak luas. Di sini terdapat sebuah tasbih superbesar dari kayu. Garis tengah masing-masing butir tasbihnya sekitar 10 sentimeter. Atau sekitar kepalan orang dewasa. Ruang ini biasa dipakai Al Faqir untuk berzikir.

Biasanya, pemandu sengaja mematikan lampu di ruangan itu, dan mengajak yang hadir untuk membayangkan saat-saat di alam kubur yang begitu sempit, pengap, dan gelap. Kemudian ia mengajak berdoa bersama dalam keheningan dan kegelapan. Semua lorong-lorong itu akhirnya menuju sebuah ruang terbuka yang mirip stadion sepak bola. Di tempat inilah dilakukan shalat berjamaah.

sumber:  http://www.gallerydunia.com

Monday, January 10, 2011

Curug Gendang (Pandeglang, Banten)

Curug Gendang merupakan tempat yang cukup bersejarah bagi perjuangan bangsa pada masa penjajahan Belanda dahulu. Menurut cerita orang-orang sekitar, Tempat Wisata Alam (TWA) yang saat ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara ini sempat dipakai sebagai wilayah persembunyian para pahlawan saat peperangan.

Berada di ketingian 170 meter dari permukaan laut dan jauh dari keramaian kota, suara gemuruh air terjun yang mata airnya berasal dari hulu Gunung Pangajaran terasa sangat mempesona. Air terjun setinggi 7 meter dengan kedalaman 13 meter dan luas 10 meter yang berada di daerah Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang itu bernama Curug Gendang.

Curug berarti air terjun dan menurut kepercayaan penduduk setempat, suara jatuhnya air terjun itu mirip sekali dengan suara tambur atau gendang. Maka air terjun yang semula bernama Curug Citajur itu lebih dikenal dengan sebutan Curug Gendang.

Dari jalan raya Carita, dengan jarak 2 kilometer untuk menuju Curug Gendang, diperlukan waktu sekitar 30 menit berkendaraan. Tapi kemudian kendaraan harus ditinggalkan di area parkir dan pengunjung yang ingin menikmati jernihnya air Curug Gendang mesti rela ber-off-road ria alias berjalan kaki. Hati-hati, jalan setapak yang ditempuh berbatu juga licin, karena kelembaban hutan dataran rendah yang selalu membasahi jalan.Sekitar satu kilometer perjalanan berliku, menanjak dan menurun menuju lokasi akan menjadi pengalaman penjelajahan tersendiri karena sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan yang terhampar. Berbagai macam tanaman yang tumbuh liar, seperti pohon durian dan sebagainya membawa suasan sejuk yang alami. Kicauan suara burung juga aneka satwa seperti monyet yang berkeliaran juga memberi kesan keasrian lokasi Curug Gendang.

Tidak hanya itu, jalan setapak di antara punggung-punggung gunung di pinggir jurang menuju curug juga memberikan pemandangan lautan yang terbentang luas, hijaunya pepohonan di kaki bukit bahkan Gunung Krakatau yang tampak dikejauhan. Panorama alam yang patut diabadikan.

GendangBeratraksi atau Berkemah

Tiba di lokasi, gemuruh dan percikan air terjun Curug Gendang mulai menyapa. Jernihnya air membuat siapapun pengunjung ingin segera menikmatinya dengan merendamkan kedua kaki setelah penat berjalan. Airnya terasa dingin dan menyejukkan. Ingin dilanjutkan dengan merendam seluruh tubuh atau mandi?

ada anak-anak kampung yang juga berkunjung ke Curug Gendang, kita akan menyaksikan atraksi gratis dari mereka yakni terjun bebas dan berenang di bawah air terjun. Mereka sangat pandai melakukan itu.

Di sekitar lokasi air terjun juga tersedia areal yang kerap kali digunakan pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar Rp.10.000 per orang untuk satu malam. Bagi mereka yang ingin merasakan petualangan di alam luar, menginap di lokasi Curug Gendang patut dicoba.

Sunday, September 26, 2010

TANJUNG LESUNG Wisata Patai yang Eksotis


Kawasan wisata Tanjung Lesung Ujung Kulon memang sudah dikelola secara profesional dan terpadu oleh pengembang. Masuk akal jika semuanya serba tertata rapi dan teratur. Fasilitas yang ada juga sangat lengkap. Sarana akomodasi bisa dipilih sesuai kemampuan kantung Anda, mau rumah singgah yang bertarif 200 ribu atau hotel dan villa mewah dengan tarif 3 juta per malam terdapat di sana. 
Mengunjungi obyek wisata di tanjung lesung rasanya tidak cukup satu hari. Banyaknya pilihan wisata ditawarkan dari area wisata yang luasnya mencapai 1500 hektar ini. Semua serba indah dan menyenangkan. Lokasinya berupa daratan yang menjorok kelaut, mirip ujung lesung(alat penumbuk padi). Karena bentuknya maka orangpun menyebut sebagai tanjung lesung.
 


Menikmati pantai Tanjung Lesung Ujung Kulon yang landai, berpasir putih dan air kebiruan merupakan suguhan utama. Ombaknya tidak terlalu besar karena pantai tidak langsung menghadap samudra bebas namun di Selat Sunda. Air pantainya sangat jenih dan tidak terlalu dalam sehingga tanpa menyelampun Anda bisa melihat aneka jenis ikan berenang disela-sela terumbu karang. Tidak puas memandang ikan dari atas dermaga, menyelam bisa dijadikan pilihan berikutnya. Hanya dengan merogoh kocek 100-200 ribu Anda sudah dapat menyewa peralatan menyelam dan diantar dengan perahu ke lokasi menyelam. Jika datang berkelompok, aktifitas olahraga seperti bermain voly pantai bisa dilakukan di pasir putih yang terbentang sepanjang pantai. 


Belum puas memandangi ombak dari bibir pantai, jangan ragu untuk menguji adrenalin dengan bermain jet ski . Jika tidak cukup nyali, coba perahu kayak, banana boat atau pedal boat. Memancing bisa menjadi kegiatan menarik berikutnya, baik di pantai maupun di kolam khusus pemancingan. Hasilnya bisa langsung dibawa ke rumah makan atau restoran di pinggir pantai untuk dimasak sesuai keinginan. Sebagian wisatawan memanggang sendiri di tepi pantai, hmm...., aroma semerbak ikan bakarpun pasti membuat perut Anda keroncongan.
 

Akses 
Jika Anda melakukan perjalanan dari Jakarta melalui tol Jakarta-Merak, sebaiknya keluar melalui pintu tol Serang Timur Dari sini, ambil rute ke pandeglang, selanjutnya menuju labuan. Dari jalan Raya Labuan, teruskan perjalanan menyusuri jalan Raya Tanjung Lesung. Walaupun Anda belum pernah kesana, jangan takut kesasar karena setiap persimpangan jalan terdapat rambu-rambu jalan yang menunjukkan arah ke tanjung lesung.


Hampir semua ruas jalan berupa jalanan aspal mulus hingga lokasi. Setelah Pandeglang menuju Labuan, mata Anda akan dimanjakan pemandangan alam pedesaan yang indah. Di kanan kiri jalan terbentang sawah dengan tanaman padi yang terlihat menguning. Di kejauhan nampak gunung terlihat menjulang diselimuti awan.

sumber: http://budiboga.blogspot.com
photo: flickr.com >> 1, 2, 3, 4


Tuesday, September 14, 2010

Menyusuri Pantai Di Desa Sawarna


Tanjung Layar
Pantai pasir putih yang indah dipadu dengan ganasnya ombak Laut Selatan dapat Anda temui di Desa Sawarna. Susuri pantainya, maka Anda akan jatuh cinta.

Berada dalam perjalanan selama 9 jam dari Jakarta, beberapa jam diantaranya terguncang-guncang akibat jalanan yang rusak, tidak menyurutkan semangat saya untuk mengunjungi Desa Sawarna. Saya selalu berkeyakinan bahwa semakin susah sebuah tempat untuk dikunjungi maka tempat itu akan semakin indah. Dan lagi-lagi keyakinan saya tidak salah. Desa Sawarna punya jajaran pantai terbaik yang akan memuaskan Anda.

Desa Sawarna adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Desa yang berarti satu warna ini terletak di ujung provinsi Banten dan berada tepat di 237 km Barat Daya Jakarta. Desa Sawarna berpenduduk sekitar 5.700 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan, selain menjadi peternak hewan seperti kambing dan kerbau.

Hawa petualangan sudah terasa sewaktu saya tiba di Desa Sawarna. Untuk memasuki desa, saya harus meniti jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membelah Sungai Sawarna. Jembatan yang menghubungkan desa dengan jalan raya ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor atau dengan berjalan kaki. Saya harus berjalan pelan dan memegang tali jembatan dengan hati-hati karena jembatan akan bergoyang jika dilalui. Setelah berhasil melewati jembatan, maka perjalanan saya menyusuri pantai dimulai.

Surga pecinta Surfing di pantai Ciantir

Alangkah menyenangkan jika perjalanan menyusuri pantai dimulai dengan berburu matahari terbit di Pantai Ciantir. Bunyi gemuruh ombak menyambut kedatangan saya. Kelembutan pasir putih di Pantai Ciantir seakan sebuah permadani penyambutan bagi pengunjung yang ingin menikmati matahari terbit disana. Sang mentari yang muncul perlahan dari balik jajaran pucuk pohon nyiur dengan latar belakang langit yang bersih adalah pemandangan mempesona yang bisa Anda dapatkan.

Setelah matahari sudah mulai meninggi, saya mulai mengeksplorasi Pantai Ciantir. Pantai ini memiliki garis pantai sekitar 3 km dan berada di ujung selatan Desa Sawarna. Di Pantai Ciantir ini Anda dapat melihat jajaran perahu nelayan sehabis melaut yang dicat dengan warna-warni cerah. Perahu-perahu ini ditambatkan tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan yang menempati bangunan yang sederhana.

Di Bulan Agustus–September, jika beruntung, Anda akan disuguhi pemandangan para peselancar yang bergerak lincah diantara ombak. Pantai Ciantir memang terkenal memiliki ombak Laut Selatan bergelombang besar yang cocok untuk berselancar. Tak heran, Pantai Ciantir merupakan salah satu tujuan favorit peselancar dari mancanegara. Puas menikmati keahlian para peselancar menaklukan ombak, saya melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Layar.

Pantai Tanjung Layar ditandai oleh dua buah batu besar yang menyerupai layar kapal. Batu Layar ini letaknya terpisah dari pantai kira-kira sejauh 50 meter. Di belakang Batu Layar terdapat gugusan karang yang memanjang yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Dari bibir pantai, Anda dapat dengan mudah menyeberang untuk mencapai batu Tanjung Layar. Tapi jika air laut sedang pasang, Anda mungkin akan mengalami kesulitan menyeberang. Di Batu Layar ini Anda perlu berhati-hati. Ombak disini begitu besar dan ganas. Lengah sedikit, anda bisa terseret ombak. Namun Pantai Tanjung Layar adalah tempat terbaik untuk memuaskan hobi fotografi anda. Keunikan bentuk batu layar dan karang pemecah ombak dapat menjadi obyek foto yang menarik. Atau Anda bisa mencoba memotret sang ombak yang terpecah di sela-sela karang. Sungguh luar biasa!

Pantai di Tanjung Layar yang berbatu-batu ini juga terdapat banyak fosil kerang dan batu hias. Anda bisa mengumpulkan fosil kerang ini untuk penghias akuarium Anda di rumah atau sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Selepas Pantai Tanjung Layar, saya meneruskan perjalanan menuju Pantai Legon Pari. Untuk menuju Pantai Legon Pari, saya harus melewati sebuah karang besar yang menjorok ke laut. Oleh warga setempat, karang ini dinamai Karang Bodas. Untuk melalui Karang Bodas, saya harus melalui medan yang agak sulit. Banyak batu besar dan juga karang yang menyulitkan perjalanan. Anda harus melangkah hati-hati di batu-batuan yang licin. Ombak yang sesekali menghempas membuat Anda harus siap untuk berbasah-basah ria. Sesekali saya juga mendapati ikan-ikan kecil dan binatang laut di sela-sela karang.

Setelah melewati Karang Bodas, Anda akan disuguhi hamparan pasir putih dan tanaman perdu di sisi-sisi pantai. Disini juga terdapat deretan karang unik yang menyerupai gigi. Jangan berhenti, lanjutkan perjalanan Anda dan temukan kesejukan Pantai Legon Pari.
Seperti pantai lainnya, Pantai Legon Pari berpasir putih. Pantai ini relatif cukup sepi dari pengunjung, hingga seolah-olah Anda sedang berada di pantai pribadi saja. Di Pantai Legon Pari Anda bisa bermain air di tepi pantai atau sekedar duduk-duduk santai di pasir putih nan lembut sambil melepas dahaga dengan air kelapa muda yang segar. Pemandangan ke laut lepas dengan ombak yang tak jemu-jemu menghempas pantai akan Anda dapatkan disini, ditambah bonus pemandangan Pantai Taraje di kejauhan.
Selain Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar dan Pantai Legon Pari, Desa Sawarna juga memiliki pantai Pulau Manuk. Pantai Pulau Manuk terletak agak jauh dan lebih ramai pengunjung.

Menyusuri Gua
Selain wisata pantai, Desa Sawarna juga terkenal dengan guanya. Salah satu gua yang bisa Anda kunjungi adalah Gua Lauk. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai Gua Lauk. Jalan yang naik dan turun cukup menguras tenaga. Tetapi segala kelelahan terbayar dengan pemandangan sepanjang perjalanan. Hamparan sawah yang menguning dengan sungai yang mengalir dengan jernih khas pemandangan pedesaan. Rasakan kesegaran di kaki Anda ketika menyeberangi sungai.

pematang sawah menuju Gua Lalay ( Gua Kelelawar )

Sebelum memasuki gua, saya harus menyeberangi sungai sedalam paha orang dewasa. Bagi Anda yang baru pertama kali memasuki gua seperti saya mungkin akan terkejut. Gua Lauk sangat gelap sehingga harus menggunakan penerangan. Dasar gua berlumpur tebal dan terisi air membuat saya harus eksta keras berusaha menyusuri gua hingga ke dalam. Di dalam Gua Lauk saya melihat banyak stalaktit. Stalaktit merupakan batu berbentuk kerucut yang menggantung di langit-langit gua. Stalaktit ini terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengkristal. Bagian dalam gua ini juga dihuni oleh kelelawar yang menggantung di langit-langit gua dan berbau tidak sedap. Pengalaman pertama saya memasuki gua lauk ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
Selain menyusuri pantai dan gua, desa sawarna juga memiliki keindahan bukit dan persawahan. Anda bisa berjalan-jalan di pematang sawah yang hijau cerah yang memanjakan mata. Sekedar berjalan-jalan di Desa Sawarnapun bisa Anda lakukan. Penduduk Desa Sawarna ramah dan murah senyum akan menyambut Anda dengan terbuka sehingga Anda akan merasa nyaman.
Tidak diragukan lagi, Desa Sawarna adalah tempat yang harus anda kunjungi. Keindahan pantai, gua dan alamnya akan memuaskan jiwa petualang Anda.

Cara Mencapai Desa Sawarna
Ada beberapa alternatif transportasi yang dapat dipilih untuk mencapai Desa Sawarna. Dari Jakarta, Anda bisa menaiki bus ke Pelabuhan Ratu. Dari Pelabuhan Ratu ada kendaraan Elf yang akan langsung mengantarkan Anda ke Sawarna dengan membayar ongkos sekitar Rp. 20.000. Anda juga bisa menaiki bus jurusan Jakarta – Serang dengan tarif sekitar Rp. 20.000. Dari Serang menuju Bayah dapat dicapai dengan menggunakan Elf bertarif Rp. 25.000. Untuk mencapai Desa Sawarna, dari Bayah Anda dapat menaiki ojek motor dengan membayar ongkos sekitar Rp. 30.000.

Tips
  • Desa Sawarna memiliki banyak tempat menarik yang dapat dikunjungi. Jika Anda memiliki waktu sedikit, usahakan memulai mengeksplorasi Desa Sawarna sejak matahari terbit sehingga banyak tempat yang Anda dapat kunjungi.
  • Untuk menyusuri pantai di Desa Sawarna siapkan bekal minuman dan makanan kecil yang mencukupi karena jarang sekali ada warung yang menjual minuman dan jaraknya pun cukup jauh.
  • Pakailah pakaian dan alas kaki yang nyaman karena perjalanan menyusuri pantai cukup jauh dengan medan yang agak sulit.
  • Jika ingin menyusuri goa, lebih baik meminta bantuan warga desa yang mengenal baik medan dan sudah berpengalaman menyusuri goa. Di musim hujan sebaiknya tidak memasuki goa karena air relatif lebih tinggi sehingga menyulitkan perjalanan menyusuri goa.
  • Selalu waspada dan hati-hati ketika berada di pantai. Patuhi batas aman untuk berenang dan tidak memaksakan diri untuk berenang ketika air pasang dan ombak besar. Pantai-pantai di Sawarna memiliki ombak yang besar, jika tidak berhati-hati Anda bisa terseret ombak.
*Artikel ini pernah dimuat di Majalah Sekar Edisi 23 tahun 2010
sumber: http://mencarisenja.blogspot.com/2010/05/menyusuri-pantai-di-desa-sawarna.html
photo: http://berwisata.blogdetik.com/2010/09/03/libur-lebaran-desa-sawarna-banten/

Sunday, November 8, 2009

Pulau Umang

Ingin berlibur di pulau berpasir putih dan nyaman? Pulau Umang mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Pulau ini terletak di sebelah selatan Ujungkulon, Banten. Untuk mencapai pulau ini Anda harus naik perahu yang telah disediakan. Perjalanan menggunakan perahu ini hanya sekitar 5 menit karena jaraknya yang memang tidak jauh. Pulau ini menyajikan hal-hal yang menarik untuk liburan kita.

Sambil menyusuri dermaga menuju pulau, kita akan melihat pasirnya yang putih dan birunya laut. Pemandangan pantai yang indah, sehingga tempat ini juga bisa dipakai dalam foto prewedding. Ketika sampai di lobby, Anda akan langsung disambut dengan minuman selamat datang yang berupa juice dan handuk basah yang segar. Sangat menyegarkan setelah harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam dari Jakarta. Pengelola juga menyediakan transportasi dari Jakarta bila kita enggan menggunakan kendaraan sendiri.

Di pulau ini terdapat resort atau villa. Suite tempat bermalam sangat nyaman. Setiap villa terbagi 2 sama besar dengan pintu sebagai penghubung. Ruang tamu yang dilengkapi sofa membuat kita dapat lebih menikmati saat berkumpul di ruangan ini. Kamar mandi bergaya pedesaan, dengan hiasan dari tanah liat yang berkesan alami. Pada lantai atas, terdapat tempat tidur yang sangat romantis dengan bagian atas dari kaca, sehingga kita dapat memandang bintang pada malam hari.

Pulau ini memang tidak besar, hanya seluas 5 hektar, tapi fasilitas yang tersedia cukup lengkap Bagi yang senang bermain air dan olahraga, Anda dapat bermain jet ski, banana boat, atau snorkeling. Ada juga kolam renang yang berbatasan dengan pantai, jadi sambil berenang kita juga bisa menikmati indahnya pantai. Selesai berenang, tersedia jacuzzi untuk memijat tubuh yang pegal. Bila Anda senang untuk bermalas-malasan, ada juga paket spa, dimana kita dapat menikmati pijat dengan aromaterapi disertai suara deburan ombak.

Perairan di pulau ini masih banyak terdapat ikan. Di dekat dermaga, kita dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Ini dapat menjadi tempat untuk Anda yang mempunyai hobby memancing. Untuk anak-anak, ada juga berbagai permainan untuk anak seperti ayunan, trombolin, dll.

Kita juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan masing-masing suites tempat kita menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset. Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam cafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.

Dekat dengan pulau Umang, terdapat pulau Oar. Pulau ini belum terlalu dikelola dan masih sangat alami. Berbagai jenis kerang-kerangan masih banyak di tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kapal nelayan yang disediakan dari Pulau Umang.

Sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan, terdapat juga toko yang menjual berbagai souvenir berupa kaos atau topi yang berlogo Pulau Umang. Ada juga pajangan dari kerang dan gantungan kunci. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, jadi tidak akan menguras kantong kita.

Pulau Umang memang tempat yang cocok untuk honeymoon, liburan bersama keluarga atau outing. Hanya saja, perjalanan menuju pulau ini yang dirasa masih kurang nyaman. Selain jaraknya yang jauh, jalan yang harus dilewati berkelok-kelok dan naik turun. Jalanan juga masih sepi dan hanya untuk 2 kendaraan. Jadi Anda harus berhati-hati dalam perjalanan.

sumber: kumpulan.info/wisata.htm

Sunday, October 4, 2009

PANTAI ANYER

Anyer merupakan tujuan wisata favorit di kawasan Banten, Tempat ini sering di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, Anyer terkenal dengan keindahan pantainya serta memiliki fasilitas yang memadai. Pagi hari di Pantai Anyer anda dapat melihat keindahan matahari terbit sambil berolah raga dengan jogging menyusuri pantai. Setelah matahari terbit anda dapat menikmati hamparan pantai yang luas dan lautan biru yang jernih, kemudian melakukan berbagai aktivitas menarik dan menyenangkan seperti, berjemur, bermain voli atau sepakbola pantai. Selain itu, lautan yang jernih dan bersih memungkinkan pengunjung untuk berenang atau menyelam menikmati keindahan bawah laut Anyer. Bermain selancar, jetski, bananaboat, menaiki perahu di tepian pantai, memancing ikan, atau bersepeda menyusuri keindahan pantai, semua itu bisa anda lakukan di pantai ini.
Setelah menjelang petang matahari mulai menghilang perlahan-lahan, para wisatawan banyak berkumpul untuk melihat keindahan sunset kemudian mengabadikannya dengan berfoto. Saat malam hari suasana pantai menjadi agak sepi, anda dapat berkumpul bersama teman atau keluarga membuat api unggun di pinggiran pantai untuk menghangatkan tubuh kemudian bisa membakar jagung, ubi, ikan atau yang lainnya.

Akses
Pantai Anyer terletak di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berjarak sekitar 160 km dari Jakarta.
Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil atau bus. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu sekitar 2 jam. Bila menggunakan kendaraan beroda empat, sebaiknya melalui jalan tol Jakarta-Merak dan keluar lewat jalan tol Cilegon Barat, kemudian langsung menuju arah Anyer.

Fasilitas
Berbagai macam penginapan seperti hotel berbintang yang menyediakan fasilitas yang sangat lengkap, resort, bungalow, wisma, homestay, hingga vila banyak tersedia di kawasan Anyer terdapat juga camping ground dan kolam renang. Kemudian rumah makan atau restoran yang menyajikan masakan laut yang lezat serta menu-menu lainnya, warung di pinggiran pantai, toko atau kios yang menjual oleh-oleh dan souvenir, penyewaan sepeda, perahu, peralatan menyelam, speedboat, jetski, banana boat, dan lainnya.

PANTAI CARITA

Kawasan pantai di Banten memang sangat mempesona dan merupakan tujuan wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi para wisatawan. Pantai Carita yang terletak di tepi Selat Sunda adalah salah satu pantai yang patut anda kunjungi di wilayah Banten. Hamparan pasir putih dan suara deburan ombak yang indah serta Lautan yang masih asri dan bersih semakin menambah keindahan suasana Pantai Carita.Pantai yang putih dan bersih sangat baik untuk bermain bersama keluarga, Lautan Pantai Carita yang jernih dan bersih ditambah ombak yang tergolong kecil membuat pengunjung lebih nyaman untuk berenang dan bermain air di pinggiran pantai. Selain itu pengunjung bisa menaiki perahu, bermain jetski, banana boat, memancing, atau duduk-duduk maupun berjalan menyusuri pantai untuk sekedar menikmati keindahan pantai. Pantai Carita memang cocok untuk berlibur bersama keluarga atau kerabat.

Akses
Pantai Carita terletak di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Berjarak kurang lebih 160 km dari Jakarta.
Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewaan, mobil atau bus.

Fasilitas
Tempat penginapan berupa hotel, vila, homestay, camping ground untuk berkemah, restoran dan warung makan, kios-kios atau toko souvenir, kolam renang, pusat informasi pariwisata dan lainnya, terdapat juga penyewaan perahu, peralatan memancing, permainan jetski, banana boat, dll.