Wednesday, August 4, 2010

Tangkahan: The Hidden Paradise in Sumatera


Tangkahan adalah sebuah kawasan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang, Tangkahan menawarkan pemandangan yang spektakuler dan udara segar yang menyejukkan. Mandi pagi di Sungai Buluh, di depan penginapan.
 
Kombinasi dari vegetasi hutan hujan tropis dan topografi yang berbukit, menjadikan Tangkahan sebagai tempat yang ideal untuk berwisata. Sungai Buluh dan Batang Serangan yang membelah hutan ini merupakan tipe sungai khas hutan tropis, dilengkapi dengan beraneka ragam jenis tumbuhan aneka warna dan tebing bercorak di sepanjang sungai. Air sungai yang sangat jernih dan bernuansa hijau menciptakan panorama dan atmosfer yang alami dan mistis. Tangkahan menjadi pilihan yang tepat untuk 'bersembunyi' dari hiruk-pikuknya kota berpolusi.

Untuk sampai di lokasi ini, dari Terminal Pinang Baris di kota Medan, Anda menggunakan bis Pembangunan Semesta langsung menuju Tangkahan, melewati Stabat. Perjalanan ke Tangkahan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 jam dari kota Medan. Untuk menuju kawasan ekowisata, kita harus menyeberangi sungai. Sungai Batang Serangan cukup deras arusnya, sehingga harus menggunakan rakit. Dan, disinilah petualangan Anda dimulai!

Banyak kegiatan wisata yang dapat dinikmati di Tangkahan, baik petualangan atau hanya sekadar berenang dan trekking di hutan tropis. Terdapat 3 jalur trekking di hutan ini, mulai dari soft trekking (untuk anak–anak maupun keluarga) sampai yang bersifat petualangan. Pengunjung akan ditemani pemandu lokal yang telah dibekali dengan pengetahuan tentang hutan dan interpretasi alam, sehingga Anda dapat mengetahui akan kekayaan alam yang tersembunyi di hutan ini.

Jangan kaget jika pertama kali melihat para pemandu (ranger) di Tangkahan, sepintas memang tampak agak 'seram', dengan rambut panjang, wajah persegi, dan logat karo yang keras, tapi jangan berprasangka buruk dulu lho... Ranger di sini semuanya dijamin super ramah dan sangat humoris. Istilah "don't judge the book by its cover" memang benar terbukti di sini. Kalo gak percaya, ya silakan dibuktikan sendiri.

Apa aja sih yang bisa dilakukan di Tangkahan?

Ada 7 gajah yang biasa dipakai untuk trekking. Trekking di sini maksudnya adalah Anda akan diajak masuk ke dalam hutan dengan menunggang gajah. Uniknya, gajah yang Anda tunggangi adalah gajah-gajah terlatih yang juga digunakan untuk patroli atau melindungi Taman Nasional dari kegiatan ilegal seperti perburuan, perambahan, dan tentu saja illegal loging.
 

Uniknya lagi, jalur yang digunakan untuk trekking pun adalah jalur yang biasa dipakai untuk berpatroli. Jadi, sambil berwisata dan menunggang gajah, Anda sekaligus bisa membayangkan bagaimana rasanya berpatroli di dalam hutan. Asyik, 'kan?
 

Oh, iya, gajah-gajah ini dulunya sering menyerang ladang dan rumah masyarakat desa, karena habitatnya tergusur. Namun, saat ini gajah tersebut tidak hanya membantu masyarakat desa, namun juga membantu mengamankan hutan.
 
Tepat di seberang penginapan Jungle Lodge, di tepi Sungai Buluh, ada sebuah goa yang di dalamnya mengalir air panas. Goa ini cukup besar sehingga Anda bisa berbaring dan merendam tubuh di aliran air panas alami ini.

Air Terjun

Di dekat pertemuan Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan terdapat air terjun kecil. Anda harus berjalan ke cekungan sungai sekitar 100 meter untuk mencapai air terjun ini. Duduk di bawah air terjun ini sangat menyenangkan, serasa mendapatkan pijatan alami!

Air terjun yang lebih besar juga ada di Tangkahan, namun Anda harus berjalan menyusuri Sungai Buluh terlebih dahulu dan bahkan harus berenang di sungai ini di bagian tertentu. Cukup mendebarkan bukan?

Goa

Di Tangkahan terdapat goa kelelawar, ya dinamakan demikian karena goa ini merupakan rumah bagi ribuan kelelawar. Namun jangan khawatir, goa ini sangat aman untuk dimasuki, asalkan Anda tidak membuat kegaduhan di dalamnya. Goa ini akan tembus ke pintu di seberangnya, dan... begitu keluar di mulut goa yang satunya, Anda bisa pulang kembali ke penginapan dengan cara yang baru, yaitu tubing!

Tubing

Jangan bilang Anda pernah ke Tangkahan, jika belum melakukan aktivitas yang satu ini. Tubing hampir sama dengan rafting, bedanya jika pada saat rafting kita menggunakan perahu karet, tidak demikian dengan tubing. Kita akan duduk di atas ban dalam truk yang sangat besar dan telah dipompa, lalu mengalir begitu saja mengikuti arus sungai sampai ke titik tertentu sambil menikmati pemandangan di tepi sungai. Sangat mendebarkan!

Tapi jangan khawatir, para pemandu di Tangkahan semuanya sudah sangat berpengalaman dalam kegiatan ini, dan mereka juga terlatih untuk hal keselamatan dan prosedur standar operasional.

tempat menginap

Latar belakang Tangkahan
Selain memiliki potensi wisata yang sangat tinggi, Tangkahan juga memiliki cerita yang sangat menarik, yang telah menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi para penggiat wisata dan pelestarian alam di berbagai kawasan lindung di Indonesia.

Anda mungkin tidak pernah membayangkan, bahwa Tangkahan, kawasan ekowisata yang indah dan alami ini dulunya merupakan salah satu titik pusat penebangan liar (illegal loging) di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Dulu, illegal loging merupakan pendapatan utama bagi masyarakat di hutan Tangkahan. Begitu besarnya pendapatan tersebut sampai mereka mengabaikan perkebunan mereka. Namun, semakin lama keamanan hutan dan usaha penangkapan kepada penebang liar semakin diperketat dan memaksa para penebang liar ini untuk mencari penghasilan lain, yang tidak hanya berasal dari hutan namun aman dari jeratan hukum dan dapat berkelanjutan. Mereka kemudian kembali mengelola perkebunan mereka yang semula terbengkalai dan mulai untuk menjalankan ide mempromosikan ekowisata.


Masyarakat di kedua desa ini (yang dihuni oleh sekitar 2000 KK) setuju untuk mengembalikan kawasan Tangkahan sebagai kawasan wisata yang ramah lingkungan. Ini ditandai dengan dibentuknya Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) yang merupakan lembaga lokal yang dipercaya untuk mengelola ekowisata dan bekerja sama dengan pihak taman nasional, sekaligus membentuk peraturan desa.

Dan, tahukah Anda, peraturan desa ini merupakan peraturan desa pertama di Indonesia yang disusun secara partisipatif, untuk mengatur tentang konservasi dan pranata sosial secara langsung, sebelum diadopsi di berbagai daerah di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, karena objek wisata yang cukup menarik dan semuanya terdapat di dalam Taman Nasional, maka dibentuklah kesepakatan antara LPT dan Balai TNGL yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan ini ditandatangani pada tanggal 22 April 2002 oleh Kepala Balai TNGL selaku Pemangku Kawasan untuk memberikan hak kelola Taman Nasional kepada masyarakat Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang melalui LPT.

Sebuah langkah yang sangat berani untuk dilakukan pada saat itu, mengingat MoU tersebut adalah property right (asset kolektif) untuk mengelola kawasan seluas 17,500 ha untuk dijadikan kawasan ekowisata, di mana kawasan ini merupakan zona inti taman nasional yang seharusnya tidak diperuntukkan untuk kegiatan apapun kecuali penelitian.


Sebagai kewajibannya, masyarakat desa Namo Sialang dan Sei Serdang bertanggung jawab penuh untuk menjaga keamanan dan kelestarian TNGL yang berbatasan dengan wilayah desa tersebut. MoU tersebut adalah contoh dari 'keluwesan' pemerintah dalam mengelola kawasan lindung namun tetap berpihak kepada masyarakat lokal.

Kini, acuan kolaborasi dan berbagai sistem serta strategi pengembangan kawasan Tangkahan telah banyak diadopsi baik di tingkat nasional dan internasional.

Akhirnya, pada tahun 2004, LPT mendapatkan Anugerah Penghargaan "Inovasi Kepariwisataan Indonesia" oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.

 
Tidak berhenti di sini, di awal tahun 2006, MoU ke-2 kembali ditandatangani oleh TNGL. Dan LPT pun membentuk Badan Usaha Miliki Lembaga (BUML), berkolaborasi dengan pihak TNGL untuk mengelola berbagai jasa lingkungan di TNGL. Dari sinilah, era integrasi antara ekonomi dan ekologi di kawasan Ekowisata Tangkahan tercipta dalam semangat kolaborasi, untuk melahirkan gelombang besar perubahan di TN.Gunung Leuser.

Di Tangkahan, ekowisata merupakan cara yang terbukti efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya aktivitas ilegal loging di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Sejarah Tangkahan, tentunya menawarkan nuansa petualangan yang berbeda. Nah, jika Anda ingin berpetualang sekaligus melestarikan alam, Anda di tunggu di Tangkahan!, By Ronna Saab


Taman Nasional Gunung leuser


Taman Nasional Gunung Leuser merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan pantai, dan hutan hujan tropika dataran rendah sampai pegunungan.

Hampir seluruh kawasan ditutupi oleh lebatnya hutan Dipterocarpaceae dengan beberapa sungai dan air terjun. Terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara atau tumbuhan pencekik.

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional antara lain mawas/orangutan (Pongo abelii), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), kambing hutan (Capricornis sumatraensis), rangkong (Buceros bicornis), rusa sambar (Cervus unicolor), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis sumatrana).

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan kerjasama Indonesia-Malaysia, juga ditetapkan sebagai “Sister Park” dengan Taman Negara National Park di Malaysia.


Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Gurah. Melihat dan menikmati panorama alam, lembah, sumber air panas, danau, air terjun, pengamatan satwa dan tumbuhan seperti bunga raflesia, orangutan, burung, ular dan kupu-kupu.
Bohorok. Tempat kegiatan rehabilitasi orangutan dan wisata alam berupa panorama sungai, bumi perkemahan dan pengamatan burung.
Kluet. Bersampan di sungai dan danau, trekking pada hutan pantai dan wisata goa. Daerah ini merupakan habitat harimau Sumatera.
Sekundur. Berkemah, wisata goa dan pengamatan satwa.
Ketambe dan Suak Belimbing. Penelitian primata dan satwa lain yang dilengkapi rumah peneliti dan perpustakaan.
Gunung Leuser (3.404 m. dpl) dan Gn. Kemiri (3.314 m. dpl). Memanjat dan mendaki gunung.
Arung jeram di Sungai Alas. Kegiatan arung jeram dari Gurah-Muara Situlen-Gelombang selama tiga hari.


Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Danau Toba pada bulan Juni di Danau Toba dan Festival Budaya Melayu pada bulan Juli di Medan.
Musim kunjungan terbaik : bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.


Cara pencapaian lokasi: 
Medan-Kutacane berjarak ± 240 km atau 8 jam dengan mobil, Kutacane-Gurah/Ketambe berjarak ± 35 km atau 30 menit dengan mobil, Medan-Bohorok/Bukit Lawang berjarak ± 60 km atau 1 jam dengan mobil, Medan-Sei Betung/Sekundur berjarak ± 150 km atau 2 jam dengan mobil, Medan-Tapaktuan berjarak ± 260 km atau 10 jam dengan mobil.

Danau Laut Tawar


Danau Laut Tawar merupakan danau yang terbentang luas bagaikan lautan bila dilihat dengan kasat mata. Ia terletak di Propinsi paling ujung Indonesia yaitu Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Danau ini dikelilingi gunung-gunung yang tegak kokoh bagai pengawal yang selalu setia menjaga keindahannya. Tepatnya Danau Laut Tawar terletak di Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Propinsi NAD.



Udara sejuknya memberi rasa nyaman dan membuat orang yang mengunjunginya merasa enggan meninggalkannya dan ingin berlama-lama menikmati keindahannya. Berendam didalamnya juga asyik karena pasti akan selalu ditemani ikan-ikan kecil yang penduduk disana menyebutnya ikan Depik.  Yang tak kalah asyiknya adalah berkeliling danau dengan menggunakan perahu tradisional, dan bagi yang suka berjemur pantai danau ini tak kalah dengan pantai-pantai di pinggir laut (maksudnya laut yang airnya asin lho,,). Kenikmatannya adalah berjemur dibawah terik matahari dengan udara yang sangat dingin (panas tapi dingin, nah gimana tuh,,, rasanya, sulit deh untuk diuraikan dengan kata-kata kalau tidak dialami sendiri).



Monday, July 5, 2010

Sikuai island


Pulau Sikuai menawarkan kenyamanan dan keindahan dunia bahari karena dipulau ini telah berdiri sebuah resort yang memiliki fasilitas lengkap dengan pelayanan yang memuaskan.Sikuai Island Resort dikelilingi pohon pohon tropis yang hijau serta pasir putih yang berbaur dengan birunya laut. Dari pulau tersebut juga dapat dinikmati beberapa pulau kecil yang hijau serta pemandangan dunia bawah laut yang sangat indah. Kexotisan serta pelayanan yang ditawarkan oleh Sikuai Island Resort membuat para wisatawan seakan berada di pulau pribadi sehingga slogan "the dream become reality " sangat cocok diperuntukkan bagi resort ini.

Selain menikmati suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kota, para pengunjung dapat memulai hari – harinya di Sikuai Island Resort dengan melakukan beberapa kegiatan seperti, jogging bersama keluarga mengelilingi pulau. Tidak hanya menyehatkan, dengan berjogging pengunjung dapat melihat beberapa jenis hewan tropis seperti burung, biawak serta monyet. Snorkelling adalah alternatif kegiatan yang dapat dilakukan sambil menikmati serunya ikan laut yang berkejaran diantara terumbu karang yang berwarna-warni. Aktivitas yang melelahkan disiang hari dapat terobati dengan relaksasi di kolam renang yang terdapat dipuncak pulau sikuai sambil menikmati sun set.


Terletak di Teluk Bungus, 23 Km arah ke selatan Kota Padang. Teluk Bungus dapat dicapai dengan taxi atau angkot jurusan Bungus berhenti di Dermaga Teluk Kabung kemudian dilanjutkan dengan motor boat menyeberangi laut selama 20 menit menuju Pulau Sikuai. Selain itu perjalanan ke Pulau Sikuai juga dapat di awali dari dermaga Wisata Bahari Jalan Batang Harau.



Pantai Parangtritis



Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.

Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan.


Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.



Monday, June 28, 2010

Pantai Teluk Penyu Cilacap

Kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan) dengan panorama gelombang laut yang cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional yang berlalu lalang di sepanjang pantai Teluk 
Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai.
Berbagai makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang pantai dan dengan mudah dapat dijumpai dan selalu dekat dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari hingga tengah malam.

Terletak di Kecamatan Cilacap Selatan dengan jarak 2 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.


Harga Tiket Masuk :

Orang
Tarif
Hari Biasa
Hari Libur
Pagi
Siang
Malam
Pagi
Siang
Malam
Dewasa
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 5.000,-
Rp. 4.000,-
Anak
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-

Layanan informasi :
1.     Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cilacap Telp. 0282-534481
2.     Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wilayah Cilacap Telp. 0282-534003
email : diparta_clp@yahoo.co.id
Facebook: cilacap tourism


situs resmi: http://pariwisata.cilacapkab.go.id

Monday, June 21, 2010

Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan obyek wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara, bahkan mereka betah berhari-hari tinggal disana. Gunung bromo berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan pemandangannya sangat menakjubkan berada pada ketinggian 1000-3.676 meter dpl. Di bagian utara pegunungan Tengger terdapat Kaldera Tengger yang sangat indah dan menarik bergaris tengah 8-10 km. Dindingnya yang terjal berketinggian antara 200-700 meter dan dasar Kaldera berupa laut pasir seluas 5.290 ha. Wisata alam dengan obyek utama kawah Gunung Bromo serta perpaduan matahari terbit di ufuk timur, suatu sensasi tersendiri. Wisatawan dapat merasakan perjalanan yang mengasyikkan di waktu dini hari dengan melewati lautan pasir yang luas dan menaiki tangga menuju puncak. Wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbit (sunrise), menunggang kuda atau menyewa jeep untuk berkeliling melewati lautan pasir. Salah satu ritual budaya yang populer berkaitan dengan Gunung Bromo adalah upacara Kesada, upacara Kesada merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit dengan cara melemparkan sesaji ke kawah Gunung Bromo sebagai persembahan. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo (ke-sepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Akses
Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata (lautan pasir) terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk Probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa Cemoro Lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto-foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

Fasilitas
Di sekitar Bromo terdapat losmen sampai hotel berbintang, warung makan, kios-kios cinderamata, di area Gunung Bromo terdapat warga yang menyewakan kuda, dan jeep untuk berkeliling.