Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts
Showing posts with label Jawa Tengah. Show all posts

Tuesday, January 18, 2011

Masjid Mantingan

Gapura masuk kompleks Makan Mantingan (Wisata Jepara)Gapura masuk kompleks Makan Mantingan

GAMBARAN UMUM
Masjid dan Makam Mantingan terletak 5 km arah selatan dari pusat kota Jepara di desa Mantingan kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, sebuah yang menyimpan Peninggalan Kuno Islam dan menjadi salah satu asset wisata sejarah di Jepara, dimana di sana berdiri megah sebuah masjid yang dibangun oleh seorang Islamik yaitu PANGERAN HADIRI suami Ratu Kalinyamat yang dijadikan sebagai pusat aktivitas penyebaran agama islam di pesisir utara pulau Jawa dan merupakan masjid kedua setelah masjid Agung Demak. Gerbang Masuk area Masjid Mantingan (Wisata Jepara)Perlu diketahui juga bahwa di desa Mantingan mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Islam dengan mata penghasilan dari usaha ukir-ukiran. Disamping itu lokasi Masjid dan Makam Mantingan berdiri dalam satu komplek yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat dari berbagai jurusan dengan fasilitas sarana jalan aspal. Hal lain yang tidak kalah penting usaha Pemda Kabupaten Jepara dengan instansi terkait bekerja sama dengan pengusaha angkutan sudah berupaya memberikan kemudahan transportasi menuju lokasi Obyek Wisata Sejarah ini dengan sarana angkutan jurusan Terminal Jepara – Mantingan yang hanya ditempuh beberapa menit saja.

SEJARAH DAN LEGENDA
Masjid Mantingan (Wisata Jepara)Diatas telah disebutkan bahwa Masjid Mantingan merupakan masjid kedua setelah masjid agung Demak, yang dibangun pada tahun 1481 Saka atau tahun 1559 Masehi berdasarkan petunjuk dari condo sengkolo yang terukir pada sebuah mihrab Masjid Mantingan berbunyi “RUPO BRAHMANA WANASARI” oleh R. Muhayat Syeh Sultan Aceh yang bernama R. Toyib. Pada awalnya R. Toyib yang dilahirkan di Aceh ini menimba ilmu ketanah suci dan negeri Cina (Campa) untuk dakwah Islamiyah, dan karena kemampuan dan kepandaiannya pindah ke tanah Jawa (Jepara) R. Toyib kawin dengan Ratu Kalinyamat (Retno Kencono) putri Sultan Trenggono Sultan kerajaan Demak, yang akhirnya beliau mendapak gelar “SULTAN HADIRI” dan sekaligus dinobatkan sebagai Adipati Jepara (Penguasa Jepara) sampai wafat dan dimakamkan di Mantingan Jepara.
Gerbang masuk Makam Mantingan (Wisata Jepara)Dimakam inilah Pangeran Hadiri (Sunan Mantingan), Ratu Kalinyamat, Patih Sungging Badarduwung seorang patih keturunan cina yang menjadi kerabat beliau Sultan Hadiri bernama CIE GWI GWAN dan sahabat lainnya disemayankan.
Makam yang selalu ramai dikunjungi pada saat “KHOOL” untuk memperingati wafatnya Sunan Mantingan berikut upacara “ GANTI LUWUR “ (Ganti Kelambu) ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali pada tanggal 17 Robiul Awal sehari sebelum peringatan Hari Jadi Jepara. Makam Mantingan sampai sekarang masih dianggap sakral dan mempunyai tuah bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya. Pohon pace yang tumbuh disekitar makam, konon bagi Ibu-ibu yang sudah sekian tahun menikah belum di karunia putra diharapkan sering berziarah ke Makam Mantingan dan mengambil buah pace yang jatuh untuk dibuat rujak kemudian dimakan bersama suami istri, maka permohonannya insyaAllah akan terkabulkan.
Makam Sunan Mantingan (Wisata Jepara)Tuah lain yang ada dalam cungkup makam mantingan adalah “AIR MANTINGAN atau AIR KERAMAT” yang menurut kisahnya ampuh untuk menguji kejujuran seseorang dan membuktikan hal mana yang benar dan yang salah, biasanya bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya air keramat ini digunakan bila sedang menghadapi suatu sengketa, dengan cara air keramat ini diberi mantra dan doa lalu di minum. Namun karena beragamnya kepercayaan masyarakat, maka silahkan bagi yang percaya dan tidak memaksa untuk yang lain.



sumber: http://wisatajepara.blogspot.com/2008/05/sejarah-dan-legenda-masjid-mantingan.html

Thursday, October 21, 2010

Masjid Agung Semarang




Bila Anda berkunjung ke Semarang, sempatkanlah untuk mampir di Masjid Agung Jawa Tengah yang terkenal dengan keindahan arsitektur dan kemegahannya. Berada di Jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Masjid fenomenal yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 14 November 2006 ini mulai dibangun pada 2001 dan mampu menampung tak kurang dari 15 ribu orang. Saat diresmikan, Presiden SBY menandatangani batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.


Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2. Paduan unik arsitektur Jawa, Timur Tengah dan Roma tergambar apik dari masjid yang juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Lihat saja ornamen pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan.

Ada enam payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis, mengadopsi dari Masjid Nabawi di Kota Madinah. Ketika payung di halaman masjid dikembangkan, maka akan dapat menampung jamaah lebih banyak lagi, setidaknya lebih separuh dari kapasitas masjid. Pada dinding-dinding masjid tertera kaligrafi yang terukir indah. Ornamen-ornamen bernuansa arsitektur Italia terasa pula sentuhannya di beberapa bagian masjid. Bangunan utamanya beratapkan kubah besar, dilengkapi di bagian luarnya empat minaret (menara) yang runcing menjulang ke langit.



Sebuah replika beduk raksasa buatan para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat juga menghiasi masjid. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan Quran raksasa (Mushaf Al Akbar) berukuran 145 x 95 cm tulisan tangan karya Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah.

Di sekeliling masjid terdapat bangunan pendukung lainnya, di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid. 



Salah satu yang istimewa dari masjid ini adalah Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara dapat dilihat dari radius 5 km, terletak di pojok barat daya masjid. Di menara ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Semarang termasuk lalu lalang kapal yang melintas maupun berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas melalui teropong pandang yang tersedia. Oh ya, bila Anda ingin menggunakan teropong ini mesti membayar sewa Rp 5000. Sedangkan untuk naik ke Menara, dikenakan tiket Rp 3000/orang (antara jam 08.00-17.30) dan naik menjadi Rp 4000/orang (jam 17.30-21.00). Di menara ini, tepatnya di lantai 18 juga dilengkapi Cafe Muslim. Yang menarik adalah lantai kafe itu bisa berputar 360 derajat selama 15 menit sehingga Anda bisa menikmati ragam pesona Kota Semarang dari ketinggian sembari menyantap makanan.

Untuk memasuki area masjid indah ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Silakan menikmati eksotisme masjid kebanggaan masyarakat Jawa Tengah ini dengan menjelajahi setiap sudutnya. Anda akan melewati gerbang megah bernama Al Qanathir. Pintu gerbang itu memiliki 25 tiang sebagai simbolisasi jumlah nabi dalam Islam sebagai pembimbing umat. Pada pintu gerbang, terdapat ukiran kaligrafi Iafaz dua kalimat syahadat.

Untuk sampai ke masjid, hanya dibutuhkan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun Kota Semarang. Jika mengendarai sepeda motor berkecepatan antara 40-60 km/jam, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Atau Jaraknya sekitar 800 meter dari Jalan Arteri Soekarno-Hatta yang merupakan jalan protokol.



sumber: http://unikboss.blogspot.com/2010/10/keunikan-masjid-agung-di-jawa-tengah.html
            http://hariansobek.blogspot.com/2010/10/keunikan-masjid-agung-di-jawa-tengah.html

Friday, October 15, 2010

Benteng Pendem


Benteng Pendem Cilacap Peninggalan Belanda ini, atau dalam bahasa Belanda disebut "Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap" berada di terletak 0,5 km ke arah selatan dari Obyek Wisata Teluk Penyu dan berada di atas tanah seluas 6,5 Ha, di kawasan Pantai Teluk Penyu Cilacap.

Benteng Pendem ini merupakan markas pertahanan tentara Hindia-Belanda yang dibangun secara bertahap pada tahun 1861-1879, Bangunan Benteng Pendem memiliki konfigurasi yang masih kokoh, dengan dikelilingi parit, mempunyai 60 kamar/ barak, benteng pengintai, gudang senjata, terowongan, ruang penjara, ruang rapat, ruang amunisi, ruang tembak dan 13 tempat-tempat penting untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter.


Obyek wisata ini dilengkapi pula dengan beberapa fasilitas seperti :
Tempat istirahat, Gazebo, Ayunan, Kolam Pemancingan dan sejumlah patung dinosaurus. Dari atas Benteng Pendem tampak jelas Pulau Nusakambangan.

Harga Tiket Masuk :

Orang
Tarif
Hari Biasa
Hari Libur
Pagi
Siang
Malam
Pagi
Siang
Malam
Dewasa
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 5.000,-
Rp. 4.000,-
Anak
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-

Layanan informasi :
1.     Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cilacap Telp. 0282-534481
2.     Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wilayah Cilacap Telp. 0282-534003
email : diparta_clp@yahoo.co.id
facebook: cilacap tourism




Wednesday, October 6, 2010

Berenang di Umbul Sidomukti



Pernahkah kalian membayangkan bermain air di lereng pegunungan? Sejauh mata memandang tampak perbukitan yang menghijau, beratapkan langit biru dan awan putih. Bukan cuma kesejukan udara yang bisa kita nikmati. Perasaan damai dan tenteram pasti meliputi hati. Kesan seperti itulah yang didapatkan saat berada di kolam renang Umbul Sidomukti. Yuk, ikuti cerita keceriaan bermain air di tempat ini!
Girigahana Sidomukti
Kolam renang Umbul Sidomukti teramat berkesan. Obyek wisata yang diresmikan 2 Agustus 2007 ini terletak di lereng Gunung Ungaran. Bahkan, letaknya persis di tepi jurang. Letaknya yang berada di puncak ketinggian membuat kita seperti begitu dekat dengan awan. Oh ya, kolam renang ini dikabarkan sebagai kolam renang tertinggi di Indonesia, bahkan di Asia. Bayangkan saja, ketinggiannya mencapai 1031 m di atas permukaan laut. Jadi, sambil berenang kita bisa memandang panorama di bawah bukit.
Di sini, teman-teman akan melihat bangunan kolam renang yang unik yaitu menyerupai sawah berundak. Hal itu dikarenakan ada tiga tingkat kolam, masing-masing dengan kedalaman yang berbeda. Menariknya lagi, kolam renang di sini bergaya tradisional sebab tepi kolam disusun menggunakan batu-batuan. Gaya seperti ini seolah membuat kita lebih menyatu dengan alam.
Sumber air kolam renang ini murni dari mata air pegunungan, loh. Letak kolam renang yang berada di daerah tinggi ini, kita bisa melihat semburan air ke udara dengan ketinggian mencapai 1,5 m dari dasar kolam. Bisa dijamin, air yang berasal dari pegunungan itu segar dan bersih. Uniknya lagi, limpahan air yang terus mengalir itu akan jatuh ke kolam di bawahnya. Air itu pun terus mengalir hingga ke daerah persawahan yang ada di sana.
 
Kolam Renang Berundak
Kolam renang yang unik ini sebenarnya merupakan salah satu bagian dari berbagai fasilitas yang ada di lokawisata Girigahana Sidokmukti. Lokawisata ini terletak di pusat wisata terkenal di Semarang, yaitu Bandungan. Jika orang Jakarta dan sekitarnya mencari keindahan alam dan udara segar di Puncak, maka orang Semarang akan menikmatinya di Bandungan. Ya, Bandungan bagaikan Puncak bagi orang Semarang.
Tempat wisata ini tepat berada di desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang atau sekitar 40 km dari pusat kota Semarang. Setelah melewati pasar Jimbaran yang terkenal di Bandungan, pengunjung harus naik melalui jalan kecil sepanjang 3 km. Walaupun hanya berjarak 3 km dari keramaian, diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk mencapai lokasi. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus berhati-hati mengemudikan kendaraan. Sebab, ada kerusakan di beberapa bagian jalan yang kita lalui. Ini membuat jarak yang tak seberapa itu menjadi terlihat lebih jauh.
Meski tubuh kita terguncang saat melalui jalanan yang berlubang, hal itu segera terbayarkan bila menyaksikan keindahan alam di daerah tersebut. Hamparan sawah berundak dan hutan pinus di sekelilingnya terlihat begitu cantik. Dari kejauhan, terlihat Bukit Kembar Cimanggal, Gunung Ungaran, dan Gunung Merbabu. 
 
Flying Fox dan Marine Bridge
Oh ya, di sini juga tersedia arena outbound. Sebut saja flying fox, yang pas untuk menguji nyali. Di tempat ini, flying fox terpasang di antara dua lembah, sepanjang 110 meter dan 60 meter. Bisa jadi, ini merupakan flying fox tertinggi di Indonesia karena kedalaman lembah yang mencapai 70 meter.
Selain itu, ada juga jembatan tali atau yang lebih sering disebut dengan istilah marine brigde. Jembatan sepanjang 60 meter ini terombang-ambing di atas jurang. Mengerikan, ya? Kalau takut dengan ketinggian, jangan coba-coba deh berjalan di atas jembatan ini.
Dua arena permainan itu memang ditujukan bagi kakak-kakak kita. Tapi jangan khawatir, ada juga yang untuk anak-anak. Seperti, flying fox yang panjangnya hanya 15 meter. Ada pula jembatan meniti dari bambu yang berguna melatih keseimbangan. Di bawah jembatan itu terdapat kolam yang menyerupai kolam renang. Jadi, bila kita tidak bisa menjaga keseimbangan berjalan di jembatan itu, siap-siap deh terjatuh ke dalam kolam. Wah, seru sekali ya.-aan wulandari-


sumber: http://www.majalahbravo.com

Monday, June 28, 2010

Pantai Teluk Penyu Cilacap

Kawasan pantai yang membujur dari utara (Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap), ke selatan (Pulau Nusakambangan) dengan panorama gelombang laut yang cukup besar, kapal-kapal tanker yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Intan dan perahu-perahu nelayan tradisional yang berlalu lalang di sepanjang pantai Teluk 
Penyu serta tegarnya Kilang Pertamina dan Pulau Nusakambangan menambah indahnya suasana pantai.
Berbagai makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang pantai dan dengan mudah dapat dijumpai dan selalu dekat dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari hingga tengah malam.

Terletak di Kecamatan Cilacap Selatan dengan jarak 2 km ke arah timur dari pusat kota Kabupaten Cilacap dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.


Harga Tiket Masuk :

Orang
Tarif
Hari Biasa
Hari Libur
Pagi
Siang
Malam
Pagi
Siang
Malam
Dewasa
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 5.000,-
Rp. 4.000,-
Anak
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 2.500,-
Rp. 3.000,-
Rp. 4.000,-
Rp. 3.000,-

Layanan informasi :
1.     Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cilacap Telp. 0282-534481
2.     Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wilayah Cilacap Telp. 0282-534003
email : diparta_clp@yahoo.co.id
Facebook: cilacap tourism


situs resmi: http://pariwisata.cilacapkab.go.id

Thursday, June 17, 2010

Curug Cipendok

   Curug Cipendok, terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilongok, kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung.
   Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun jangan khawatir, perjalanan 500 meter jalan dari pintu masuk menuju curug tidak bakal membuat bosan. Justru sebaliknya, perjalanan tersebut membuat pengunjung dibawa memasuki alam yang masih asri. Dengan jalan yang naik turun, wisatawan yang datang akan disambut dengan suara-suara serangga khas hutan tropis.

Setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian hampir 98 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan segar. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun.

Jalan menuju lokasi sudah diaspal semua. Dari lokasi parkir, dan berjalan menuju lokasi air terjun, kita benar-benar dapat menikmati pemAndangan alam di sekitar sambil berolahraga. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan mendoan, susu murni yang bisa Anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinikmati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang kita untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi
 

Di lokasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas:
- cottage,
- outbond,
- jogging,
- jungle tracking dan
- bumi perkemahan

Anda juga bisa melihat sumber mata air dan telaga Pucung di Kampung Panginyongan, yang ditampilkan dalam nuansa budaya Banyumasan. Di sini, suasana sangat hening dan asri, sesuai untuk melonggarkan pikiran, setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menyita tenaga dan pikiran.
Di kampung Panginyongan ini, Anda bisa mengikuti berbagai kegiatan yang menarik, seperti:
- melukis
- membuat gula kelapa
- menari tradisional
- berlatih gamelan

Semua ini sudah disediakan untuk membuat Anda sejenak berpaling dari kesibukan sehari-hari dan menikmati kembali kehidupan yang alami dan asri. Bahkan untuk penerangan, pihak KBM WBU Perhutani tidak menggunakan listrik dari PLN, melainkan menggunakan kincir air. Sehingga sesuai dengan tema untuk kembali ke alam.

Selain keindahan alamnya yang masih asli, di sekitar telaga pucung juga masih terdapat elang dan macan (harimau) Jawa. Dimana keberadaannya kini semakin berkurang.

Untuk masuk ke lokasi Curug Cipendok, Anda bisa melalui kota Purwokerto, menuju ke jalan Jend. Sudirman, ke arah alun-alun. Kemudian lurus menuju ke jalan raya Losari, sekitar 14 km dari Purwokerto. Selanjutnya, ada tAnda berupa rambu lampu kuning, Anda belok kekanan menuju lokasi dengan jarak sekitar 8 km. Jalan menuju ke lokasi cukup berkelok-kelok, namun jangan khawatir, karena ada rambu penunjuk jalan menuju ke lokasi.

Harga Tiket masuk hari biasa. Rp. 3.000,- b. Tiket masuk hari libur/besar (Public Holiday). Rp. 5.000,- ... Harga Tanda masuk per Obyek. Rp. 5.000,-.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=216782489


Wednesday, November 18, 2009

Baturaden



Baturaden adalah sebuah tujuan wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Baturaden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturaden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturaden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.


Batu Raden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.


Akses
Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 20 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturaden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.


Fasilitas
Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan sate kelinci.
Gunung Slamet dengan lereng-lerengnya yang landai, menawarkan panorama alam yang indah, dan udara yang segar.


Lokasi wisata

  • Pancuran Pitu Baturaden
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah atas Pancuran Telu.

  • Pancuran Telu
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu.

  • Bumi Perkemahan
Merupakan camping ground yang sering dimanfaatkan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan out bond. Pernah digunkan sebagai tempat penyelenggaraan Jambore Nasional Gerakan Pramuka se-Indonesia pada tahun 2001.

  • Kaloka Widya Mandala
Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturraden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas H. Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995. Tempat ini pernah mendapatkan prestasi sebagai Visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang pada tanggal 23 Agustus 1996.
Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari Australia, Asia dan Belanda. Koleksinya meliputi: Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk (Buing), Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang Utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan.


  • Pemandian Air Panas
  • Curug Ceheng
  • Wahana Wista Lembah Combong
  • Combong Valley Paint Ball and War Games
  • Telaga Sunyi
Sumber: wikipedia.org
sumber foto: desnaputra-journey.blogspot.com , indonesianholiday.blogspot.com , wisatabanyumas.blogdetik.com

Candi Gedong Songo

Percandian gedong songo terletak di kaki gunung ungaran, kira- kira diketinggian 1200-1300 m diatas permukaan laut. Secara administrative candi gedong songo terletak di desa candi, kecamatan ambarawa kabupaten semarang.adapun secara astronomis terletak pada 110 ‘ 14’ 18’ BT dan 7’ 12’ 16 LS.

Percandian gedong songo merupakan kompleks candi yang terdiri dari sembilan kelompok candi. Seluruh bangunan percandian gedong songo dibuat dari batuan andasit. komplek candi ini pada awalnya disebut candi “gedong pitoe” karena pada waktu itu ditemukan oleh Rafles hanya terdiri dari tujuh kelopok bangunan candi. Namun selanjutnya ditemukan dua kelompok candi sehingga dinamakan candi gedong songo . kata gedong (jawa) berarti bangunan songo berarti 9 jadi candi gedong songo adalah sembilan candi.meskipun menurut nama yang diberikan sembilan kelompok candi, maka saat ini hanya terdapat lima kelompok candi yang masih utuh.sedangkan empat candi lainnya sudah runtuh dan hanya tinggal pondasi atau dasarnya saja.


Kelima kelompok candi tersebut letaknya berpencar, dimulai dari candi gedong I yang terletak paling bawah sampai dengan candi gedong V yang terletak paling atas. Kelima bangunan candi itu telah dipugar oleh Dinas Purbakala.

Candi gedong I dan Gedong II telah dipugar pada tahun 1928 –1929 dan 1930 –1931, sedangkan candi gedong III, IV dan V tahun 1977 –1983 .

Percandian gedong songo merupakan kelompok percandian yang bercorak agama hindu. Hal ini dapat diketahui berdasarkan arca dan relief yang menempati relung-relung bangunan candi. Seperti arca Ciwa Mahadewa, ciwa mahaguru, ganeca, durga mahisasuramardhini, nadiswara dan mahakala serta yoni yang terdapat pada bilik candi.keistimewaan dari percandian gedong songo antara lain terdapat arca gajah dalam posisi jongkok ( njerum :jw ) dikaki candi gedong III, dan yoni dalam bentuk persegi panjang yang terdapat di bilik candi gedong I.

Mengenai masa pendirian candi gedong songo belum diketahui secara pasti, namun dari bentuk seni bangunan para ahli menafsirkan pendirina candi gedong songo hampir semasa dengan percandian dieng yang dianggap candi hindu tertua di jawa tengah. Dengan demikian candi gedong songo dibuat dalam kurun waktu abad ke VII –IX Masehi.

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang.


Jarak tempuh
Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
Gedong Songo - Ungaran : 25 km
Gedong Songo - Ambarawa : 15 km
Gedong Songo - Semarang : 45 km

Akses
Untuk mengakses lokasi candi gedong songo sangat mudah, dari kota ambarawa hanya berjarak sekitar 15 km yaitu arah barat melewati objek wisata bandungan.

Dari arah terminal Semarang naik bus kecil jurusan bandungan /gedong songo.
Dari arah Yogyakarta naik bus jurusan semarang turun di kota Ambarawa. Disambung dengan naik angkot ke bandungan /gedong songo.



Sumber: wikipedia.org , http://tantilestari.multiply.com/reviews/item/2
photo: http://www.flickr.com

Saturday, November 14, 2009

Mrapen


      Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak sekitar 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.


       Sendang Dudo; sebuah sendang yang terletak didekat api abadi, dimana airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas. Letupan air itu akan menyala bila kena api. Disamping keanehan alam diatas, dikomplek ini juga tersimpan sebuah batu Umpak atau “BATU BOBOT” yang oleh masyarakat setempat dikeramatkan. Setiap malam jum`at kliwon selalu ramai dikunjungi oleh para penziarah dengan maksud tertentu.

sumber foto: http://jv.wikipedia.org/wiki/Geni_abadi_Mrap%C3%A8n

Goa Jatijajar

         Lokasi wisata Goa Jatijajar teletak 21 Km sebelah barat daya Kecamatan Gombong. Untuk menuju ke obyek wisata ini telah tersedia sarana dan prasarana transportasi, penginapan serta rumah makan yang relatif representatif. Patung Dinosaurus yang seolah memuntahkan air dalam lokasi wisata ini sebenarnya merupakan muara dari mata air dari dalam goa jatijajar yang tiada pernah berhenti walau musim kemarau sekalipun. Obyek wisata Goa Jatijajar dilengkapi taman yang asri dilengkapi dengan taman bermain. Taman ini diberi nama Pulau Kera, karena di taman ini terdapat banyak patung kera. Digerbang Mulut Goa Jatijajar, terdapat lobang di antara stalagnit, sehingga bila cahaya matahari masuk terlihat sangat indah. Di dalam goa Jatijajar terdapat sebuah mata air (sendang) yang konon kabarnya akan membuat awet muda bagi yang mencuci muka di sana. Ingin bukti, datang dan cobalah.....
Disamping Goa Jatijajar, masih terdapat goa yang lain seperti Goa Dempok ini. Stalagtit yang terdapat di dalam Goa Dempok terbentuk secara alami selama ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Hingga kini masih terjaga keasliannya. Goa Intan berada satu lokasi dengan obyek wisata Goa Jatijajar. Goa ini memiliki keunikan tersendiri dengan langit goa yang relatif tidak terlalu tinggi.

Sunday, November 8, 2009

Merengkuh Segarnya Bedegung

Singgah di Muara Enim untuk menikmati obyek wisata alam air terjun Bedegung bisa menjadi oase yang menyegarkan kala mudik melalui jalan lintas tengah Sumatera. Bahkan, jika beruntung, Anda juga bisa meneguk kopi bedegung yang terkenal nikmat itu.
Posisi Muara Enim di jalinteng Sumatera membuat kota itu sebenarnya hanya dilalui pemudik menuju Lubuk Linggau atau Lahat. Pemudik ke Prabumulih atau Palembang biasanya lebih memilih rute melalui Batu Raja karena lebih dekat.
Akan tetapi, jika wisata alam menjadi salah satu agenda untuk mengisi liburan Anda di kampung halaman, keindahan pesona alam air terjun Bedegung sayang untuk dilewatkan.
Untuk menjangkau obyek wisata ini dari Batu Raja, sebaiknya Anda mengisi penuh tangki bahan bakar karena hampir sepanjang jalan Batu Raja-Muara Enim hanya ada satu stasiun pengisian bahan bakar untuk umum sekitar empat kilometer dari batas Kota Batu Raja.
Jika Anda berangkat dari arah Prabumulih, dianjurkan mengisi bahan bakar di Kota Muara Enim.
Jalan menuju air terjun Bedegung dari Batu Raja sebagian besar sudah beraspal, tetapi banyak tikungan tajam. Berkendaralah dengan santai sambil menikmati pemandangan sungai yang terhampar hampir di sepanjang sisi kiri jalan.
Lokasi air terjun Bedegung berjarak sekitar empat kilometer dari jalan utama. Rumah- rumah khas Sumatera Selatan yang berbentuk panggung terlihat di kanan kiri jalan. Beberapa di antaranya ada yang sudah berumur ratusan tahun.
Dulu, kolong rumah tersebut difungsikan untuk menyimpan kayu bakar, hasil kebun kopi dan karet, dan kandang ternak. Kini, kolong rumah banyak yang beralih fungsi menjadi tempat jualan dan garasi rumah.
Sebagian besar warga di daerah ini masih bertani kopi. Saat musim panen, warga mengeringkan kopi di jalan yang sekaligus menjadi halaman rumah. Kopi seharga Rp 30.000 per kilogram ini layak menjadi oleh-oleh untuk kerabat di kampung halaman.
Sekitar 300 meter sebelum memasuki lokasi, derasnya air terjun Bedegung sudah terdengar. Airnya yang segar menggoda orang untuk mandi atau sekadar membasuh muka.
Di dekat air terjun ada kolam pancing dan arung jeram. Jika ingin menikmati suasana air terjun lebih lama, ada sembilan vila yang bisa disewa di sekitar lokasi air terjun itu dengan tarif Rp 75.000 per vila per malam. (RAZ/REK/WHY)

sumber: kompas.com

TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN KARIMUNJAWA




Kawasan ini terletak di laut Jawa kurang lebih 83 km dari Kota Jepara menuju arah utara. Obyek ini merupakan kepulauan yang ditetapkan sebagai Taman Nasional laut Karimunjawa. luas daratan 7.120 Ha dengan pulau berjumlah 27 buah, namun yang berpenghuni hanya 5 buah. yaitu Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting. dengan hamparan pemandangan di sela-sela pulau, pasir putih yang membentang di sepanjang pantai dengan pohon kelapa. Terdapat 242 jenis ikan hias, serta 133 genera fauna akuatik. Pantai-pantai di Karimunjawa sebagian besar berpasir putih, oleh karena itu cocok untuk kegiatan berjemur, menyelam dan memancing.
Secara garis besar fauna yang ada di Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 2 (dua ) kelompok, yaitu :
1.Daratan : Rusa, Trenggiling, Landak, Ular, Bangau Tong tong, Bangau Abu-abu, Elang laut dan Wedi-wedi. Burung elang laut merupakan satwa langka yang dapat dijumpai di kepulauan ini.
2.Perairan : Terumbu karang, spons, karang lunak, akar bahar, kerang merah, penyu dan ikan hias.


Akses
Dengan kapal motor, karimun jawa dapat ditempuh dalam waktu sekitar 5 jam dari Pelabuhan Kartini, Jepara. Atau melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.


Fasilitas
Hotel, rumah penginapan, restoran atau rumah makan, kios cinderamata. terdapat juga  penyewaan peralatan menyelam, memancing, renang, dan lainnya. Di kawasan Taman Nasional laut ini juga telah dibangun “Kura-Kura Resort” yang merupakan kawasan peristirahatan dengan fasilitas lux, yang merupakan milik investor asing.


Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Karimunjawa :
1.Olah raga selam : di Tanjung Gelam ( di Karimunjawa ), Pulau Menjangan Kecil dan Pulau Cemara Kecil.
2.Mandi di Pantai dan Berjemur, cocok dilakukan di Pulau Menjangan Besar yang berpasir putih dan Pulau Cemara Kecil.
3.Mengunjungi Pulau Menjangan Besar untuk melihat penangkaran ikan hiu, atau menguji keberanian anda dengan berenang bersama ikan hiu yang pastinya akan di temani oleh pemandu.




Monday, November 2, 2009

GROJOGAN SEWU


Grojogan Sewu mempunyai panorama alam yang indah terdiri dari kawasan hutan dan air terjun yang menjulang tinggi. Air terjun dengan tinggi sekitar 80 meter merupakan tempat favorit untuk di kunjungi para wisatawan. Pada saat pertama kali masuk kawasan air terjun Grojogan Sewu, pengunjung akan disambut oleh kera-kera yang berkeliaran secara bebas. Sementara itu untuk mencapai ke lokasi air terjun, wisatawan harus melewati ratusan anak tangga. Sesampainya di lokasi air terjun, pengunjung dapat menyaksikan panorama alam yang indah serta bisa menikmati dinginnya air terjun dan kesegaran udara alam sekitar. Selain itu kita dapat berjalan-jalan di kawasan obyek wisata untuk melihat pemandangan perbukitan dan pepohonan hijau, atau berenang di kolam renang yang terletak tidak jauh dari kawasan air terjun.


Akses
Air terjun Grojogan Sewu berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk menuju ke lokasi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti bus dari Kota Solo menuju Tawangmangu dan bisa dilanjutkan menuju obyek wisata yang berjarak sekitar satu kilometer dari terminal Tawangmangu.


Fasilitas
Kolam renang, taman bermain anak-anak, warung makan, warung dan kios cinderamata, penyewaan kuda untuk berkeliling di sekitar lokasi obyek wisata, mushola, toilet, dan lainnya.









photo: http://www.flickr.com/photos/tianyake