Wednesday, November 18, 2009

Baturaden



Baturaden adalah sebuah tujuan wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Baturaden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturaden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturaden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.


Batu Raden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.


Akses
Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 20 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturaden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.


Fasilitas
Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan sate kelinci.
Gunung Slamet dengan lereng-lerengnya yang landai, menawarkan panorama alam yang indah, dan udara yang segar.


Lokasi wisata

  • Pancuran Pitu Baturaden
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah atas Pancuran Telu.

  • Pancuran Telu
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu.

  • Bumi Perkemahan
Merupakan camping ground yang sering dimanfaatkan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan out bond. Pernah digunkan sebagai tempat penyelenggaraan Jambore Nasional Gerakan Pramuka se-Indonesia pada tahun 2001.

  • Kaloka Widya Mandala
Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturraden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas H. Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995. Tempat ini pernah mendapatkan prestasi sebagai Visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang pada tanggal 23 Agustus 1996.
Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari Australia, Asia dan Belanda. Koleksinya meliputi: Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk (Buing), Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang Utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan.


  • Pemandian Air Panas
  • Curug Ceheng
  • Wahana Wista Lembah Combong
  • Combong Valley Paint Ball and War Games
  • Telaga Sunyi
Sumber: wikipedia.org
sumber foto: desnaputra-journey.blogspot.com , indonesianholiday.blogspot.com , wisatabanyumas.blogdetik.com

Candi Gedong Songo

Percandian gedong songo terletak di kaki gunung ungaran, kira- kira diketinggian 1200-1300 m diatas permukaan laut. Secara administrative candi gedong songo terletak di desa candi, kecamatan ambarawa kabupaten semarang.adapun secara astronomis terletak pada 110 ‘ 14’ 18’ BT dan 7’ 12’ 16 LS.

Percandian gedong songo merupakan kompleks candi yang terdiri dari sembilan kelompok candi. Seluruh bangunan percandian gedong songo dibuat dari batuan andasit. komplek candi ini pada awalnya disebut candi “gedong pitoe” karena pada waktu itu ditemukan oleh Rafles hanya terdiri dari tujuh kelopok bangunan candi. Namun selanjutnya ditemukan dua kelompok candi sehingga dinamakan candi gedong songo . kata gedong (jawa) berarti bangunan songo berarti 9 jadi candi gedong songo adalah sembilan candi.meskipun menurut nama yang diberikan sembilan kelompok candi, maka saat ini hanya terdapat lima kelompok candi yang masih utuh.sedangkan empat candi lainnya sudah runtuh dan hanya tinggal pondasi atau dasarnya saja.


Kelima kelompok candi tersebut letaknya berpencar, dimulai dari candi gedong I yang terletak paling bawah sampai dengan candi gedong V yang terletak paling atas. Kelima bangunan candi itu telah dipugar oleh Dinas Purbakala.

Candi gedong I dan Gedong II telah dipugar pada tahun 1928 –1929 dan 1930 –1931, sedangkan candi gedong III, IV dan V tahun 1977 –1983 .

Percandian gedong songo merupakan kelompok percandian yang bercorak agama hindu. Hal ini dapat diketahui berdasarkan arca dan relief yang menempati relung-relung bangunan candi. Seperti arca Ciwa Mahadewa, ciwa mahaguru, ganeca, durga mahisasuramardhini, nadiswara dan mahakala serta yoni yang terdapat pada bilik candi.keistimewaan dari percandian gedong songo antara lain terdapat arca gajah dalam posisi jongkok ( njerum :jw ) dikaki candi gedong III, dan yoni dalam bentuk persegi panjang yang terdapat di bilik candi gedong I.

Mengenai masa pendirian candi gedong songo belum diketahui secara pasti, namun dari bentuk seni bangunan para ahli menafsirkan pendirina candi gedong songo hampir semasa dengan percandian dieng yang dianggap candi hindu tertua di jawa tengah. Dengan demikian candi gedong songo dibuat dalam kurun waktu abad ke VII –IX Masehi.

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang.


Jarak tempuh
Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan. Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
Gedong Songo - Ungaran : 25 km
Gedong Songo - Ambarawa : 15 km
Gedong Songo - Semarang : 45 km

Akses
Untuk mengakses lokasi candi gedong songo sangat mudah, dari kota ambarawa hanya berjarak sekitar 15 km yaitu arah barat melewati objek wisata bandungan.

Dari arah terminal Semarang naik bus kecil jurusan bandungan /gedong songo.
Dari arah Yogyakarta naik bus jurusan semarang turun di kota Ambarawa. Disambung dengan naik angkot ke bandungan /gedong songo.



Sumber: wikipedia.org , http://tantilestari.multiply.com/reviews/item/2
photo: http://www.flickr.com

Saturday, November 14, 2009

BRASTAGI

Terletak pada ketinggian 1300 m dari atas permukaan laut, Brastagi adalah sebuah kota yang berada di kawasan perbukitan dan memiliki panorama indah dengan udara pegunungan yang sejuk dan nyaman. Kota ini terletak pada jalur jalan menuju ke Danau Toba, lebih kurang 70 Km dari Medan. Dua gunung api menjadi latar belakang dari Kota Brastagi ini yaitu masing-masing Gunung Sinabung di barat dan Gunung Sibayak di utara. Kota Brastagi merupakan basis atau titik awal perjalanan menuju ke berbagai obyek wisata menarik lainnya di daerah itu. Pusat kota Brastagi terletak di sekitar Tugu Perjuangan yang dibangun untuk mengenang perjuangan masyarakat Batak melawan penjajah Belanda pada tahun 1800-an. Jalan Veteran adalah satu-satunya jalan utama (protokol) di kota ini. Bukit Gundaling yang berada di barat laut Brastagi adalah tempat wisata yang cukup indah khususnya pada saat matahari tenggelam. Bukit ini cukup populer dikalangan penduduk Brastagi karena dari sini pengunjung bisa memandang separuh kawasan Brastagi termasuk Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Di kaki Bukit Gundaling ini banyak terdapat penginapan yang sebagian dimiliki Pemda dan BUMN. Kampung Peceran di pinggir utara Kota Brastagi merupakan kampung tradisional masyarakat batak karo setempat. Rumah-rumah tradisional di kampung ini memiliki bentuk arsitektur khas Batak Karo yang dibangun sekitar 60 tahun lalu. Rumah-rumah tradisiomal ini didiami oleh pemiliknya yang menyambut pengunjung dengan ramah. Untuk mencapai tempat ini anda dapat menumpang kendaraan umum.

Rumah Adat Karo

Rumah adat di Tanah Karo menjadi obyek wisata yang sering dikunjungi turis khususnya wisatawan asing, namun sebagaimana umumnya rumah adat tua, kondisinya kini sudah mulai terancam karena tidak terawat. Banyak masyarakat Karo setempat yang pindah dari rumah adat dan membangun rumah biasa dengan pertimbangan lebih praktis. Saat ini masih terdapat sekitar 425 rumah tradisional Karo yang tersisa, tersebar di sejumlah desa antara lain di Lingga, Barusjahe, Dokan, Cingkes, Seberaya dan Suka. Seluruhnya masih dihuni, meski kondisinya sudah mulai banyak rusak dimakan usia. Jika tertarik dengan kebudayaan masyarakat Batak Karo maka dapat mengunjungi sejumlah rumah adat Karo yang terdapat di sekitar Brastagi. Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat rumat adat Batak Karo adalah Desa Lingga yang terletak di barat daya Brastagi dan hanya beberapa kilometer barat laut Kabanjahe. Anda dapat menumpang kendaraan umum dari Kabanjahe menuju Lingga.

Gili Ketapang



       Gili Ketapang merupakan sebuah pulau yang indah terletak 5 mil dilepas pantai utara Probolinggo atau 30 menit perjalanan naik perahu motor dari Pelabuhan Tanjung Tembaga. Dibagian timur dan selatan pulau membentang pantai pasir putih, lautnya nampak kebiru-biruan. Saat lautnya tenang, pengunjung bisa berenang dan menyelam melihat bunga karang yang indah dan ikan hias yang berwarna-warni. Pulau seluas 68 ha di huni 7.600 jiwa, sebagian besar warganya suku Madura dan hampir 90% menjadi nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut.



        Keunikan lain adalah kepercayaan masyarakat setempat tentang asal-usul nama Gili Ketapang bahwa pulau ini memiliki tenaga gaib yang bergerak lamban ke tengah laut. Semula pulau ini menjadi satu dengan daratan Desa Ketapang. Ketika Gunung Semeru meletus terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat sehingga sebagian daratan Desa Ketapang terpisah ketengah laut sekitar 5 Mil dari Kota Probolinggo. Sebagian daratan menjadi sebuah pulau yang bergerak. Oleh sebab itu masyarakat setempat menyebut pulau tersebut dengan nama Gili Ketapang yang berasal dari bahasa Madura yang artinya mengalir sedangkan Ketapang adalah nama asal desanya.


Monumen Gerbong maut



Salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Bondowoso adalah Monumen Gerbong maut, dimana pada tanggal 23 Nopember 1947 sejarah mencatat dengan tinta emas tentang perjuangan heroik rakyat Bondowoso melawan penjajah belanda. Sekitar 100 orang pejuang ditangkap dan diangkut dengan Gerbong No. GR.10152 berisi 30 orang. Gerbong No. GR.446 berisi 32 orang dan No. GR. 5769 berisi 38 orang dari Stasiun Kereta Api Bondowoso pada pukul 03.00 dini hari menuju Penjara Kli sosok Surabaya, Para pejuang / tahanan yang ada di Gerbong tua dalam keadaan tertutup terasa pengap karena kurang udara dan berdesak-desakan berebut udara melalui lubang kecil Gerbong tua yang mulai rapuh / keropos serta ditambah lagi sengatan matahari menerpa dinding Gerbong, sehingga membuat para pejuang melolonglolong kepanasanan dan kehausan mengakibatkan 40 orang dari seratus orang pejuang / tahanan gugur sebagai kusuma bangsa. Kejadian tersebut dikenal dengan peristiwa Gerbong Maut dan diabadikan dengan Monumen Gerbong Maut dijantung kota Bondowoso tepatnya di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Untuk mengenang para jasa para pejuang maka setiap tahun diadakan Napak Tilas yang dilaksanakan tiap-tiap tahun pada Hari Pahlawan.dengan jarak tempuh sekitar 15 Km dari pusat kota ke arah timur.

Mrapen


      Terletak di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, berjarak sekitar 26 Km dari kota Purwodadi. Tepatnya di Ds. Manggarmas, Kecamatan Godong. Di komplek ini terdapat beberapa keanehan alam yang dapat dinikmati yaitu Api Abadi; merupakan pesona yang timbul dari keluarnya api dari dalam tanah yang tidak pernah padam walaupun turun hujan. Dari tempat inipula diambil api untuk penyalaan obor dalam kegiatan Pesta Olah Raga Nasional ( GANEPO I ), PON maupun untuk upacara hari raya Waisak.


       Sendang Dudo; sebuah sendang yang terletak didekat api abadi, dimana airnya senantiasa kelihatan mendidih tetapi tidak panas. Letupan air itu akan menyala bila kena api. Disamping keanehan alam diatas, dikomplek ini juga tersimpan sebuah batu Umpak atau “BATU BOBOT” yang oleh masyarakat setempat dikeramatkan. Setiap malam jum`at kliwon selalu ramai dikunjungi oleh para penziarah dengan maksud tertentu.

sumber foto: http://jv.wikipedia.org/wiki/Geni_abadi_Mrap%C3%A8n