Showing posts with label Air Terjun. Show all posts
Showing posts with label Air Terjun. Show all posts

Tuesday, October 5, 2010

Wisata Air Terjun Benang Stokel di Lombok Tengah

Benang Stokel terletak sekitar 30 kilo dari Kota Mataram dan dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 45 menit melalui Narmada, Desa Pancor Dao dan Pasar Teratak belok kiri, dari sini anda bisa menyaksikan dikiri dan kanan jalan hamparan persawahan dengan pemandangan pegununungan dan perbukitan.
Setiap tahun tempat ini dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik DOMESTIK maupun MANCANEGARA karena tempatnya yang sangat asri dengan hutan lebat dan dikelilingi oleh kebun coklat dan kopi membuat tempat ini sangat indah untuk dikunjungi.
Bagi anda yang suka dengan wisata petualangan, dari tempat ini bisa mendaki ke Gunung Rinjani hanya menempuh perjalanan sekitar 8 jam, ditengah perjalanan anda akan menemukan sebuah tempat dengan ketinggian sekitar 1500 meter diatas permukaan laut anda dengan leluasa bisa menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan. Disini anda bisa beristirahat sejenak untuk menghilangkan penat selama perjalanan. Bila anda mendaki melalui jalur ini, banyak sekali ditemukan mata air yang masih alami dan anda juga bisa menemukan beberapa jenis FLORA maupun FAUNA seperti : Rusa, Lutung, Anggrek dll.

air terjun sipiso-piso


Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.
Nama air terjun yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo ini memiliki makna yang khas, bahwa Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air-air yang berjatuhan dari bukit berketinggian di atas seratus meter ini diperumpamakan layaknya berbilah-bilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya piso dari Tanah Karo.


Air Terjun Sipiso-piso hanya terpisah jarak sejauh 35 km dari kota wisata terkenal di Indonesia, Kota Berastagi, Kabupaten Karo, dan hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatra Utara, Air Terjun Sipiso-piso terbukti mampu mengangkat reputasi Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah tujuan pelancong domestik maupun mancanegara.

Air Terjun Saluopa (Air Terjun 12 tingkat yang indah)


Air Terjun Saluopa atau sering juga disebut Air Luncur Saluopa adalah salah satu obyek wisata menarik di Provinsi Sulawesi Tengah, terletak di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.  Air terjun ini terdiri dari 12 tingkat. Dari satu tingkat ke tingkat berikutnya terdapat tangga dari batu, sehingga memudahkan para pengunjung untuk sampai tingkat paling atas.Di bawah air terjun ini terdapat beberapa kolam dengan air yang sangat jernih.

Di sekitar air terjun juga terdapat hutan tropis dengan beragam fauna yang hidup di dalamnya. Saat melewati hutan tropis ini, pengunjung akan mendengar suara-suara binatang dan burung-burung bernyanyi dengan merdu. Selain hutan tropis, di sekitar lokasi juga terdapat sebuah jembatan kecil yang harus dilewati saat menuju ke lokasi air terjun.


Air yang meluncur dari atas gunung sangat jernih, sehingga bebatuan yang ada di dalam air dapat terlihat dengan jelas. Uniknya, batu-batu tersebut berlumut dan tidak licin, sehingga pengunjung dapat dengan mudah naik ke tingkat paling atas melalui batu-batu tersebut. Selain itu, para pengunjung juga dapat bermain-main air di atas bebatuan tersebut sambil berfoto-foto dengan latar belakang air terjun. Di antara percikan air terjun terkadang muncul warna pelangi yang sangat indah dan mempesona.


Thursday, June 17, 2010

Curug Cipendok

   Curug Cipendok, terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilongok, kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan. Di sekitar wilayahnya terdapat bumi perkemahan dan sebuah telaga yang bernama Telaga Pucung.
   Lokasi air terjun ini cukup mudah untuk dicapai. Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun jangan khawatir, perjalanan 500 meter jalan dari pintu masuk menuju curug tidak bakal membuat bosan. Justru sebaliknya, perjalanan tersebut membuat pengunjung dibawa memasuki alam yang masih asri. Dengan jalan yang naik turun, wisatawan yang datang akan disambut dengan suara-suara serangga khas hutan tropis.

Setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian hampir 98 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan segar. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun.

Jalan menuju lokasi sudah diaspal semua. Dari lokasi parkir, dan berjalan menuju lokasi air terjun, kita benar-benar dapat menikmati pemAndangan alam di sekitar sambil berolahraga. Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan mendoan, susu murni yang bisa Anda temukan di warung-warung rumah penduduk. Perkebunan tomat, cabai dan seledri cukup menarik dinikmati dalam perjalanan menuju lokasi. Belum lagi sungai-sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang kita untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Bila hari besar seperti libur lebaran, lokasi ini cukup ramai dikunjungi
 

Di lokasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas:
- cottage,
- outbond,
- jogging,
- jungle tracking dan
- bumi perkemahan

Anda juga bisa melihat sumber mata air dan telaga Pucung di Kampung Panginyongan, yang ditampilkan dalam nuansa budaya Banyumasan. Di sini, suasana sangat hening dan asri, sesuai untuk melonggarkan pikiran, setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan yang menyita tenaga dan pikiran.
Di kampung Panginyongan ini, Anda bisa mengikuti berbagai kegiatan yang menarik, seperti:
- melukis
- membuat gula kelapa
- menari tradisional
- berlatih gamelan

Semua ini sudah disediakan untuk membuat Anda sejenak berpaling dari kesibukan sehari-hari dan menikmati kembali kehidupan yang alami dan asri. Bahkan untuk penerangan, pihak KBM WBU Perhutani tidak menggunakan listrik dari PLN, melainkan menggunakan kincir air. Sehingga sesuai dengan tema untuk kembali ke alam.

Selain keindahan alamnya yang masih asli, di sekitar telaga pucung juga masih terdapat elang dan macan (harimau) Jawa. Dimana keberadaannya kini semakin berkurang.

Untuk masuk ke lokasi Curug Cipendok, Anda bisa melalui kota Purwokerto, menuju ke jalan Jend. Sudirman, ke arah alun-alun. Kemudian lurus menuju ke jalan raya Losari, sekitar 14 km dari Purwokerto. Selanjutnya, ada tAnda berupa rambu lampu kuning, Anda belok kekanan menuju lokasi dengan jarak sekitar 8 km. Jalan menuju ke lokasi cukup berkelok-kelok, namun jangan khawatir, karena ada rambu penunjuk jalan menuju ke lokasi.

Harga Tiket masuk hari biasa. Rp. 3.000,- b. Tiket masuk hari libur/besar (Public Holiday). Rp. 5.000,- ... Harga Tanda masuk per Obyek. Rp. 5.000,-.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=216782489


Sunday, November 8, 2009

Merengkuh Segarnya Bedegung

Singgah di Muara Enim untuk menikmati obyek wisata alam air terjun Bedegung bisa menjadi oase yang menyegarkan kala mudik melalui jalan lintas tengah Sumatera. Bahkan, jika beruntung, Anda juga bisa meneguk kopi bedegung yang terkenal nikmat itu.
Posisi Muara Enim di jalinteng Sumatera membuat kota itu sebenarnya hanya dilalui pemudik menuju Lubuk Linggau atau Lahat. Pemudik ke Prabumulih atau Palembang biasanya lebih memilih rute melalui Batu Raja karena lebih dekat.
Akan tetapi, jika wisata alam menjadi salah satu agenda untuk mengisi liburan Anda di kampung halaman, keindahan pesona alam air terjun Bedegung sayang untuk dilewatkan.
Untuk menjangkau obyek wisata ini dari Batu Raja, sebaiknya Anda mengisi penuh tangki bahan bakar karena hampir sepanjang jalan Batu Raja-Muara Enim hanya ada satu stasiun pengisian bahan bakar untuk umum sekitar empat kilometer dari batas Kota Batu Raja.
Jika Anda berangkat dari arah Prabumulih, dianjurkan mengisi bahan bakar di Kota Muara Enim.
Jalan menuju air terjun Bedegung dari Batu Raja sebagian besar sudah beraspal, tetapi banyak tikungan tajam. Berkendaralah dengan santai sambil menikmati pemandangan sungai yang terhampar hampir di sepanjang sisi kiri jalan.
Lokasi air terjun Bedegung berjarak sekitar empat kilometer dari jalan utama. Rumah- rumah khas Sumatera Selatan yang berbentuk panggung terlihat di kanan kiri jalan. Beberapa di antaranya ada yang sudah berumur ratusan tahun.
Dulu, kolong rumah tersebut difungsikan untuk menyimpan kayu bakar, hasil kebun kopi dan karet, dan kandang ternak. Kini, kolong rumah banyak yang beralih fungsi menjadi tempat jualan dan garasi rumah.
Sebagian besar warga di daerah ini masih bertani kopi. Saat musim panen, warga mengeringkan kopi di jalan yang sekaligus menjadi halaman rumah. Kopi seharga Rp 30.000 per kilogram ini layak menjadi oleh-oleh untuk kerabat di kampung halaman.
Sekitar 300 meter sebelum memasuki lokasi, derasnya air terjun Bedegung sudah terdengar. Airnya yang segar menggoda orang untuk mandi atau sekadar membasuh muka.
Di dekat air terjun ada kolam pancing dan arung jeram. Jika ingin menikmati suasana air terjun lebih lama, ada sembilan vila yang bisa disewa di sekitar lokasi air terjun itu dengan tarif Rp 75.000 per vila per malam. (RAZ/REK/WHY)

sumber: kompas.com

Curug Cilember

Dari gerbang tol Ciawi, Anda terus menuju arah Puncak. Di daerah Cisarua, Anda dapat berbelok ke kiri untuk menuju Curug Cilember dan juga Taman Matahari. Setelah melewati Taman Matahari, Anda akan melewati vila dan rumah penduduk sepanjang jalan. Setelah itu Anda dapat tiba di gerbang Curug Cilember. Jalan untuk menuju tempat ini sudah beraspal, tetapi juga berliku dan sempit, sehingga bila ada 2 mobil, Anda harus berhati-hati.

Untuk dapat masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan membeli tiket masuk dengan harga Rp 6.000,- . Bila membawa kendaraan, tiket tambahan yang harus dibeli adalah Rp 8.000,- untuk mobil atau Rp 4.000,- untuk motor.

Dengan ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, suasana hijau dan sejuk langsung menyambut Anda di tempat wisata ini. Tidak perlu kuatir, karena pihak pengelola sudah menyediakan petunjuk jalan yang akan membantu Anda. Tempat favorit banyak pengunjung adalah mengunjungi air terjun atau curug walaupun ada fasilitas lain yang disediakan pengelola. Ada banyak pedagang saat akan menuju curug ke tujuh, mulai dari penjual jagung bakar, mie instant rebus, sate kelinci atau pedagang souvenir. Bagi Anda yang merasa lapar, Anda dapat singgah ke tempat ini.

Taman Konservasi Kupu-Kupu
Selanjutnya, Anda akan melihat Taman Konservasi Kupu-Kupu, sebuah bangunan berbentuk kubah jaring raksasa. Bila ingin masuk ke tempat ini, tiket dijual dengan harga Rp 5.000,-. Di sini merupakan tempat kupu-kupu dikembangbiakan. Ada petugas yang akan menjelaskan proses metamorfosis kupu-kupu, memperlihatkan telur, ulat maupun kepompong yang ada di taman konservasi ini. Petugas dengan ramah juga menerangkan jenis kupu-kupu dari ulat yang ada serta menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan pengunjung. Tempat yang cocok untuk menambah pengetahuan anak Anda yang masih kecil. Anda dapat melihat sendiri kupu-kupu yang berterbangan atau yang hinggap di bunga atau daun dari tanaman yang ada. Hanya saja pada musim tertentu, kupu-kupu di sini tidak terlalu banyak. Penangkaran ini dibuat menyerupai taman dengan bunga-bungan dan tanaman lainnya yang semakin mempercantik tempat ini.

Fasilitas di Curug Cilember
Perjalanan dapat dilanjutkan dengan melewati Jembatan Cinta, jembatan gantung yang akan bergoyang saat dilewati. Kemudian, Anda dapat mencoba Flying Fox di antara tanaman pinus yang ada disini. Ada juga pondok-pondok kayu yang disewakan untuk tempat bermalam. Harga sewa pondok ini berbeda-beda, tergantung jenisnya. Sewa termahal adalah pondok Meranti (3 kamar tidur, dapur, tungku pemanas, water heater) harganya Rp 700.000,- untuk weekday dan Rp 900.000,- untuk weekend. Untuk pondok Merkusi dengan fasilitas sama seperti pondok Meranti tetapi hanya terdiri dari 2 kamar tidur, harganya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 800.000,- untuk weekend. Sedangkan untuk tipe lainnya ada Rasamala (2 kamar tidur, water heater) dan Damar (2 kamar tidur, dapur) harga sewanya Rp 600.000,- untuk weekday dan Rp 700.000,- untuk weekend. Anda dapat memilih sendiri fasilitas pondok mana yang cocok untuk Anda.

Bila ingin mencoba suasana yang berbeda, cobalah untuk menikmati acara camping atau berkemah di ruangan terbuka. Pengelola menyediakan sewa tenda seharga Rp 75.000,-, sleeping bag seharga Rp 15.000,- atau perlengkapan lainnya untuk berkemah seperti lampu, genset, matras, atau api unggun. Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi perkemahan (camping ground). Tempat MCK dan keamanannya terjamin, karena adanya petugas yang terus berjaga di tempat ini.

Curug 7 Cilember
Tidak jauh dari pondok penginapan, tibalah Anda di curug atau air terjun ke tujuh. Curug ini yang paling ramai karena terletak paling bawah sehingga mudah diakses. Letaknya hanya beberapa ratus meter dari pintu gerbang. Curug ke tujuh terbagi dua dan dan Anda dapat melihatnya dari jauh karena ketinggian curug ini. Banyak pengunjung yang menikmati kesegaran air terjun ini. Mereka mendekati curug ini untuk mandi di bawah curahan air terjun, berenang di kolam alami hasil penampungan air terjun, atau sekadar berfoto-foto dengan pemandangan air terjun. Di sini juga disediakan tempat MCK dan tempat ganti pakaian setelah Anda berbasah ria.

Di curug ini juga kerap kali dijadikan tempat foto prewedding untuk para calon pengantin. Rasa lelah akan terasa hilang saat merasakan percikan air di wajah atau saat mencoba merasakan dinginnya air terjun. Ditambah lagi dengan suasana asri dan indahnya pemandangan curug ketujuh ini.

Curug 5 Cilember
Setelah puas menikmati curug ketujuh, perjalanan dapat dilanjutkan menuju curug ke lima. Curug ini lebih besar dibandingkan dengan curug ke tujuh walaupun tidak setinggi curug ke tujuh. Anda dapat menghilangkan lelah Anda dengan bermain-main di curug ini.

Untuk mencapai curug ke lima, medannya lebih sulit, karena hanya berupa jalan setapak yang terdiri dari batu-batuan dan tanah. Jika hujan, maka jalan ini cukup licin sehingga harus lebih berhati-hati. Jalan setapak ini juga berliku-liku. Untuk mencapai curug ke lima, Anda membutuhkan waktu kira-kira 15 menit berjalan kaki.

Curug ke lima, lebih indah dan bersih, karena lebih sulit dijangkau dari curug ke tujuh. Namun di sini juga disediakan fasilitas MCK dan ruang ganti pakaian. Ada juga warung yang menyediakan makanan dan jagung bakar yang bisa dinikmati. Di area sekitar curug ke lima juga terdapat camping ground untuk menikmati keindahan hutan alami sambil menikmati kesejukkan alam di dekat air terjun.

Dari Curug Tujuh Hingga Curug Satu Cilember
Curug paling bawah yang terdekat dengan pintu masuk adalah curug ke tujuh. Lokasinya mudah diakses dengan mudah oleh para pengunjung Wana Wisata Curug Cilember. Setelah itu, biasanya beberapa orang yang masih belum puas akan melanjutkan mendaki melewati jalan setapak yang licin dan berbatu menuju curug ke lima. Sebagian besar pengunjung sudah merasa senang jika mencapai curug ke lima ini. Curug ke enam sendiri memang tidak bisa dikunjungi karena belum ada jalan setapak menuju curug ke enam. Sehingga biasanya pengunjung langsung menuju curug ke lima setelah mengunjungi curug ke tujuh.

Namun jika Anda berjiwa petualang, Anda bisa mencoba untuk mencapai curug ke empat dengan medan yang semakin sulit dan terjal. Dari curug ke empat, tidak jauh dari sana Anda juga dapat mencapai curug ke tiga. Baik curug ke empat dan curug ke tiga, masih jauh lebih alami karena jarang dikunjungi mengingat medan perjalanan kaki yang cukup sulit.

Jika Anda masih menyukai tantangan lagi, Anda dapat mengunjungi curug ke dua yang perjalanannya cukup jauh dari curug ke tiga. Di sini Anda harus berhati-hati karena banyak lintah yang ada di dedaunan. Lalu Anda dapat mencapai curug ke satu yang terletak paling atas yang merupakan curug tertinggi di Wana Wisata Curug Cilember. Curug ke satu sangat alami karena memang paling sulit dikunjungi. Namun, pengelola selalu menyarankan ditemani pemandu yang sudah tahu medan perjalanan ke curug satu, bila ingin mencapainya. Waktu tempuh dengan berjalan kaki ke curug satu memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan kaki.

Bila Anda sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan, menikmati keindahan curug ke tujuh dan curug ke lima sudah cukup untuk menghilangkan kepenatan. Untuk yang hobi berpetualang, Curug Cilember menyediakan fasilitas jugle tracking dan outbound. Dengan keindahan panoramanya, suasana asri dan kesejukkan air terjun, serta fasilitas lainnya menjadikan Wana Wisata Curug Cilember ini cocok menjadi tempat wisata untuk Anda dan keluarga. Pulang dari Curug Cilember, Anda akan menikmati kesegaran bagi tubuh dan pikiran Anda sambil menikmati jajanan di pintu keluar Wana Wisata Curug Cilember seperti sate kelinci dan jagung bakar.


Curug Cilember
Wana Wisata Curug 7 Cilember
Jl. Cisarua Puncak Km 10
Desa Cilember
Kecamatan Cisarua
Puncak, Jawa Barat
Telp: (0251) 258 890

sumber: kumpulan.info/wisata.htm

Monday, November 2, 2009

GROJOGAN SEWU


Grojogan Sewu mempunyai panorama alam yang indah terdiri dari kawasan hutan dan air terjun yang menjulang tinggi. Air terjun dengan tinggi sekitar 80 meter merupakan tempat favorit untuk di kunjungi para wisatawan. Pada saat pertama kali masuk kawasan air terjun Grojogan Sewu, pengunjung akan disambut oleh kera-kera yang berkeliaran secara bebas. Sementara itu untuk mencapai ke lokasi air terjun, wisatawan harus melewati ratusan anak tangga. Sesampainya di lokasi air terjun, pengunjung dapat menyaksikan panorama alam yang indah serta bisa menikmati dinginnya air terjun dan kesegaran udara alam sekitar. Selain itu kita dapat berjalan-jalan di kawasan obyek wisata untuk melihat pemandangan perbukitan dan pepohonan hijau, atau berenang di kolam renang yang terletak tidak jauh dari kawasan air terjun.


Akses
Air terjun Grojogan Sewu berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk menuju ke lokasi, pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti bus dari Kota Solo menuju Tawangmangu dan bisa dilanjutkan menuju obyek wisata yang berjarak sekitar satu kilometer dari terminal Tawangmangu.


Fasilitas
Kolam renang, taman bermain anak-anak, warung makan, warung dan kios cinderamata, penyewaan kuda untuk berkeliling di sekitar lokasi obyek wisata, mushola, toilet, dan lainnya.









photo: http://www.flickr.com/photos/tianyake