Tuesday, December 28, 2010

Pesona Pulau Moyo, Sumbawa


Pulau Moyo Terletak Sebelah utara Sumbawa dan di mulut teluk Saleh dengan luas + 30 Ha.Pulau Moyo mempunyai obyek wisata darat dan laut. Hutan tropis pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius) yang dilindungi, juga terdapat air terterjun bertingkat mata jitu. Wisata baharinya menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan menyelam (Snorkling dan Skuba diving), bahkan mulai dari dermaga pulau moyo sudah dapat dilihat ribuan ikan kecil. Lady Diana dari kerajaan Inggris, Prince William dari kerajaan Belanda, dan Mick Jagger pernah datang berlibur ke Pulau Moyo.


Pulau Moyo termasuk wilayah Kabupaten Sumbawa Besar, untuk menuju Pulau ini bisa melalui pelabuhan Badas, kira2 10 menit perjalanan dengan menggunakan mobil pribadi dari Kota Sumbawa Besar, dari sini banyak perahu perahu nelayan yang parkir yang disewakan menuju Pulau Moyo, dari sini dapat ditempuh perjalanan sekitar 2 jam atau kalau menggunakan speed boat yang biasa disewa di hotel Kencana yang tidak jauh dari pelabuhan ini, tarifnya akan lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan perahu kapal nelayan.

Bagi anda yang suka dengan petualangan bawah laut, berburu rusa dan babi hutan tempat ini menawarkan segalanya mulai dari aneka jenis terumbu karang yang masih alami, wisata mancing, ikan hias dengan berbagai warna serta banyak lagi hal yang sangat menarik dipulau ini. Di pulau ini berdiri salah satu hotel dengan tarif sampai dengan 15 juta permalam yaitu AMAN WANA RESORT.




sumber: http://fathurrahmano.wordpress.com
photo: http://archive.kaskus.us, http://wonglow.blogspot.com, http://fferani.blogspot.com, http://apentour.blogspot.com

Pantai Lovina, Bali


Lovina terletak di Bali Utara di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja. Pantai Lovina berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Karena itu, kadang orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk.

Pantai Lovina yang berpasir hitam ini masih alami sehingga menarik dikunjungi. Yang menarik di Pantai Lovina adalah perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina. Anda dapat menjumpai lumba-lumba di perairan Lovina yang terletak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Laut Bali yang berada di perairan Lovina relatif tenang sehingga Anda bisa berwisata di laut tersebut dengan menggunakan perahu nelayan.


Lumba-Lumba
Kawasan Lovina terkenal terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba liar. Anda dapat langsung menyaksikan tingkah laku yang lucu dan bersahabat dari lumba-lumba langsung di tengah laut. Tentu ini akan menjadi pengalaman liburan yang menarik untuk Anda. Di kawasan Lovina terdapat ratusan ekor lumba-lumba.


Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Biasanya para wisatawan sudah berkumpul di pantai sekitar pukul 5.30 WITA untuk berangkat ke tengah laut. Anda bisa menyewa perahu nelayan yang memang disediakan untuk perjalanan tersebut. Perjalanan dimulai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya bisa mengangkut maksimal 4 orang selain sang nelayan. Perahu akan membawa Anda sekitar satu hingga dua kilometer ke arah tengah laut ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul.

 Selama perjalanan, Anda bisa melihat-lihat pemandangan laut yang luas dan seraya perahu menjauhi daratan, Anda bisa melihat daratan Lovina dari kejauhan seperti siluet. Setelah sampai di tengah laut, sang nelayan akan menyusuri ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul. Dan apabila ada sekelompok lumba-lumba yang melompat, sang nelayan akan memberitahu perahu-perahu lain di sekitarnya sehingga perahu-perahu tersebut akan menambah kecepatan untuk mengejar sekelompok lumba-lumba itu.


Tentu anda dapat merekam sewaktu lumba-lumba tersebut berlompatan di tengah laut. Ada juga para wisatawan yang tidak bisa melihat lumba-lumba tersebut. Hal ini tergantung dari faktor alam juga seperti pasangnya air laut, arah angin, dan tentu saja keberuntungan anda untuk dapat melihat lumba-lumba liar tersebut. "Pengejaran" ini akan berlangsung kira-kira 3 jam. Namun, apabila Anda sudah merasa mual karena mabuk laut Anda tidak perlu ragu ragu untuk memberitahu sang nelayan untuk kembali ke daratan.


Seraya perjalanan kembali ke daratan, Anda bisa menikmati pemandangan sepanjang pantai Lovina dengan jelas karena matahari sudah bersinar dengan terangnya. Anda juga dapat menikmati wisata taman laut di perairan Lovina.


Taman Laut Lovina
Di kawasan Lovina, Anda juga dapat menyelam atau snorkeling untuk menikmati keindahan laut di pantai tersebut. Anda dapat menjumpai beragam ikan hias yang cukup ramah untuk mendatangi para penyelam. Memang taman laut di Lovina tidak seindah taman laut lainnya di Indonesia. Namun, Anda akan cukup senang bermain-main dengan ikan hias di perairan ini.

Di pinggir pantai, Anda juga dapat menemukan berbagai kulit kerang yang beraneka ragam. Tentu Anda bisa mengambilnya untuk koleksi hiasan dan cindera mata yang alami dan menarik.

Transportasi dan Akomodasi di Lovina
Di kawasan Lovina terdapat banyak penginapan dengan harga terjangkau. Ada juga penginapan yang menyediakan atraksi lumba-lumba yang terlatih maupun kebun binatang mini di dalam penginapan tersebut. Anda bisa memilih berbagai penginapan dari penginapan sederhana hingga cottage.

Dari Denpasar ke Lovina, Anda bisa melewati Bedugul lalu ke Singaraja dan menuju Lovina. Anda juga bisa melewati rute Bedugul lalu Seririt dan ke Lovina. Anda bisa menempuh perjalanan melewati kedua rute tadi sekitar 2 jam perjalanan. Namun, rutenya melewati jalur yang naik-turun dan berkelok-kelok. Rute lain adalah melewati Gilimanuk lalu ke Lovina yang bisa ditempuh dalam waktu hampir 4 jam. Jalur ini relatif lurus dan nyaman meski membutuhkan waktu perjalanan yang lebih lama.
 

Pantai Lovina
Pantai Lovina tentu bisa menjadi tujuan wisata Anda. Banyak hal menarik yang bisa Anda temui di sini seperti melihat pertunjukkan lumba-lumba liar di tengah laut, maupun taman laut dengan beragam ikan hias. Apalagi jika Anda sedang mengunjungi kawasan Singaraja, maka sempatkan diri Anda mampir ke Lovina dan menginap setidaknya satu hari di sana untuk menyaksikkan atraksi lumba-lumba pada pagi-pagi sekali.

Friday, December 3, 2010

Pantai Kuta, Lombok


Mendengar kata Pantai Kuta pikiran anda pasti tertuju pada sebuah pantai yang terletak di pulau bali. Ya tentunya demikian bukan 99% ingatan anda pasti akan menjurus ke pantai kuta yang terletak di pulau seribu pura itu, namun cobalah untuk mengunjungi pulau Lombok disana anda akan menemukan pantai kuta yang tak kalah eksotisnya.

Pantai kuta Lombok adalah sebuah pantai yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa, pantai yang berpasir putih dihiasi dengan birunya air dengan gradasi hijau  di karenakan habitat bawah lautnya masih sangat terjaga kelestariannya di antaranya seperti blue coral dan red coral bisa kita jumpai di tempat ini, Ombak yang lumayan besar juga menjadikan tempat ini sebagai salah satu surga bagi para pecinta surfing baik itu para surfer lokal ataupun Non Lokal.


Salah satu keunikan Pantai Kuta Lombok adalah pasir putihnya yang begitu unik berbentuk seperti butiran-butiran merica yang sangat sulit kita temukan di daerah wisata pantai lainnya, Butiran pasir inilah yang membuat kebanyakan pengunjung betah berlama-lama di Pantai. Selain pasirnya yang unik di pantai ini juga terdapat deretan bukit-bukit yang menjulang berukuran sedang, Deretan-deretan perbukitan inilah yang menciptakan perpaduan warna yang molek diantara birunya air laut dan putihnya pasir pantai.
 

Pantai Kuta Lombok berlokasi di Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, untuk masalah biaya masuk dan biaya parkir anda tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan Rupiah seperti di daerah wisata yang lain, Tidak di pungutnya biaya parkir dan biaya masuk dikarenakan tidak adanya campur tangan dari pemerintah daerah setempat, namun apabila anda adalah seorang dermawan dan anda adalah salah satu orang pecinta alam tidak ada salahnya untuk mengeluarkan beberapa rupiah untuk kemajuan Pantai Kuta Lombok Ini.


Sedikit info tentang Pantai Kuta Lombok :
  • Utamakan untuk tidak membuang sampah secara sembarangan
  • Jangan lupa membawa obat-obatan seperlunya
  • Jangan lupa membawa makanan dan minuman secukupnya 
  • Bersikaplah sopan kepada masyarakat setempat dan juga kepada pengunjung yang lainnya
  • Jangan memberikan uang kepada Anak-anak apa bila ada rasa kasihan sebaikknya anda langsung ke pengurus masyarakat setempat untuk bersedekah
  • Jangan lupa membawa camera untuk mengabadikan kenangan anda di Pantai Kuta Lombok



sumber: http://7og4nk.blogspot.com
photo: http://labirin97.blogspot.com

Wednesday, December 1, 2010

Air Terjun Cibeureum

Cibodas yang terletak di Kabupaten Bogor identik dengan Taman Bunga dan kawasan Gunung Gede Pangrango. Di kawasan Gunung Gede Pangrango ini banyak ditemui tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, salah satunya air terjun Cibeureum. Meskipun harus menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, sesampainya disana, semua kelelahan pun terbayar.

Menuju air terjun Cibeureum memang memerlukan usaha. Jalanan berbatu yang terjal dengan pemandangan pepohonan rindang di kanan dan kiri jalan adalah teman di sepanjang perjalanan. Terkadang, hewan-hewan hutan keluar dari rumah, menyambut tamu yang datang ke sana. Ada beberapa pos penjagaan yang ditemui di perjalanan. Selain itu juga ada Telaga Biru yang bisa dilihat. Telaga ini berwarna biru karena dipenuhi ganggang di dasarnya.

Tak perlu takut tersesat karena meskipun berjalan di hutan, ada petunjuk yang jelas tentang jalan yang harus ditempuh untuk mencapai air terjun Cibeureum. Setelah melewati jalanan berbatu, jembatan kayu sepanjang kurang lebih satu kilo pun ikut menyambut pendatang. Hati-hati berjalan disini karena kayunya licin. Usai melewati jembatan kayu, sampailah kita di air terjun Cibeureum.

Air terjun Cibeureum menawarkan pemandangan air di ketinggian 50 meter serta lumut merah diantara dinding air terjun. Selain air terjun Cibeureum yang airnya deras, tampak juga dua air terjun lainnya disisi kanan. Berwisata disini sangat menyenangkan. Selain bisa merasakan kesejukan air dari dua tempat peristirahatan, jika berani melawan dinginya air udara pegunungan, silahkan bermain dibawah air terjun.

Dalam perjalanan menuju air terjun cibuereum kita menikmati pemandangan yang hijau, serta terdapat telaga biru..


Tips menuju air terjun Cibeureum
Mengingat ini adalah kawasan pegunungan, jaket atau sweater tentunya wajib dipakai. Tapi tak hanya itu, di gunung hujan tentunya kerap turun, sebaiknya siapkan juga payung atau jas hujan.

Jalan yang ditempuh adalah bebatuan dan jembatan kayu yang licin. Pakai sandal atau sepatu gunung adalah pilihan yang sangat baik.

Bawa makanan dan minuman. Perjalanan jauh tentunya menguras tenaga. Apalagi berada di pegunungan. Bekal ini bisa dinikmati di tempat peristirahatan sambil memandangi air terjun. Tapi ingat, usai makan dan minum, buang sampahnya ditempat yang telah disediakan, sebuah kantong plasti hitam. Jika tak ada, rasanya tak salah kalau sampahnya dibawa lagi bersama dan buang di tempat sampah saat dibawah.

Jangan membawa beban terlalu banyak karena perjalanan yang akan dilewati sangat berat.



sumber: http://adventurenatureindonesia.blogspot.com

Friday, November 26, 2010

Monumen Perjuangan Rakyat Bali


Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Monumen Bajra Sandhi)
Monumen Perjuangan Rakyat Bali merupakan simbol rakyat Bali untuk menghormati para pahlawan dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman. Hal ini dapat dilihat dari 17 anak tangga yang ada di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam gedung monumen, dan bangunan utama monumen yang menjulang setinggi 45 meter. Monumen yang sangat megah dan indah ini terletak di pusat Kota Denpasar, tepatnya di tengah Lapangan Puputan Renon, di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali.

Monumen Bajra Sandhi yang megah dan indah

Monumen Perjuangan Rakyat Bali juga dikenal dengan nama “Monumen Bajra Sandhi” karena bentuknya menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat upacara keagamaan. Monumen ini dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 14 Juni 2003. Tujuan pembangunan monumen ini adalah untuk mengabadikan jiwa dan semangat perjuangan rakyat Bali, sekaligus menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan budaya Bali untuk diwariskan kepada generasi penerus sebagai modal untuk melangkah maju menapak dunia yang semakin sarat dengan tantangan dan hambatan.


Arsitektur Monumen Perjuangan Rakyat Bali sangat kental dengan budaya Bali dan falsafah Agama Hindu, yakni lingga dan yoni. Bangunan utama monumen melambangkan lingga, sedangkan dasar bangunan monumen melambangkan yoni. Pada bangunan utama monumen, dapat kita lihat :
  • Guci Amertha, disimbolkan dengan kumba (semacam periuk) yang terlihat di bagian atas monumen. 
  • Ekor Naga Basuki, diwujudkan di dekat Swamba, dan kepalanya pada Kori Agung. 
  • Badan Bedawang Akupa, diwujudkan pada landasan monumen. 
  • Gunung Mendara Giri, diwujudkan dengan monumen yang menjulang tinggi. 
  • Kolam yang mengelilingi monumen, diibaratkan sebagai Ksirarnawa (lautan susu).
    Keseluruhan area monumen berbentuk bujur sangkar, dengan menerapkan konsepsi Tri Mandala, yaitu :
    1. Utama Mandala adalah bangunan utama yang terletak paling tengah.
    2. Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari Utama Mandala.
    3. Nista Mandala adalah pelataran yang paling luar, yang mengitari Madya Mandala.


    Diorama di dalam Monumen Perjuangan Rakyat Bali

    Bangunan gedung monumen pada Utama Mandala terdiri dari tiga lantai, yaitu :
    • Utamaning Utama Mandala adalah lantai tiga yang letaknya paling atas, berfungsi sebagai ruang peninjauan, tempat untuk menikmati keindahan suasana di sekeliling monumen. Pada saat cuaca cerah, para pengunjung bisa menikmati panorama Kota Denpasar dari tempat ini. Untuk mencapai tempat ini, para pengunjung harus mendaki anak tangga melingkar yang lumayan tinggi. 
    • Madyaning Utama Mandala adalah lantai dua yang berfungsi sebagai ruang diorama, tempat dipajangnya diorama perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa yang berjumlah 33 unit. Dioramanya mirip dengan yang ada di Monas, Jakarta tetapi yang di sini hanya menampilkan perjuangan rakyat Bali sejak zaman kerajaan, masuknya Agama Hindu, zaman penjajahan, perang kemerdekaan, hingga saat ini. Di bagian luar, di sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka untuk menikmati suasana sekitar.
    • Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar monumen, di mana terdapat ruang informasi, ruang administrasi, ruang pameran, ruang perpustakaan, ruang penjualan souvenir, ruang rapat, dan toilet. Di tengah-tengah ruangan terdapat kolam ikan dengan air mancur, delapan tiang agung dan juga tangga naik berbentuk tapak dara.

      Pemandangan Kota Denpasar dlihat dari lantai tiga Monumen Perjuangan Rakyat Bali

      Monumen Perjuangan Rakyat Bali dibuka untuk umum setiap hari kecuali hari libur nasional (tanggal merah), dengan jam buka : Senin - Jumat (08.30 - 17.00 WITA), Sabtu - Minggu (09.30 - 17.00 WITA). Untuk masuk ke monumen ini, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,00 untuk dewasa (lokal) dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak (lokal). Untuk turis asing, tiket masuknya Rp 10.000,00 untuk dewasa dan Rp 5.000,00 untuk anak-anak.

      Saat ini, monumen kebanggaan Rakyat Bali ini selain berfungsi sebagai monumen perjuangan juga berfungsi sebagai tempat berkumpul Warga Denpasar dan sekitarnya untuk sekedar rekreasi maupun berolahraga. Setiap pagi dan sore, monumen ini selalu dipadati Warga Denpasar untuk berolahraga, baik jalan santai, jogging, yoga, basket, maupun sepak bola. Pedagang makanan dan minuman ringan juga banyak di sekitar monumen ini. Anda tidak usah khawatir bakal kelaparan atau kehausan bila sedang berkunjung ke monumen ini. Jadi, luangkan waktu untuk berkunjung ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali bila sedang berlibur di Bali!


      Pantai secret Ketewel


      Dikalangan peselancar, nama pantai Secret tentu bukanlah nama yang asing lagi apalagi rahasia seperti namanya. Pantai yang terletak di pinggir jalan by pass Tohpati - Kusamba, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar ini banyak diburu para peselancar baik dalam ataupun mancanegara. "Pantai ini dinamakan Pantai Secret mengingat dulunya tidak ada seorangpun yang mengetahui potensi ombak pantai ini, yang baik dipergunakan sebagai tempat surfing. Serang peselancar asal Sanur menemukan pantai Secret. Di tahun 1988, bersama dua orang peselancar dari Kuta rekannya, Mereka memberanikan diri untuk menjajal ombak di pantai tersebut.



      "Pantai Secret pada waktu itu masih sangat alami. Sebelum by pass Tohpati-Kusamba ada, untuk mencapai pantai tersebut, terlebih dahulu kita harus melalui terminal Batubulan. Dari Batubulan, perjalanan kemudian diteruskan dengan melalui persawahan sampai tiba di komplek perumahan tak jauh dari pantai. Kendaraan kemudian diparkir di perumahan tersebut dan perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki melewati sawah. Oleh peselancar Sanur, pantai ini kemudian diberi nama Sanur Secret Point. Pada perkembangan selanjutnya, pantai ini makin ramai dikunjungi para wisatawan seiring dengan pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Bali. "Tahun 1994-1995 pantai ini sudah ramai oleh para peselancar terutama peselancar dari Jepang yang dibawa oleh peselancar dari Sanur. Tahun 1996, jalan menuju pantai ini sudah dibuka."Pembangunan jalan ke tempat itu ditambah dengan promosi dari majalah-majalah surfing dunia, membuat Pantai Secret menjadi ramai dan tidak secret lagi.

      Waktu yang paling bagus untuk berselancar di pantai yang berpasir hitam ini, antara bulan Desember sampai April dan bertepatan dengan musim hujan. "Pada saat itu, angin berhembus berlawanan dengan deburan ombak,"jelasnya. Di sepanjang Pantai Secret, paling tidak terdapat 10 point (tempat untuk berselancar). Namanya pun bermacam-macam seperti Coconut Beach, Pica Point , Little Nias, Biaung (secret point), Temple Point, Second Secret, Secret Tewel dan sebagainya.Meskipun kondisi Pantai Secret seperti itu, lanjutnya, tempat tersebut masih tetap diburu para peselancar. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Pantai Secret memiliki karakter ombak yang sangat bagus, baik untuk peselancar pemula ataupun peselancar pro.

      sumber: http://www.gianyartourism.com

      Gua Sunyaragi, Cirebon





      Tamansari Gua Sunyaragi terdapat sekitar 3.000 peninggalan arkeologi di Indonesia, berupa bangunan, situs dan permukiman. Peninggalan ini termasuk benda tak bergerak. Dengan jumlah sebanyak itu kebudayaan, Indonesia boleh dibilang sejajar dengan dengan kebudayaan Mesir, Cina dan India.

      Peninggalan arkeologi yang terawat dan tergarap sebagai objek wisata budaya dengan baik jumlahnya masih sedikit, selebihnya megap-megap untuk bisa bertahan tak lapuk dimakan waktu. Salah satunya adalah Tamansari Gua Sunyaragi. Objek budaya ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono, Cirebon.


      Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Dari sisa peninggalan yang ada, terlihat kecanggihan dan keunikan hasil budaya manusia pada zamannya. Dan seharusnya, itu masih bisa terlihat sampai sekarang bila tak ada gangguan dan perawatan secara berkala. 

      Situs yang luasnya sekitar 1,5 hektare begitu memiriskan dada. Saat ini, objek wisata budaya ini tak lagi bergigi. Berantakan dan rasanya tak pantas untuk ditawarkan kepada wisatawan. keluarga.  Taman Sunyaragi berasal dari kata ”sunya” yang berarti sepi dan ”ragi” yang berarti raga atau jasad. Taman ini berada di dalam kekuasaan Keraton Kasepuhan. Walaupun berubah -ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garis besar Taman Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.

      Taman Sunyaragi terdiri dari 12 bagian : 
      (1)     bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih; 
      (2)     goa pengawal, tempat berkumpul para pengawal sultan; 
      (3)     kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur); 
      (4)     gua Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam; 
      (5)     gua Simanyang, tempat pos penjagaan; 
      (6)     gua Langse, tempat bersantai; 
      (7)     gua peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh; 
      (8)     gua Arga Jumud, tempat orang penting keraton;
      (9)     gua Padang Ati, tempat bersemedi; 
      (10)   gua Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan; 
      (11)   gua Lawa, tempat khusus kelelawar; 
      (12)   gua pawon, dapur penyimpanan makanan.

      Mengamati Sunyaragi kita dapat melihat rangkaian sejarah sesuai dengan masanya.  Dari data penelitian, konstruksinya menunjukkan keunikan, setiap kurun waktu selalu ada perubahan bentuk menurut selera serta kebutuhan sultan yang memerintah. Ini juga menyangkut dengan fungsi dari tempat ini. Lama-kelamaan, Tamansari Gua Sunyaragi berfungsi ganda. Bukan hanya digunakan sebagai pesangrahan saja, tapi juga untuk kegiatan politik perlawanan. 


      Simbol perlawanan itu dapat terlihat pada masa pemerintahan Sultan Matangaji Tajul Arifin, tempat ini dijadikan sebagai tempat pembuatan senjata dan pusat latihan olah keprajuritan kerajaan. Itu sebabnya, pada masa pemerintahan Sultan Adiwijaya pada tahun 1852, Tamansari Gua Sunyaragi mengalami renovasi, setelah sebelumnya dihancurkan oleh Belanda. 

      Untuk perbaikan itu, Sultan menugaskan arsitek Cina. Konon, arsitek itu disekap dan dibunuh agar rahasia Gua Sunyaragi tak bocor ke tangan Belanda. Chay Khong dan Sam Pho Tia Jin juga sering dihubung-hubungkan dengan legenda Sunyaragi. Apalagi, kompleks ini juga menyimpan bukti ada situs yang diberi patok “Kuburan Cina”. Di dekatnya terdapat pohon beringin yang umurnya sudah ratusan tahun. Saking tuanya, beberapa batangnya perlu disangga dengan tiang beton dan besi. 

      Upaya Pemugaran Pemugaran Tamansari Gua Sunyaragi pernah dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1937-1938. Pelaksanaannya diserahkan kepada seorang petugas Dinas Kebudayaan Semarang. Namanya, Krisjman. Ia hanya memperkuat konstruksi aslinya dengan menambah tiang-tiang atau pilar bata penguat, terutama pada bagian atap lengkung.  Namun terkadang ia juga menghilangkan bentuk aslinya, apabila dianggap membahayakan bangunan keseluruhan. Seperti terlihat di Gua Pengawal dan sayap kanan-kiri antara gedung Jinem dan Mande Beling.  

      Pemugaran terakhir dilakukan Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala, Direktorat Jenderal Kebudayaan, yang memugar Tamansari secara keseluruhan dari tahun 1976 hingga 1984. Sejak itu tak ada lagi aktivitas pemeliharan yang serius pada kompleks ini.  Bila ditilik, kompleks taman air dilahirkan lewat proses yang teramat panjang. Tempat ini beberapa kali mengalami perombakan dan perbaikan. Menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon, Tamansari Gua Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh Pangeran Kararangen. Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya Carbon. 

      Namun menurut Caruban Kandha dan beberapa catatan dari Keraton Kasepuhan, Tamansari dibangun karena Pesanggrahan ”Giri Nur Sapta Rengga” berubah fungsi menjadi tempat pemakaman raja-raja Cirebon, yang sekarang dikenal sebagai Astana Gunung Jati. Terutama dihubungkan dengan perluasan Keraton Pakungwati (Cirebon) yang terjadi pada tahun 1529 M, dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil dan lain-lain. Sebagai data perbandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candra sengkala ”Benteng Tinataan Bata” yang menunjuk angka tahun 1529 M. 

      Di Tamansari Gua Sunyaragi ada sebuah taman Candrasengkala yang disebut ”Taman Bujengin Obahing Bumi” yang menunjuk angka tahun 1529. Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura ”Candi Bentar” yang sama besar bentuk dan penggarapannya.  Dijelaskan, Pangeran Kararangen hanya membangun kompleks Gua Arga Jumut dan Mande Kemasan saja. 

      Fasilitas yang ada : 
      Tempat Parkir

      Aksesibilitas : 
      Terletak di Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, 500m dari Keraton Kasepuhan.


      sumber: http://www.disparbud.jabarprov.go.id